Jaket 15 Kilo?…

Saat sedang iseng2x melihat foto2x lama, mata saya tertuju pada sebuah foto diri yang terlihat aneh dalam sebuah jaket saat masih berada di Sri Lanka (lihat foto di atas). Setelah Suatu Pagi di Hari Minggu (Sepenggal Cerita dari Sri Lanka-7), episode pengalaman selama di daerah panas ini seperti timbul-tenggelam.

Jaket di atas adalah jaket anti peluru yang wajib dikenakan semua staff PBB (bukan Pajak Bumi dan Bangunan, atau Pecinta Buah-Buahan loh :D…) saat bekerja di daerah konflik aktif seperti duty station saya di Batticaloa yang adalah wilayah pemberontak macan Tamil. Di tempat ini, penduduk mayoritas adalah etnis Tamil yang beragama Hindu, sebagian kecil memeluk agama Islam dan Kristen.

Mengikuti prosedur keselamatan adalah wajib hukumnya bagi para staff. Jika terjadi kecelakaan atau hal2x tak diinginkan, pihak asuransi tidak akan mengganti jika kesalahan memang ada di pihak staff yang tak mengikuti aturan.

Sesuai judul posting di atas. Kali ini saya ingin membahas tentang jaket anti peluru tadi yang beratnya sungguh amit2x, meski tidak pernah ditimbang secara khusus, buat saya berat jaket itu mencapai antara 10-15 kilogram! (perkiraan kasar dan subjektif).

JADI….Bayangkan… *ayoooo…, bayangkan dengan khidmat :D*

Jika berat badan saya hanya 42,5 kg (pengen gemuk tapi nggak bisa2x, help), dan harus memakai jaket 1/3 berat badan, sementara di lapangan harus lincah bergerak dan gesit dalam bertindak, apalagi jika ada kondisi darurat… Sangat amat sukar sekali bagi orang2x seperti saya yang kecil, mungil (untung tidak tengil, hehe) buat beraktivitas…

SUDAH DICOBA?….

Saya sudah mencoba mengenakan jaket ini beberapa kali, namun tetap merasa keberatan (literally speaking). Kesulitan ini dirasakan juga oleh rekan lokal yang laki2x. Alhasil, kami pun kadang nekat pergi tanpa langsung memakai jaket dengan pintar2x membaca situasi. Yang jelas tindakan ini memang beresiko tinggi dan tidak layak dicontoh. Setiap kali ke lapangan dan ke desa untuk tugas monitoring bantuan, jaket dan helm anti peluru tetap kami bawa di mobil dalam jangkauan tangan bersama handset radio. Jika sewaktu2x terjebak dalam kontak senjata, kami tinggal memakai jaket, menghubungi radio room, dan berdoa mohon keselamatan (what else?…).

KOK BERAT SEKALEEE?…

Karena penasaran dengan berat ini, saya pernah iseng2x membongkar isi jaket yang ternyata terdiri dari dua lempengan plat baja (bagian depan dan belakang) dengan tebal yang rrruar… biasa (mengingatkan saya pada lempeng bagian bawah seterika besi jadoel). Pantas saja…

SUDAH PROTES?…

Pernah juga saya ‘protes’ dengan isu berat jaket ini pada Security Officer asal Russia yang baik hati dan tidak sombong (and kinda cool, ehm), tapi dia hanya bilang “Kamu harus pakai! T.I.T.I.K. Jangan berjudi dengan nasib!” Sempat terpikir dalam hati “gimana kalo Russian roulette?”* …kidding😀

Yaya, my 15 kg bulletproof vest…
It’s not a fashion at all.

15 thoughts on “Jaket 15 Kilo?…

  1. Felicity

    Huahaha, bisa aja nih si mbak…. Bener, saya juga kepikiran hal yang sama. Bisa kelelep deh, mati gaya langsung😀

    Reply
  2. Caroline Sutrisno

    whuaa… bisa nangis bombay deh kalo disuruh pake jaket seberat ituh… pake jaket begituan dijamin bikin gw lebih membumi dalam arti sesungguhnya dan tambah pendek. hehehe…

    Reply
  3. Felicity

    @Rintjex: Huahaha, dasar neh…betul2x semangat baja. Kalo bahagia ato nggak, hmmm…gw nggak bisa jawab… Tapi ada cerita seru tentang kehidupan asmara di daerah konflik. Nanti gw bikin postingan berbeda. Thanks for giving me this idea😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s