Anak kecil dan seekor kucing

Pulau Weh-Aceh, Juli 2005

Hari yang cerah, matahari bersinar terik dan sempat membuat saya enggan berjalan2x ke pantai. Tak jauh dari pantai, saya tertegun melihat seorang anak kecil yang sedang duduk bersama seekor kucing.

Sang anak hanya duduk, sebelah-menyebelah dengan kucingnya, hening, seakan masing2x sibuk dengan pikirannya sendiri…

Sesekali nampak anak itu menengok ke arah kucingnya, mengamati, seakan ingin memastikan apakah kucing di sebelahnya baik2x saja? Apakah si kucing menikmati pemandangan yang ada di depannya, sama seperti dirinya? Ataukah si kucing merasa bosan?

Terkadang ia pun mengelus2x dan membelai si kucing penuh kasih sayang…

Tak lama kemudian, terdengar sang anak bercakap2x dengan si kucing, entah topik apa yang mereka bicarakan. Nampaknya, ‘percakapan’ itu berlangsung seru sekali dan cukup lama. Saya sendiri hanya tercenung ‘mendengarkan’ percakapan mereka dari kejauhan. Suara sang anak tadi timbul tenggelam terbawa semilir angin pantai…

Lihat! Lihat ke sana!…Tiba2x sang anak menunjuk2x ke arah pantai, seakan hendak mengajak kucing itu beranjak sejenak.

Sang anak berdiri, diikuti kucing yang sedari tadi duduk bersamanya…

Mereka pun melanjutkan bermain, bercanda, berbicara, tertawa bersama…

Usai beberapa saat, setelah asyik bermain dengan tanah. Mereka pun kembali duduk, sebelah-menyebelah. Si anak kembali bercakap2x sambil sesekali tertawa.

Siang itu, saya belajar tentang persahabatan dari sang anak dengan kucingnya. Persahabatan yang tulus, melewati segala batasan dan perbedaan.
Alangkah indahnya…

5 thoughts on “Anak kecil dan seekor kucing

  1. Felicity

    @otto: trims sudah mampir…

    @madaff: iya di sana memang sepi banget…apalagi di daerah yg saya datangi…nyaris tidak ada anak kecil lain seusia anak dalam foto di atas. Pas melihat moment indah ini, dada terasa mak nyesss…. Soalnya, anak ini memang betul2x berdialog dengan si kucing…langsung deh kamera beraksi

    Reply
  2. madaff

    Aku baru baca postingan yang ini,…hebat euy,setiap gerakan bisa terabadikan…Sepertinya si anak sepi ya mba…entah kenapa kok jadi ingat anakku,apa karena sama-sama kriwil ya?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s