Nehe…Nehe…

Bagi yang pernah melihat film2x India mungkin ingat adegan saat seorang tuan tanah atau tukang pukul jahat (emangnya ada tukang pukul baek2x?… *pertanyaan nggak penting*…) menggoda gadis desa cantik yang sedang berjalan dan menarik2x tangan korbannya, si gadis pun berteriak: “NEHIIII… NEHIIII…!!!” (terjemahan: Tidakkk…. Tidakkk…!!!)

…Tak disangka kata pertama dalam bahasa lokal ini sangat manjur. Saat supir taksi menawarkan tumpangan …

Nah, adegan inilah yang membantu saya menebak arti kata ‘NEHE’ dalam bahasa Sinhala yang beberapa kali tertangkap kuping saat pertama kali mendarat di Bandara Sirimavo Bandaranaike-Colombo. Tak disangka, kata pertama dalam bahasa lokal ini sangat manjur. Saat supir taksi menawarkan tumpangan sambil menarik2x tangan, saya hanya berkata: “NEHE…NEHE…”. Saat supir bajaj setengah memaksa untuk memilih bajaj-nya, saya hanya bilang: “NEHE…NEHE…” Mmmmm, kalau ada cowok guanteng mengajak berkenalan?…Jawabannya pasti bukan Nehe…Nehe lagi dong, tapi HEHE…HEHE…kidding!๐Ÿ˜€


Selain mengatakan “Nehe… Nehe…”, sesuai kebiasaan di Indonesia, bahasa tubuh yang dipakai saat berkata tidak, pasti GELENG2x KEPALA (lah iyalahhh… masa sambil jingkrak2x?…). Ternyata… bahasa tubuh tersebut memiliki arti berbeda di Sri Lanka.

Oktober, 2006

Malam pertama di Colombo, saya tinggal di sebuah rumah keluarga yang ditinggali pasangan suami-istri dari etnis Sinhala, bersama anak, cucu, menantu dan dua orang pembantunya. Saya tidak mengerti pertimbangan pihak kantor mencarikan kamar di tempat ini. Seperti layaknya basa-basi orang Indonesia, isteri sang empunya rumah, seorang perempuan paruh baya yang modis, ramah (atau diramah2xkan?, entahlah…) mengajukan beberapa pertanyaan dalam Bahasa Inggris, seperti di bawah ini:

Si Ibu: ” Kamu datang sendiri ke sini yah?”
Saya :”Iya, memang kenapa, Bu?…”
Si Ibu : (GELENG2x KEPALA…)
“Wah berani sekali… Umur kamu berapa?…”
Saya : ” Bla…bla…tahun”
Saat saya menjawab, si ibu lagi2x GELENG2x KEPALA…
Si Ibu: “Masa?…kamu terlihat jauh lebih muda. Dulu kuliah dimana?”
Saya: ” Di bla…bla…, jurusan bla…bla…”
(Sambil bicara saya mengamati respon Si Ibu yang terus GELENG2x KEPALA)

DUHHH, BU…PLISS DEHHH… JANGAN GELENG2x KEPALA MULU. SAYA AJA PEGEL NGELIATNYA… *suara jeritan hati :D*

Si Ibu: “Wah bagus sekali. Kamu kerja dengan organisasi apa?…Pernah kerja dimana?…”
Saya : “Saya pernah kerja di bla…bla… Sekarang gabung dengan bla..bla…”
Si Ibu: (GELENG2x KEPALA). Teutepppp…
Saya (dalam hati): “Ini Si Ibu napa yak? Apa tongkrongan saya terlihat seperti anak kemarin sore, nggak dipercaya?…Dianggap bohong?… Kok geleng2x kepala mulu, sehhhh…”

(akhirnya karena tidak tidak tahan lagi memendam rasa penasaran, saya pun nekat bertanya)

Saya: “Maap ya Bu, jangan tersinggung. Saya cuma mau nanya. Kenapa Ibu selalu geleng2x kepala setiap kali saya bicara dan menjawab pertanyaan?… Apa Ibu tidak percaya semua kata2x saya?”
Si Ibu (agak terkejut dan TIDAK LAGI GELENG2x KEPALA)
“Wah, NEHE… NEHE… Maaf, saya tidak bermaksud apa2x. Kalau di sini orang geleng2x kepala artinya mengiyakan omongan lawan bicara atau menyimak tanda setuju. Bukan sebaliknya…”
Saya: “Ealahhhh… begitu, yak…ternyata. Terima kasih atas penjelasannya, Bu…” *tetep jaim* (dalam hati mentung2xin diri sendiri menyadari kedodolan yang baru saja terjadi)

Dan sejak peristiwa ini, setiap lawan bicara saya geleng2x kepala di tengah ucapan atau pembicaraan saya, ucapan si Ibu tadi selalu terngiang2x, bahwa si lawan bicara sedang mengiyakan, bukan sebaliknya…๐Ÿ˜€

18 thoughts on “Nehe…Nehe…

  1. Felicity

    @Caroline: ngangguk2x artinya hmmm…artinya apa yah *garuk2x kepala* Wah, saya nggak sempet ngecek mbak, musti balik ke sana lagi neh, kelupaan nanya, hehe๐Ÿ˜€

    @Anno: iya pegel ngeliatnya ajah…

    @Nita: sering seh nonton film India, tapi tetep aja nggak ngerti artinya apa… Baru ngeh deh setelah ketemu langsung. Ternyata…

    @Mbak Ade: Haha, lutju neh mbak Ade๐Ÿ˜€, pake megang kepala segala. Saya baek2x ajah, di sini mulai dingin banget. Tadi jalan keluar, kuping sampe sakit saking dinginnya. Bentar lagi mo berangkat skiing, cihuyyy…๐Ÿ˜€

    Reply
  2. Felicity

    @Jeunglala: Kalo pacar yang diajak meritnya memang wokeh, tetep aja kita terjemahin dia setuju biarpun geleng2x ato angguk2x, terlepas apa dia orang India ato bukan. Hehe, maksaaaa…๐Ÿ˜€

    @-G-: Iya mbak, awalnya mo ketawa pas liat langsung, tapi nggak sopan yah, takut lawan bicara tersinggung. Namanya kebiasaan yang beda, memang harus tetep dihormati๐Ÿ™‚

    @Erik & Aftrie: Makasih sudah mampir๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s