My Sailing Experience, Day 3: Kragerø-Risør

Lanjutan dari: My Sailing Experience, Day 2: Nevlunghavn-Kragerø

Keesokan harinya, saya terbangun jam 08.30 pagi, pelabuhan Kragerø nampak sepi. Kapal2x tetangga kami sudah meninggalkan lokasi tempat mereka bersandar di malam sebelumnya. Karena sudah 3 hari tidak mandi (bukan karena malas, tetapi memang karena tidak ada kamar mandi air tawar… suerrrr… :D); maka bisa menemukan kamar mandi air tawar yang gratis seperti di Kragerø ini adalah hal yang menggembirakan.

Kami sempat penasaran dengan gratisnya kamar mandi ini. Ternyata, fasum (fasilitas umum) tadi dimiliki oleh ‘kommune’ yang merupakan lembaga pemerintahan terkecil(mungkin setingkat dengan dengan kabupaten/kotamadya di Indonesia). ‘Kommune’ berada di bawah ‘fylke’. Di seluruh Norwegia ada 20 ‘fylke’ (setingkat provinsi namun lebih mirip departemen).

Di pelabuhan2x lain, pengunjung harus membayar sejumlah ‘uang parkir’ yang tidak sedikit, paling tidak sekitar 200 NOK untuk satu malam dengan asumsi, kapal akan menggunakan fasilitas air bersih dan listrik yang tersedia. Sementara untuk fasilitas lain seperti mesin cuci umum, mandi dan sebagainya harus mengeluarkan biaya tambahan lagi. Tempat semacam ini saat musim panas dipenuhi kapal2x dan ’pelaut musiman’ yang berlayar dari satu tempat ke tempat lain.

Segar rasanya bisa mandi air bersih dan mencuci rambut, seperti kembali ke ’peradaban normal’ …
Usai bersih2x, T membeli bahan makanan tambahan seperti udang beku, pisang dan jus buah. Saya sempat bete karena T justru lupa membeli pesanan yang sudah diingatkan sejak dua hari sebelumnya yakni: susu coklat. Karena terbiasa minum susu setiap pagi, rasanya ada sesuatu yang kurang tanpa segelas susu di pagi hari. Dalam hati saya hanya bisa ’ngedumel’ (ngomel): ”Yaaahhh,… hal yang penting malah lupa, giliran yang nggak dipesan kok justeru dibeli… pfffhhhX!¤§¤&XX()/¤”!§”##%¤&&%%()=X&##…” (hehe, panjang banget ngomelnya :D)

Tak lama usai meninggalkan pelabuhan sekitar jam 10 pagi T mencoba untuk memasang layar. Karena hanya berdua saja di atas kapal, pembagian tugas sudah jelas: T memegang kemudi dan navigasi, saya ’bantu2x’ untuk hal2x kecil saat kapal melaju berdasarkan instruksi dari T. Saat mencoba menaikkan layar, saya pun harus mengambil alih kemudi. Buat saya, kemudi kapal tidaklah serumit stir mobil dengan persnelling, gas dan remnya.

Simpel saja, kalau mau ke arah kanan, kemudi diarahkan ke kiri. Sedangkan jika mau mengarah ke kiri, maka kemudi diarahkan ke kanan. Kalau mau menambah kecepatan motor (jika memakai motor), tinggal mengarahkan tuas hitam di bawah bangku dekat kemudi ke depan. Untuk posisi normal, tuas diarahkan di tengah. Sementara untuk rem atau mundur, tuas diarahkan ke belakang. Yang paling rumit adalah saat layar kapal terkembang, khususnya untuk bisa ’menangkap angin’ agar kapal bisa melaju. Saat paling kritis terjadi ketika arah angin berubah mendadak karena bisa membuat kapal oleng.

Foto: Jangkar kapal yang umum dipajang di sekitar pelabuhan kota2x sepanjang pantai

Kemiringan kapal bisa lebih besar dirasakan jika di saat bersamaan angin bertiup kencang dan ombak besar datang saat di tengah laut terbuka. Di saat2x seperti ini, kesiapsiagaan mutlak diperlukan. Meski kapal sudah dibuat dengan modifikasi sedemikian rupa hingga kemiringan maksimum. Ombak besar dan angin kencang yang sewaktu2x datang tak terduga tetap perlu diwaspadai, terutama di kala badai datang.
Saat layar dinaikkan, kapal harus diarahkan melawan angin (yang artinya melihat arah panah penunjuk angin di bagian paling atas kapal, harus sejajar dari arah datangnya angin) untuk menghindari daya tolak yang besar. Sebaliknya, untuk maju dengan kecepatan maksimum, kapal yang memakai layar harus diarahkan membelakangi arah datangnya angin. Hmmm, moga2x penjelasannya tidak keliru atau membingungkan…

Foto: Parkir khusus ‘moge’ (motor gede)di kota Risør

Foto: Monumen untuk mengenang para korban Perang Dunia II

Sayang, sesaat kemudian angin tidak lagi bertiup kencang, T pun menurunkan layar kecil di bagian depan, sementara layar utama dibiarkan terkembang. Pada tengah hari, kami tiba di sebuah ceruk kecil di luar Risør. Suhu udara terasa sangat panas membakar kulit ini, sementara di tepi pulau2x kecil sekitar kapal justeru nampak banyak orang berjemur dengan bikini dan mandi sinar matahari. T bersantai sejenak dengan berjemur dan membaca surat kabar, sementara saya memilih untuk ’ngadem’ di dalam lambung kapal (so predictable :D)

Foto: Risør, kota kecil yang tenang dan damai namun menjadi salah satu resort favorit di Pantai Selatan Norwegia

Foto: Balkon yang artistik dan cantik

Usai makan siang, jam 5 sore kami menuju pelabuhan di Risør. Sekilas tempat ini terkesan begitu tenang dan damai dibandingkan dengan Kragerø yang padat dengan manusia dan kapal2x yang hilir mudik. Berdasarkan ’Lonely Planet’, jumlah populasi di kota inni adalah 4500 jiwa ’saja’. Saat berjalan melihat sekeliling, nampak tua rumah2x bercat putih yang berdiri sejak tahun 1650 hingga 1890. Pada setiap minggu pertama di bulan Agustus, ´the Risør Wooden Boat Festival´ atau Trebåtfestival) berlangsung. Acara tahunan ini menarik pengunjung dari berbagai daerah di Norwegia, terdiri dari berbagai aktivitas sepertiboat races, konser musik dan kegiatan untuk anak. DI saat seperti ini kota pun menjadi sesak, ruang untuk bersandar di pelabuhan dan akomodasi dipastikan akan sulit didapat.

Foto: Kantor pos bawah air. Sayang ketika lewat kantor ini sudah tutup. Mmmm…penasaran juga, jangan2x penjaga counter-nya berwujud ikan pari, ikan cucut dan ikan duyung, hehe😀

Foto: Sudut2x kota yang cantik dengan bunga beraneka warna

Terlihat deretan toko2x, supermarket, Vinnmonopoliet (distributor resmi untuk wine), kantor pos, bank, dokter gigi, kantor hukum tersebar di pusat kota. Karena insiden ’lupa’ sebelumnya, kali ini T memastikan bahwa supply susu coklat tersedia di kapal (thanks dear :D). Kami juga menantikan seorang kawan, Jan yang akan bergabung dalam pelayaran. Ia adalah seorang arsitek muda yang funky, sporty, kocak dan agak ’nyentrik’🙂

Jan datang dengan bus dari Oslo dan memakai taksi sebagai koneksi dari bus di pemberhentian terakhir, karena ia adalah satu2xnya penumpang yang menuju Risør. Ketika Jan tiba, kapal langsung diarahkan ke luar pelabuhan. Di sebuah tempat yang cukup terlindung, kami menikmati makan malam bersama dengan menu udang beku, roti dan pizza ’Grandiosa’. Lumayan untuk mengganjal perut …

Foto: Senja di luar pelabuhan Risør

Pemandangan malam itu nampak begitu indah, tenang dan damai. Tak lama kemudian nampak sebuah bola raksasa di balik pulau di kejauhan. Sempat terpikir bahwa bola raksasa yang nampak di atas pulau itu adalah api unggun atau bahkan kebakaran, ternyata itu adalah…bulan!

Foto: Bulan yang nampak lebih besar dan dekat jaraknya dari bumi dibandingkan bulan di Indonesia

Entah mengapa, bulan di belahan bumi utara ini selalu nampak lebih rendah dan lebih besar dibandingkan dengan bulan yang sama dilihat di Indonesia. Perlahan namun pasti, bulan pun semakin meninggi, hingga beberapa jam kemudian berada di atas langit dengan cahayanya yang keemasan berkilauan saat jatuh di atas permukaan air di tengah kegelapan malam. Indah sekali.

Tengah malam, tiba2x nampak siluet bayangan di kejauhan merambat menyusuri tepian pulau. Terlihat pula satu dua cahaya senter dan terdengar suara orang berbicara yang terdengar semakin dekat ke arah kami. Rupanya mereka adalah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki2x yang sedang mencari kepiting di malam hari (tepatnya: jam 12 malam). Di kejauhan terdengar suara bising perahu motor yang lalu-lalang dari dan ke pulau utama. Saat itu kami tidak sendirian, masih banyak orang terjaga hingga lewat tengah malam…

Risør,25 July 2008

Berlanjut ke: My Sailing Experience Day 4: Risør-Tromøya

3 thoughts on “My Sailing Experience, Day 3: Kragerø-Risør

  1. Pingback: My Sailing Experience Day 4: Risør-Tromøya « My Life, My Search, My Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s