Menjadi Blogger yang Jujur

Bagi saya, blogging -selain menjadi katarsis ide dan curahan hati – sekaligus juga menjadi ‘penyaluran’ atas hobi yang lain yakni fotografi amatir. Jika memang ada momen, tempat, situasi yang pas maka dalam sehari saya bisa mengabadikan ratusan foto lebih sejak memiliki kamera digital beberapa tahun lalu. Alhasil, kini ribuan foto pun menumpuk di hard disk komputer. Pertanyaan selanjutnya adalah: “Mau dikemanakan foto2x tadi?…”

Blog adalah jawaban dan tempat yang saya anggap paling pas untuk sharing sekaligus bertutur tentang kisah di balik foto2x yang ada. Asas manfaat yang saya gunakan si sini: sekali menulis blog,… dua-tiga hobi pun tersalurkan (menulis, fotografi dan…mengagumi karya sendiri, haha sungguh manusia yang narsis… kidding😀. Hobi yang lain adalah: menggambar alias corat-coret)

Awalnya, karena masih pemula -bagai anak kecil yang masih naif- semua foto diupload begitu saja tanpa proses editing, penambahan keterangan, embel2x dan semacamnya. Kini ukuran foto yang sekitar 600-700 kb telah di-resize menjadi sekitar 50-80 kb. Kekuatiran sempat muncul dengan masalah karya cipta. Pertanyaan seperti: “Bagaimana jika foto2x hasil karya tadi tadi dikopi dan diklaim oleh orang lain tanpa sepengetahuan saya?”

Hmmm…, ini adalah resiko yang harus siap untuk dihadapi saat menempatkan gambar dan tulisan di domain publik seperti internet. Secara pribadi, sebagai seorang fotografer, saya tidak merasa memiliki foto2x tadi. Toh saya ‘hanya’ mengabadikan saja, sementara objek foto adalah hak milik dan karya abadi Sang Pencipta. Di sini ruang diskusi dan dialog dengan diri sendiri tentang persoalan ‘karya cipta’ pun dimulai.

Saya memberikan apresiasi bagi mereka yang meminta ijin terlebih dahulu sebelum memposting tulisan dari blog ini di tempat lain. Namun kejadian tulisan yang tiba2x muncul di ‘rumah’ lain tanpa sepengetahuan saya pernah beberapa kali terjadi jauh saat masih aktif menulis artikel opini di media cetak tanah air.

Mencantumkan asal dan sumber tulisan, informasi, kutipan atau gambar (jika memang ada dari sumber lain) dengan alasan menghargai karya orang lain adalah hal terpenting yang selalu saya ingat saat mulai menulis. Sangat tidak etis jika memakai hasil cipta orang lain begitu saja sebagai tempelan tanpa keterangan apapun. Ini adalah bagian dari ‘blogging ethics’ alias etika dunia perbloggingan yang harus dijunjung tinggi (deuuuuu, mulai deh… sisa2x kuliah hukumnya keluar… :D)

Lalu bagaimana dengan penghargaan atas karya saya sendiri?…

Yup, sekarang saya pun mulai menghargai hasil karya sendiri dengan mencantumkan ‘jejak’ yang bisa dicantumkan. Meski proses posting satu tulisan menjadi lebih lambat untuk proses editing foto. Setidaknya saya berharap semangat menghargai karya cipta orang lain dan diri sendiri ini bisa menular ke para blogger lain.

Idealnya, prinsip penghargaan ini juga dipakai dalam bidang2x kehidupan lain. Daripada terus berkoar2x, protes dan mengeluh tentang situasi bangsa yang carut marut dengan skandal korupsi,kebohongan publik, pembajakan karya cipta dan semacamnya; lebih baik kita belajar untuk bersikap jujur …dimulai dari diri sendiri …

2 thoughts on “Menjadi Blogger yang Jujur

  1. dhie

    suerr…. dhie suka setiap ngeliat hasil bidikan Mbak…

    ya, sesekali di kirim aja ke alamat imel dhie, drpd numpuk menuh2in harddisc.😀 *mode.ngarep.net*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s