Kisah tentang WC dan Cuci Rambut

WC atau toilet adalah tempat yang betul2x dibutuhkan bagi hajat banyak orang. Tidak percaya? Bayangkan jika saat sedang bertualang di alam bebas –mendaki gunung misalnya–dan tiba2x si ‘panggilan alam’ alias BAB alias Buang Air Besar datang akibat bumbu makanan yang terlalu pedas saat makan siang sebelumnya. Kalau sudah begini, saya kangen dengan toilet di rumah yang nyaman, hangat dan ‘beradab’.

Foto: Toilet di salah satu pulau kecil di Papua. Harus super hati2x saat meniti balok pohon menuju TKP. 

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman pribadi saya menggolongkan WC dalam 3 kategori:

1. WC modern
Biasa ditemui di kota2x besar dan wilayah pemukiman yang sudah mengadaptasi gaya hidup modern. Lengkap dengan toilet duduk maupun jongkok, dengan flush maupun gayung :)

2. WC ‘alamiah’
Adalah WC yang ingin bersifat ke-alam2xan (haha….bahasanya maksa bener yeee…). Di kabin2x orang Norwegia yang ada di gunung misalnya, meski terkesan modern dengan toilet duduk, biasanya juga TANPA AIR sodara2x…. Biasanya ada cukup jarak antara WC dengan bangunan utama kabin agar berbagai jenis bau dari toilet tidak mencemari udara. Proses pembusukan dipercepat dengan siraman BUBUK KAPUR berwarna putih bersama taburan SERBUK KAYU.

Foto: Toilet publik ‘in the middle of nowhere’

3. WC Alam
Saya pernah mendengar penduduk lokal yang mengatakan bahwa alam adalah WC terbesar di dunia. Lokasi pun bisa dipilih: di pinggir sungai, di tengah hutan, di antara rerimbunan semak, di balik pohon, di balik batu besar dll. Berhubung lokasi yang tidak tentu, bahaya yang mengancam pun tidak dapat diprediksi, mulai dari gigitan nyamuk dan serangga, dipatuk ular maupun diseruduk babi hutan (amit2x jangan sampe kejadian deh)

Saat berkunjung ke pedalaman Papua tahun lalu, saya dibekali dengan sebuah parang panjang sebelum meluncur ke WC alam di balik pohon besar di hutan. Sementara di salah satu bukit di Swedia, semut2x merah yang besar dan ulat bulu!!! (hiyyyy!!!!) menjadi ancaman.

Foto: BAB di alam yang diperagakan oleh model :)

Salah satu kondisi ekstrim adalah saat harus buang hajat ketika ber-ski. Mau, tidak mau, baju ski yang berlapis2x (mulai dari lapisan wool, lapisan sweater, lapisan jaket tahan angin dan tahan air plus sarung tangan) harus dilepas paling tidak sebagian untuk memperlancar urusan. Suhu udara – (minus) 17 C dalam keadaan seperti ini pun menjadi siksaan yang tidak menyenangkan (percayalah:D )

Foto: Cuci rambut di suhu sekitar 5 C , sangat amat TIDAK dianjurkan… DO NOT TRY THIS AT HOME!!!!

Selain urusan BAB, maka CUCI RAMBUT adalah sebuah tantangan tersendiri buat saya saat berada di alam terbuka. Setelah 4-5 hari tidak keramas, kepala rasanya gatal dan lengket. Musim panas tahun lalu, di antara bukit2x yang menjulang mengapit fjord di Norwegia Utara, saya pernah nekat keramas di sungai yang bersuhu sekitar 5 C. Sebuah tindakan yang SANGAT AMAT BODOH….

Tak sampai satu detik setelah air menyentuh kulit kepala, serasa ada ribuan jarum yang menusuk masuk ke urat2x syaraf otak. Untunglah, saya baik2x saja setelah kejadian ini…. hanya sedikit pusing selama beberapa hari selanjutnya…HOHOHOHO…..

T yang sebelumnya sudah melarang sibuk mengabadikan momen ini dan berujar pendek: “Belum pernah saya melihat orang senekat kamu, cuma gara2x rambut…ckckck… “

Ya…ya…. terserah deh kamu mau bilang apa….yang penting rambut saya…eh…. badan saya terasa segarrr… :D

3 Responses to Kisah tentang WC dan Cuci Rambut

  1. Hihihiii… itu yang jadi model ‘buang hajat di tengah es’ siapa??? Jangan bilang T :p

    Kondisi alam ternyata terkadang memaksa manusia menjadi lebih ramah lingkungan saat harus menyalurkan kebutuhan untuk buang hajat ya. Di Bogor lagi musim dingin dan gue males banget mandi, apalagi keramas. Nggak kebayang dengan dirimu yang nekat keramas dengan air sungai di suhu 5 C itu.

    PS: foto terakhirnya keren bangeeett… mupeeeng :( (

    • Yang jadi modelnya bukan T kok, tapi temennya…hehe :)
      Kemana2x gw paling nggak tahan kalo nggak cuci rambut setelah lebih dari 3 hari…. berasa nggak enak aja di kepala…. Tapi buat yang keramas di 5 C memang bukan ide yang bagus…nggak lagi deh, kapok.

  2. itu pas keramas rambutnya ga beku, mba? hehee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s