Saya Takut Naik Pesawat Terbang…

Biarpun lumayan sering naik pesawat (jarak pendek, jauh atau sangat jauh), pernah hidup dan bekerja di daerah konflik, bertemu kelompok separatis, dinterogasi dan dibentak2x aparat, nyaris menjadi korban bom bunuh diri, dan pengalaman menguras adrenalin lainnya…. ada satu hal yang paling saya takutkan (ehm, lebih dari menyalakan kompor gas), yakni: NAIK PESAWAT TERBANG!!!…. Jrengggg…

…saya selalu was2x , tiap pesawat mulai take off

Entah mengapa saya selalu was2x tiap pesawat mulai take-off, apalagi jika mengalami turbulensi yang cukup hebat selama beberapa saat. Lebih ngeri lagi jika terbang di musim2x rawan seperti musim hujan atau cuaca mendung dan musim kecelakaan pesawat.

Pengumunan dalam pesawat yang paling saya takuti adalah: “Para penumpang sekalian. Dikarenakan kita sedang terbang dalam keadaan cuaca yang kurang baik… Tolong kencangkan sabuk pengaman anda…bla…bla“, diikuti goncangan silih berganti.

Dalam satu penerbangan (seorang diri) dengan penerbangan yang tiba2x dialihkan ke maskapai lain karena masalah teknis, via rute yang mbulet (berputar2x): Jakarta-Bangkok-Frankfurt-Oslo-Kopenhagen, menuju Lund, Swedia beberapa tahun lalu, saya mendapat tempat duduk tepat di bagian ekor pesawat. Goncangan terasa dua kali lebih kuat (mungkin hanya perasaan saja…). Bisa diduga, bagi saya perjalanan kala itu adalah sebuah siksaan batin nyaris tanpa akhir (jika saja tidak untuk bertemu sang pujaan hati… nggak akan saya bela2xin deh mengarungi separuh bumi dalam sehari..niat benerrr euyyyy…)

Sementara, ketika akan mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh beberapa tahun lalu, pesawat yang ditumpangi terhempas angin, naik dan turun dengan tiba2x beberapa kali. Suasana di dalam pesawat sudah panik, bacaan dan doa2x terlontar dari mulut penumpang lain yang membuat jantung berdebar lebih cepat dari biasanya… (mengerikan…)

HMMMMMM……

Rasa kuatir berlipat ganda jika terbang di wilayah Indonesia dengan maskapai lokal, dimusim kecelakaan pesawat (duh, kok kecelakaan ada musimnya???…). Dari pengalaman terbang dengan berbagai maskapai tadi (mulai yang punya nama besar, hingga yang berstatus meragukan) saya tahu bahwa tinggal masalah waktu saja berita pesawat mengalami masalah ini dan itu akan muncul di media.

Suatu saat pesawat yang saya tumpangi memiliki tempat duduk yang sudah bolong2x mirip kursi bus patas di Jakarta, saat pramugari/pramugara ‘berjualan’ di pesawat, tinggal ditambah pedagang asongan maka situasi akan mirip KRL Jakarta-Depok atau Metromini. Kali lain kabel2x di sisi bagian dalam dekat lantai terlihat keluar berseliweran, sementara penumpang yang masih asyik dengan HP-nya terkesan dibiarkan oleh awak kabin meski pesawat sudah mulai take-off… *speechless*

Menaiki maskapai asing juga tidak sepenuhnya memberi jaminan kenyamanan dan keselamatan. Pesawat KLM yang sering saya tumpangi (karena paling ekonomis) misalnya… dunno why…entah mengapa kadang saya merasa bahwa pramugara/pramugari di atas pesawat tidak memberi layanan maksimal: senyum yang kadang terpaksa, keramahan yang langka (mungkin karena saya hanya penumpang di kelas ekonomi yah), makanan yang itu2x saja, pesawat yang kadang terkesan kumuh (maaf… ini hanya pengalaman pribadi, jangan digeneralisir…)

Saat terbang dengan sejumlah maskapai seperti Singapore Airlines, SAS, Lufthansa dll pelayanan yang diberikan memang lebih baik. Tapi… tetap saja jantung berdebar lebih kencang ketika pesawat sedang take off, bergoncang di tengah penerbangan atau menjelang landing (memang dasar penakut…)

LALU?…

Biasanya, ada beberapa aktivitas yang saya lakukan untuk mengalihkan rasa takut terbang ini, yakni:

1. Mengobrol dengan tetangga tempat duduk. Untuk yang satu ini memang tergantung nasib. Jika beruntung, ada kawan seperjalanan yang asyik diajak ngobrol. Saat bepergian seorang diri, saya berharap agar bisa mendapat tetangga duduk yang supel…syukur2x cowok guanteng yang baik hati dan tidak sombong (namanya juga berharap, pasti yang bagus2x lah… :D).

Untung…T belum mengerti Bahasa Indonesia,…saya bisa menulis apa saja di blog pribadi ini, huehehe :D… *tertawa jahat seperti di film2x*

2. Membaca majalah dengan topik ringan yang tak perlu mengerutkan dahi saat dibaca. Melihat warna-warni dan tampilan majalah yang menarik sudah cukup menyegarkan mata dan hati.

3. Mendengarkan musik di headset atau menonton film. Karena termasuk sensitif dengan bunyi2xan yang tidak jelas, saya memilih untuk mendengarkan alunan musik di headset sepanjang jalan, termasuk saat tidur. Musik klasik adalah salah satu favorit di masa2x tidak menyenangkan ini.

4. Pasrah dan dalam hati menyebut semua doa2x yang saya ingat (kalau bisa, doa semua agama saya sebut deh …)

Karena rasa takut terbang ini, saya membatalkan ajakan seorang profesor untuk kunjungan kerja di beberapa daerah di Indonesia bulan Desember mendatang. Sebuah kesempatan yang menarik… sayang beliau tidak tahu bahwa alasan utama saya menolak adalah alasan yang mungkin sepele namun menganggu buat saya: I AM AFRAID OF FLYING…..

(mohon maaf kalau posting kali ini menjadi ajang curhat)


Dohhh, mengapa perjalanan antar waktu atau antar dimensi seperti di film Star Trek belum tercipta?… seandainya untuk menuju ke satu tempat nggak usah repot2x antri check-in, angkat-turun bagasi, sport jantung saat turbulensi…. Kenapa sih kok saya penakut buat yang satu ini?…

36 thoughts on “Saya Takut Naik Pesawat Terbang…

  1. Ailtje Binibule

    Aku takut ketinggian, tapi gak pernah takut terbang, karena pesawat terbang selalu tertutup. Tapi saya paling anti maskapai abal-abal macam Merpati. Sekali waktu pernah disuruh ke Timor Leste naik Merpati, duh mau nangis rasanya, tiket udah di tangan. Tiba-tiba ada krisis besar di kantor dan semua perjalanan dibatalkan. Tiket pun dihanguskan. Huwa, rasanya seneng banget.

    Reply
    1. Felicity Post author

      Wah… nggak kebayang deh kalau saya jadi dirimu musti naik maskapai yang kita nggak sreg….

      Saya pernah naik Merpati ke pedalaman Papua… Syukurlah aman2x saja…konon pilot2x mereka itu paling berani loh bermanuver dan paling kenal medan di daerah pedalaman karena sudah pengalaman…. pernah dulu naik maskapai Lion Air ke Papua juga…. pas mendarat roda depannya pecah…. ngeri banget….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s