Sepenggal cerita dari Sri Lanka (2)

Lanjutan dari Sepenggal Cerita dari Sri Lanka-1


Hari ini saya sedang bete, rasanya membaca dan menuliskan apa yang saya alami dan rasakan adalah ‘obat’ mujarab buat kebetean saya ini… Tadi pagi, ada ledakan bom di Colombo. Wah, biarpun kejadiannya di ibukota, kita-kita ini yang ada di Phase III area (hot spot zones) yang kena imbasnya. Saya yang ditugaskan di daerah Timur (Batticaloa district), 9 jam perjalanan darat dari Colombo turut ketar-ketir.

Beberapa saat setelah ledakan, SMS dari Area Security Coordinator untuk Batticaloa masuk ke HP saya berbunyi:” Please restrict all movements in uncleared areas. Due to the terrorist attack in Colombo. SLA (Sri Lankan Army) will most probably heavily respond with air strikes and artillery fire”…. Beberapa saat kemudian, SMS kedua datang :” Restriction of movements for next 24 hours. Limited essential movementsi n town only to move from office to accomodation”… Weleh….weleh…. artinya: bakalan tidak bisa tidur nyenyak lagi dan more check points deh. Dua minggu yang lalu, shelling (serangan artileri dng meriam) berlangsung dari jam 2 pagi sampai jam 6.30 pagi. Kaca dan pintu kamar tempat tingal saya bergetar hebat sepanjang malam, saya juga gemetar he….he…..

Usut punya usut, ternyata ‘pusat’ serangan ini dari markas tentara yang hanya berjarak 1,5 km dari tempat saya, no wonder… Akhir minggu itu, shelling terus berlangsung setiap malam berturut-turut selama 4 hari. Di sini paling menyebalkan kalau lewat check points. Buat civilian yang naik kendaraan umum, mereka harus turun dari bus dan berbaris rapi untuk digeledah juga mencatatkan nomor ID serta info lainnya. Meski buat staf PBB ada pengecualian, tetap saja kadang ada petugas yang over acting dan menggeledah semua tas serta bawaan kita. Kalau sudah begini, saya siap-siap mencatat waktu, lokasi, no ID petugas, lokasi check point dan melaporkannya ke security officer di kantor.

Foto:Tentara bersenjata, mereka ada dimana-mana…

Pernah ada rekan yang menolak digeledah saat di check point, ujung-ujungnya, popor senapan sudah di wajahnya, wah ngeri sekali….. Sepanjang 2 jam perjalanan di phase 3, kita bisa menemui minimal 5 check points dan tak ada pilihan selain harus berhenti. Lebih parah kalau sesudah ada insiden, serangan bom, ledakan atau mendekati perayaan ‘heroes day’ dan semacamnya, karena check points akan semakin banyak dan petugasnya semakin agresif… Belum lagi jalanan yang ditutup (biasanya di depan markas polisi atau militer) sehingga kita terpaksa mengambil jalan memutar yang lebih jauh… Kalaupun mau cari tempat aman, di sini tidak ada yang aman…. rasanya army, para-military dan pemberontak bersenjata ada di mana-mana…

O ya, kemarin saya melihat 2 child soldiers yang direkrut para-military sedang naik sepeda motor dari arah markas mereka dekat kantor saya… Berhadapan dengan mereka, kita harus ekstra hati-hati. Meski secara fisik mereka nampak seperti anak-anak tapi secara psikologis mereka sudah seperti tentara dewasa yang biasa dengan senjata… Saya ingat cerita seorang rekan yang pernah hampir diserang oleh seorang anak dengan tabung gas di punggung dan moncong gas api di tangannya karena berada di kawasan pemberontak di Vakarai area sesudah senja hari…

Foto:Sign board (khususnya) untuk anak2x agar waspada terhadap benda2x mencurigakan di sekitar mereka seperti bom, granat, mortar, land mines, UXO (unexploded ordnance) dan sejenisnya. Banyak anak2x dan orang dewasa menjadi korban ledakan benda2x berbahaya ini saat bermain atau beraktivitas sehari2x.

Tadi saya cek account di ATM machine, ternyata zero balance. Alamak….Entah menyangkut dimana transfer dari kantor pusat. Matilah awak…..😦 eh, nggak dehhh,…. I am still alive!.🙂 Bekerja sebagai humanitarian worker di conflict zone memang penuh tantangan… tapi semua ini adalah pilihan saya dan saya menyukai tantangan ini. This is my way. I will survive… semua ini adalah tempaan dan ‘sekolah’ saya saat ini. Saya yakin akan mendapat banyak pengalaman baru dan berharga… Hope that nothing bad will be happenning tonight and other nights…

Bersambung ke Sepenggal Cerita dari Sri Lanka-3

One thought on “Sepenggal cerita dari Sri Lanka (2)

  1. Pingback: Sepenggal cerita dari Sri Lanka (1) « My Life, My Search, My Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s