Menyusuri Lembah Aurlandsdalen (3)

Lanjutan dari: Menyusuri Lembah Aurlandsdalen (2)

Jalan terjal yang kami lewati adalah jalur perjalanan tua yang digunakan ratusan tahun lalu (mungkin lebih) dari kawasan Bergen dan sekitarnya menuju Oslo. Hal ini mengingatkan saya dengan jalur ‘silk road’. Sebelum dinamit ditemukan, jalur yang harus dilalui jauh lebih sulit dan menantang. Belum lagi beban barang bawaan dan logistik yang dibutuhkan membuat perjalanan kian melelahkan. Dari foto2x tua yang kami lihat, tangga dan jembatan darurat ala kadarnya pernah digunakan saat melewati titik2x sulit dan curam.

Foto: Peringatan bagi para hikers yang kurang lebih berbunyi: “Harap berhati2x dalam perjalanan. Resiko yang ada mohon ditanggung masing2x”

Di salah satu jalur yang menjadi titik persimpangan, ada sejumlah papan pengumuman dipasang dalam bahasa Norwegia dan Jerman yang meminta kita untuk waspada dan berhati2x karena kondisi jalan yang sulit. Dicantumkan pula nomor telepon yang bisa dihubungi saat emergency. Khusus untuk hewan, harus selalu dalam pengawasan untuk menghindari hal2x yang tak diinginkan.

Foto: Beristirahat

Kondisi jalan yang harus dilalui memiliki tingkat kesulitan khusus. Di beberapa titik, kami harus melewati jalan sempit yang langsung berbatasan dengan jurang di sisi kanan dan dinding tebing di sisi kiri. Untunglah saat itu tidak sedang hujan yang bisa membuat jalan menjadi licin dan rawan tergelincir.

Foto: Di antara bebatuan

Usai makan siang di sebuah tanah landai di dekat sungai, perjalanan kembali dilanjutkan. Beberapa jam kemudian, kami tiba di titik terakhir, sebuah kompleks pertanian tua terbesar di kawasan lembah. Di kejauhan, terdengar suara deru kendaraan bermotor tanda jalan raya sudah dekat. Nampak deretan kabin di sisi kiri dan kanan lembah. Usai melewati jalan berbatu2x, kami pun tiba di Østerbø. Tempat ini menyediakan fasilitas lengkap bagi pengunjung, mulai dari restoran, bungalow, camping site dan internet.

Beberapa orang terkenal sempat mengunjungi Østerbø. Dari tulisan di buku tamu dan foto2x yang dipajang, terlihat mantan Sekjen PBB Kofi Annan dan isteri pernah menjadi tamu kehormatan.

Foto: Kofi Annan dan isteri saat mengunjungi Østerbø. Diambil di Østerbø guest house-Norway.

Usai menikmati wafel dengan selai strawberry dan segelas coklat hangat, kami pun beristirahat sejenak sambil melihat2x lingkungan sekitar dan menunggu bus kembali ke Vassbygdy tempat T memarkir mobil. Saya menghela nafas panjang dengan beragam perasaan yang campur-aduk. Bersyukur karena dapat tiba dengan selamat, kagum pada keindahan alam yang baru saja dinikmati, rasa lelah dan memikirkan rencana untuk perjalanan selanjutnya.

Yang jelas, perjalanan ini tidak akan pernah saya sesali dan lupakan. Keindahan alam yang ada membuat saya semakin mengagumi keajaiban Sang Pencipta. Sebuah memori yang indah akan selalu terpatri tentang lembah Aurlandsdalen…🙂

Yang perlu diingat saat hiking jarak jauh:

1. Sedia logistik sesuai perkiraan waktu makan dan jumlah orang yang ada dalam perjalanan. Jangan terlalu berlebihan karena akan menambah beban dan jangan terlalu pelit (untuk berjaga2x jika waktu perjalanan meleset dari rencana). Jangan bawa makanan yang cepat membusuk seperti ikan atau udang. Jika terpaksa membawa makanan yang dibekukan, gunakanlah dengan segera;

2. Jika hiking dilakukan di jalur yang mengikuti arus sungai, tak perlu membawa persediaan air dalam jumlah besar. Sediakan botol secukupnya, air bisa diambil sewaktu2x dari sungai atau mata air yang bersih (catatan: sebelumnya harus dipastikan dahulu bahwa sungai dan mata air di daerah tersebut masih bebas dari polusi dan layak minum);

3. Jas hujan tipis dan praktis diperlukan jika sewaktu2x hujan turun. Letakkan di bagian ransel yang mudah dicapai bersama snack kecil dan botol air. Gunakan sepatu khusus untuk hiking yang nyaman untuk perjalanan jauh. Sepatu yang baik memiliki penyangga khusus untuk mencegah kaki agar tidak terkilir;

4. Perlengkapan P3K, pisau multi-fungsi, lilin dan senter adalah barang2x yang perlu dibawa jika hendak bermalam di tengah jalan;

5. Untuk kamera digital, siapkan battery dan memory card cadangan. Simpan di tempat yang mudah dijangkau jika sewaktu2x diperlukan;

6. Peta dan keterangan tentang lokasi adalah hal yang wajib dipersiapkan. Jika menggunakan kendaraan umum, pelajari jadwal keberangkatan kendaraan terkait agar persiapan lebih matang;

7. Carilah tempat yang landai, aman dari gangguan binatang, kotoran hewan dan hempasan angin untuk bermalam. Jauhi kubangan atau ‘air mati’ karena ini adalah tempat ideal untuk nyamuk2x nakal. Dataran di dekat aliran sungai adalah pilihan jika tidak ada tempat lain, namun siap2xlah dengan suara bising dari gemericik air sungai atau suara air terjun;

8. Perhatikan keselamatan! Saat menyalakan api di dekat tenda, lihat arah bertiupnya angin. Saat mengambil gambar dengan kamera, carilah pijakan yang kuat atau pegangan. Jika hujan turun sepanjang jalan, lindungi tenda dan makanan agar tidak basah terkena hujan sebelum digunakan;

9. Tersenyum saat berpapasan dengan hikers lain bisa membuka pintu untuk sebuah keakraban dan menambah kawan;

10. Pelajari hal2x yang harus dihindari, misalnya jenis tumbuhan penyengat dan hewan berbahaya yang ada di sekitar dan situasi khusus lainnya, misal: daerah rawan longsor atau runtuhan batu;

11. Jangan memakai pakaian terlalu tebal karena akan membuat tubuh cepat berkeringat dan merasa haus. Gunakan pakaian secukupnya dan jaket yang sewaktu2x bisa dipakai. Meski berada di daerah dingin, metabolisme tubuh akan membuat tubuh hangat. Penting untuk diingat: saat beristirahat, langsung kenakan jaket untuk menjaga panas tubuh agar tidak menguap;

12. Prinsip ‘Leave No Trace’ harus selalu diingat, jangan membuang sampah sembarangan. Sediakan kantung plastik khusus untuk sampah;

13. Jangan lupa untuk berdoa, memohon keselamatan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi;

14. Be flexible, jangan manja atau mengeluh untuk hal2x yang tidak perlu. Be tough! (I am talking to myself :D)

4 thoughts on “Menyusuri Lembah Aurlandsdalen (3)

  1. Pingback: Menyusuri Lembah Aurlandsdalen (2) « My Life, My Search, My Journey

  2. Pingback: Good Karma « My Life, My Search, My Journey

  3. Felicity

    Yup. Bumi ciptaan Tuhan memang indah. Saya hanya fotografer jadi2xan dan amatiran. Untuk tips, sekedar sharing pengalaman pribadi, syukur2x bisa bermanfaat buat yang lainnya. Salam😀

    Reply
  4. Denmasrul

    Wow.. ternyata bumi kita sangat indah.. saya “tergetar” melihat foto2nya… serasa saya berada disana🙂 Thanks tipsnya… Salam kenal🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s