Di Sini Ada Hantu?… (Bagian 2)

Lanjutan dari: Di Sini Ada Hantu?… (Bagian 1)

Keterangan Foto: Berdiskusi dengan pengungsi yang menengok lahan di desa setelah 5 tahun ditelantarkan. Saya menjadi satu2x perempuan di antara para lelaki (baru nyadar belakangan…, hehe :D)

CELANA JEANS TERSAYANG HARUS DIBUANG
Saat berkunjung ke salah satu desa di pedalaman Aceh, saya dan ketua tim (sebut saja Steven dari Australia) mendatangi lokasi yang sejak 5 tahun tidak pernah didatangi manusia. Penduduk mengungsi ke tempat lain mencari perlindungan. Alhasil, bangunan musholla yang rubuh, jembatan yang hancur, rumah2x yang ditelantarkan, bangunan yang dibakar saat konflik berdiri dikelilingi rimbunan pohon dan ilalang yang tinggi.

Dari penduduk desa tetangga, kami mendengar banyak cerita mengenaskan dan sulit dipercaya yang terjadi… (*censored*). Di salah satu bagian desa, saya dan Steven ingin melihat bangunan yang terbakar. Untuk menuju lokasi, kami harus melewati sebuah jalan setapak, di antara rimbunnya pohon dan semak belukar seperti terlihat dalam foto di atas

Beberapa penduduk lokal yang kami temui, termasuk supir menolak untuk ikut mendatangi lokasi, entah mengapa. Hanya saya, Steven dan seorang penunjuk jalan yang pergi. Rimbunan ilalang menutupi jalan yang kami lalui. Setelah beberapa ratus meter, kami tiba di lokasi, melakukan observasi dan kembali ke mobil. Dari cerita penduduk, saat konflik sedang panas2xnya, banyak mayat ditemukan di lokasi yang kami lewati dalam kondisi tidak utuh. SEEERRRRRR…Saya langsung merinding saat membayangkan kejadian yang pernah ada. Ilalang dan pepohonan menjadi saksi bisu duka dan kepedihan di sana. Suara tangisan dan teriakan sebelum ajal menjemput para korban yang malang seakan ‘direkam’ oleh alam.

Tidak ada kejadian aneh di hari2x selanjutnya. Namun tiba2x saja saya mengalami alergi hebat yang tak pernah dialami seperti biduran, merah dan gatal di kaki. Awalnya saya tidak ambil pusing. Lama kelamaan, setelah obat anti alergi dan sabun anti-septik tidak mempan, saya mulai berpikir, mengapa alergi selalu muncul setiap kali saya mengenakan celana jeans yang sama yang saya kenakan saat mendatangi lokasi di desa terpencil tadi. Meski celana sudah dicuci dan diseterika berulang-ulang selama beberapa kali. Hal ini berlangsung hingga beberapa bulan… (lama betul yah)

Atas saran seorang rekan lokal yang memiliki ‘pengetahuan’ tentang hal2x semacam ini, saya harus membuang celana jeans tadi sebagai ‘tumbal’ untuk ‘buang sial’ (duh kok bisa seh, kenapa harus celana?…).

Dalam bahasa paranormal mungkin bisa dibilang kalau daerah ini ‘tidak bersih’. Berat rasanya, karena ini adalah celana kesayangan, yang pas di badan dan nyaman dipakai. Namun, karena tidak tahan lagi dengan alergi aneh yang ‘hinggap’ di celana jeans itu, saya pun merelakannya. Yah, celana kesayangan pun harus berakhir tragis di tong sampah (selamat tinggal celana jeans-ku tersayang…) Dan alergi aneh tadi pun tidak pernah muncul lagi.

DI SINI ADA HANTU?
Nah, selama berada di Norwegia…saya pikir akan terbebas dari hal2x dan hil2x aneh2x seperti pengalaman sebelumnya. TAPIIIIII…. saya keliru…………..

Kejadian terakhir adalah hari Selasa dua hari yang lalu. Saat musim dingin seperti sekarang, matahari mulai terbenam jam 4 sore. Jam 17.30, saya masih di ruang kantor seorang diri. Pemandangan di luar jendela nampak gelap gulita karena lampu ruangan lain dimatikan, sepi, tanda tak banyak pekerja lain yang masih berada di sana.

Foto: Ruang tempat saya ‘kerja rodi’ setiap hari…


Tiba2x saja… saya mencium bau aneh…yang entah terbawa hembusan angin dari mana.
Hidung pun mencoba mengenali bau tak biasa ini.

Bau kopi (“Aha, paling2x ada yang bikin kopi pake coffee-maker di ujung gang” pikir saya). Tapi…. kok baunya aneh… bau kopi disusul bau gosong seperti terbakar dan… BAU BANGKAI!!!…

Saya mencoba memastikan penciuman tadi dan hasilnya memang positif, bau kopi, gosong dan bau bangkai!… WHAAAAAA…. Tidak ada orang lain di ruangan kiri-kanan saya… Tidak ada langkah2x kaki terdengar di sekitar… Hanya langkah2x kaki orang mondar-mandir berjalan (mungkin) di lantai atas… Tapi, jam2x segini, lantai atas juga biasanya kosong… lalu langkah kaki siapa dong?…. HUHUHU…😦

Saya pun teringat bahwa sejak seharian itu bulu kuduk saya merinding tanpa sebab yang jelas. Karena bau aneh tercium semakin kuat dan tidak mau mengalami yang aneh2x, saya segera mengambil syal, jaket, tas dan KABURRRRRR….

Esoknya, saya bertanya pada bos (orang Norwegia yang tahu banyak tentang Indonesia). Saat itu, ia kebetulan mampir ke ruangan untuk ngobrol2x. Dalam terjemahan bebas:

Saya: “Mmmmm, mo nanya neh…di sini pernah ada kejadian aneh2x nggak?”
Boss: “Aneh2x gimana maksud kamu?” (dengan muka heran)
Saya: “Ya, aneh2x…itu loh…kejadian yang melibatkan sesuatu ‘yang tak kelihatan’
Boss: “(mulai ngeh)Ooooo, itu maksudnya… Kayaknya nggak deh. Emang napa?” *dengan wajah penasaran*
Saya: “Kemaren ada kejadian yang saya nggak ngerti, tiba2x aja kok kecium bau kopi, gosong dan bau bangkai di sini…”
Boss: “Wah, ada2x aja… Saya sih nggak pernah mikirin begituan. Tapi dulu pak X… (keterangan: pak X ini, seorang politikus, yang juga mantan dosen saya di FHUI) dia pernah nanyain hal yang sama juga loh…”
Saya: “O ya?” *penasaran*
Boss: “Iya, dia nanya: DI SINI ADA HANTU? gitu deh…”
Saya: “Napa dia nanya begitu yak?…” *tambah penasaran*
Boss: “Nggak tau tuh. Waktu itu dia datang berkunjung ke sini. Tiba2x aja nanya begituan”…
Saya :(berpikir dalam hati)”Wah, jangan2x Pak X bisa ‘melihat’ juga ato beliau juga penakut kayak saya?“…*melongo*

Foto: pemandangan luar, lewat jam 5 sore biasanya sudah gelap gulita.

Bangunan kantor saya berada di seberang bangunan universitas berumur ratusan tahun. Saat Perang Dunia II, beberapa bagian kota juga hancur karena ledakan bom.

Untung sebentar lagi lokasi kantor akan pindah ke tempat baru.
(PHEWWWW, slamet… slamet…)

Meski harus tetap berpikir positif dan rasional, kadang tetap ada hal2x atau peristiwa yang tak bisa dijelaskan dengan nalar terjadi dalam hidup sehari2x. Masih banyak kejadian aneh yang saya alami, namun karena keterbatasan tempat akan dimuat dalam postingan berbeda (tetaplah berpikir positif! *sambil komat-kamit :D*)

9 thoughts on “Di Sini Ada Hantu?… (Bagian 2)

  1. Pingback: Di Sini Ada Hantu?… (Bagian 1) | My Life, My Search, My Journey

  2. Pingback: Percaya Nggak Percaya | My Life, My Search, My Journey

  3. arqu3fiq

    Masak sih gara-gara Jeans? saya koq ndak percaya ya? Tapi kalau mbak feli tidak gatal-gatal lagi setelah membuang Jeans jauh-jauh, ya saya percaya aja. (tapi masih meragukan)

    Reply
  4. Felicity

    @Caroline: Masak sih mbak?…Wah jadi ngeri?….Apa kebetulan aja? Jauh2x amit2x, jangan sapme ada yang aneh2x…

    @Desny: Iya,saya mau kabur juga, tapi mau kabur kemana jam 2 malem gitu?…(huhuhu)…

    @Rintjez: gw dapet info dari ahli ‘Water and Sanitation’, waktu di Sri Lanka, air di daerah yang kena tsunami memang terkontaminasi. Butuh waktu paling nggak 6-7 tahun untuk alam agar bisa membersihkan dirinya secara alami. Sama say, di Batticaloa, airnya bening tapi bau bangkai gitu deh, bersyukur nggak kena diare.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s