Mengapa Saya Membuat Blog Ini?

Mengapa saya membuat blog ini? Ini adalah pertanyaan yang juga saya ajukan pada diri sendiri. Setelah mencoba berpikir dan mencari jawaban yang sejujur2xnya, akhirnya saya pun berkesimpulan bahwa blog ini saya buat dengan ‘visi dan misi’ sebagai berikut:

1. Ruang dokumentasi
Sebagai tempat menyimpan ‘rekaman’ dari peristiwa, kejadian, pengalaman, kenangan, angan2x, pelajaran tentang kehidupan yang saya dapat selama hampir 32 tahun merasakan kehidupan (terima kasih Tuhan atas perpanjangan ‘ijin tinggal’ saya di bumi yang masih saya miliki hingga saat ini). Selama ini banyak sekali hal2x kecil (ataupun ‘besar’) yang sebenarnya menarik untuk ditulis. Namun karena kesibukan pekerjaan atau studi, semua menjadi terlewatkan begitu saja. Saya pun berjanji untuk ‘merekam’ semua itu suatu saat nanti. Inilah saat ‘nanti’ tersebut.

2. Ruang ekspresi dan narasi
Saya suka menulis dan long-term goal saya adalah menulis buku sendiri suatu saat nanti (aminnn…) Untuk saat ini blog adalah media ekspresi dan katarsis (selain melukis) bagi saya. Ide bisa datang kapan saja, saat menunggu trem atau bus, saat duduk di kantor, saat sedang membaca, saat sedang berjalan, namun yang paling sering adalah: kamar mandi!. Untunglah, semasa di Jakarta, saya memiliki keluarga dengan tingkat toleransi yang cukup tinggi atas kebiasaan aneh berada di kamar mandi selama 1 sampai 2 jam lamanya (sering juga sambil baca koran, buku atau majalah)di toilet. Selama tinggal di negeri orang, giliran saya yang harus bertoleransi:)

Kalau Rieke Dyah Pitaloka beberapa tahun lalu sempat merilis kumpulan puisinya yang berjudul ‘Renungan Kloset’, kumpulan ide2x saya ini bisa disebut ‘Renungan Kamar Mandi’. Entah mengapa, berada di kamar mandi membuat saya berada di dunia ‘privat’ saya, seperti cangkang atau gua (hmmmm, apa ini karena saya seorang Cancerian? I don’t know,barangkali seperti kepiting yang membutuhkan cangkangnya, asal tidak jadi kepiting rebus, haha!)🙂

3. Ruang sosialisasi
Sejak kecil, saya lebih dekat dengan kawan dari kakak laki2x saya daripada kawan2x perempuan. Bermain dengan mereka rasanya lebih menantang, menarik dan tidak membosankan. O ya, saya juga menikmati bermain dengan boneka, saat sendiri saja karena lebih bebas. Senang rasanya bisa membentuk rambut boneka saya menjadi berbagai model mulai dari dikonde ala tradisional, ala modern, diberi hiasan bunga sampai ujung2xnya digunduli😀.

Sifat ini terus terbawa hingga masa kuliah dan tinggal di negeri orang.Entah mengapa saya lebih cepat merasa akrab dengan kawan laki2x. Relasi dengan mereka terasa lebih simpel seperti jalan tol yang lurus2x saja. Beberapa kawan dekat perempuan -yang bisa dihitung dengan jari- hingga saat ini yang sudah ‘teruji’ seiring berjalannya waktu adalah Butet dan Elvi di Jakarta, Ainun di Maldives, Siti di Aceh (yang telah banyak membantu saya), See-Mun di Singapore, an amazing Malaysian girl yang pernah menjadi kawan seperjuangan di Aceh. Thanks girls for being my friends. Sebagai tambahan, ada Mas Widi a.k.a Mas Semprul a.k.a Mas Gembhlung Sontholoyo yang adalah kawan sesama peneliti di Aceh yang selalu nyambung untuk diajak berdiskusi. Meski komunikasi yang ada sering ‘on’ dan ‘off’, yang jelas akan selalu ada ruang istimewa tersedia bagi mereka di relung hati ini.

Setelah mencoba ‘menghitung’ jumlah kawan dekat, agak dekat, sampai yang samar2x🙂, saya pun berkesimpulan bahwa: saya termasuk kuper (kurang pergaulan) dan introvert. Sulit rasanya bagi saya memulai pertemanan dengan orang yang baru ditemui. Menulis adalah media termudah bagi saya untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang membaca karya saya. Meski sebenarnya ingin sekali rasanya bisa supel dalam pergaulan seperti kawan yang lain. Semoga blog ini bisa menjadi ajang untuk bersosialisasi serta menjadi ‘jendela’ tempat dunia melihat saya, dan sebaliknya tempat saya ‘berkomunikasi’ dengan dunia.

Tidak ada niat sedikitpun sejak awal untuk mencari uang lewat internet, memasang adsense dsb di blog, karena memang saya tidak tahu dan tidak mau. Biarlah ini menjadi media dokumentasi, narasi, ekspresi dan sosialisasi yang murni apa adanya tanpa embel2x lain. Tag Blogu (blog university) saya pasang di side bar karena saya masih pemula dalam dunia blogging dan masih harus sering bolak-balik mencari informasi. Sedangkan tag expat blog karena saya ingin bisa mencapai dunia lain yang berbeda. O, ya, juga karena saya suka tampilan tag tersebut yang berwarna-warni (hehe :D)

Saya pun menyadari bahwa menjadi blogger itu tidak mudah. Dengan memulai pengetahuan dari nol besar, saya coba menata satu demi satu isi blog ini. Mohon maaf jika tampilan yang ada masih jauh dari sempurna. Masukan, koreksi, informasi, komentar dari pembaca adalah media refleksi bagi saya dan sangat saya hargai.

It’s me. Mengikuti kalimat dari seorang kawan, scribo ergo sum, dengan menulis maka saya ada.

It’s me. Saya masih belajar dan akan terus belajar.

It’s me. Just me…

Oslo, 8 Juni 2008

——
Lihat juga Something intellectual


13 thoughts on “Mengapa Saya Membuat Blog Ini?

  1. mas rio

    salam kenal…

    ini kayaknya akan jadi komen terlama setelah postingan ini keluar..:-)
    just visiting here and I enjoyed read the posts here..
    topik postingnya keren2, great jobs , gal ..:-)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s