Blogger Nggak Gaul

Meskipun salah satu ‘visi dan misi’ pembuatan blog ini pada awalnya adalah sebagai ruang sosial (lihat: Mengapa Saya Membuat Blog Ini?) namun setelah sekitar 5 bulan eksis harus diakui bahwa saya mungkin masih agak asosial sebagai seorang blogger🙂

Pada awal2x memiliki blog, dengan semangat 45 kegiatan blogwalking adalah sebuah aktivitas yang menarik. Bagai anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan baru, berkenalan dengan sesama blogger, saling bertukar link (terlepas apakah tema blog-nya sejalan atau tidak),membaca dan belajar dari blogger yang sudah berpengalaman, memoles wajah blog agar cantik, berburu widget gratis (yang ternyata banyak disusupi spam) serta hal2x lain yang jamak dilakukan oleh seorang pendatang baru dalam dunia blogging pun telah dijalani.

Masa2x nyaris (…masih ‘nyaris’ loh, catet :D) menjadi seorang blog addict stadium III pun sudah terlewati, haha😀 (lihat ciri2xnya di post: Bahaya 'Blog Addict'). Perlahan namun pasti, ‘the honeymoon period’ alias masa bulan madu dengan blog akhirnya berakhir dan sebuah fase baru yang berbeda pun dimulai.

Seiring berjalannya waktu, banyak hal2x menarik untuk diselami dan dikaji lebih jauh seperti persoalan etika dan hukum yang terkait dengan dunia perbloggingan. Plus munculnya kesadaran bahwa memiliki blog adalah sebuah privillege –karena tidak semua orang memiliki akses untuk nge-blog– sekaligus sebuah tanggung jawab moral yang harus diemban untuk lebih berhati2x dalam aktivitas blogging.

Setelah memasuki ranah publik, maka tulisan kita akan menjadi konsumsi publik yang memiliki latar belakang berbeda serta interpretasi dan apresiasi yang berbeda pula. Kini, sebagai analogi, saya melihat blog seperti sebuah taman bunga yang harus dijaga, rajin dipupuk, dijenguk, disiram dan dirawat dengan sepenuh hati (maklum, bakat jadi tukang kebon :D)

Memiliki sebuah (NPB)’Non-Profit Blog’, membuat saya merasa lebih relaks dalam mengekspresikan diri di ruang ini tanpa merasa harus memiliki traffic tinggi. Mungkin itu pulalah yang menyebabkan semangat untuk berkenalan dengan sesama blogger lain mulai menurun. Jika dibandingkan dengan blog2x lain yang ‘rame’ dengan komentar atau kunjungan para tamu, maka blog ini adalah sebuah blog yang cukup terisolir (hmmmm iya nggak yah *berpikir*)

Konon, sebuah blog adalah cerminan pribadi si pemiliknya. Berhubung pemilik blog ini rada2x pemalu (kadang malu2xin juga sehhh :D), introvert dan kuper… maka saat terjun ke dunia blog… jadilah ia sebagai seorang blogger yang nggak gaul (lalu…lalu…pegemana dong?…susah juga kalo dari sononya begini :D)

Yah biarlah.
Blogger yang nggak gaul…
It’s me🙂

4 thoughts on “Blogger Nggak Gaul

  1. Felicity

    Dengan segala hormat bagi penyandang autis, mungkin memang sudah karakter saya yang susah bergaul. Hmmm, kesimpulannya: daripada melihat dari sisi negatif, lebih baik diterima dengan lapang dada and be just me😀. Thanks for the comment…

    Reply
  2. Felicity

    Trims Mama Daffa. Sebenernya saya juga yang rada males nge-link, hehe😀

    Sejak kecil kalo ada kumpul2x dengan temen ato sodara, saya lebih suka di rumah dan di kamar. Kalo berkelana, lebih suka dalam kelompok kecil ato berdua aja. Heran, sifat di dunia nyata kok kebawa ke alam maya, yak? *garuk2x kepala*

    Reply
  3. madaff

    Saya cuma mo bilang, rugi banget yang ga link ke blog ini…Orang saya langsung nge-fans abizzz…
    Nih,saya komen pertamax…..Asyik!*meski di blogspot rada ribet buat komen,tapi dijabanin daaahhh…*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s