Teknik Gendong Bayi Meneketehe

Keterangan: Nama teknik gendong bayi ‘Meneketehe’ adalah nama asal2xan. Dilarang membaca terlalu serius, mempercayai atau meyakini bahwa nama tersebut adalah benar adanya. Penulis tidak bertanggung-jawab atas salah interpretasi, miskomunikasi ataupun kesesatan informasi yang mungkin terjadi setelah membaca postingan berikut ini๐Ÿ˜€

Saat sedang merapikan tumpukan majalah lama, tanpa sengaja mata ini tertuju pada sebuah iklan di majalah ‘KK’ (salah satu majalah perempuan terbesar di Norwegia, mungkin mirip ‘Kartini’ atau ‘Femina’ di Indonesia). Iklan sederhana itu menampilkan gambar ibu2x yang sedang menggendong bayinya (lihat foto).

…Di atas trem… saya ‘memergoki’ seorang ibu sedang menggendong bayinya … dengan cara yang unik …

Gambar tadi mengingatkan pada kejadian beberapa bulan lalu saat berada di atas trem di tengah kota Oslo. Saya ‘memergoki’ seorang ibu sedang menggendong bayinya dengan kain, dengan cara yang unik (baca: aneh)…yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Dari pengamatan singkat, saya membayangkan bahwa kain yang digunakan pastilah lumayan panjang dan sedikit rumit untuk bisa menghasilkan sebuah teknik gendongan bayi yang nyaman.


Saya teringat kebiasaan para ibu baik di perkotaan atau pedesaan pulau Jawa yang pernah dilihat. Mereka menggendong bayi dengan sehelai kain jarik (umumnya bermotif batik) yang disampirkan di dada sebelah kiri atau kanan atau pun di punggung. Sementara teknik gendong bayi ‘aneh’ ini, menggunakan kain yang cukup panjang (lebih panjang dari kain jarik ala Jawa), tidak terlalu lebar, dengan warna polos dan posisi simetris di bagian tengah dada depan atau punggung.

Kain polos ini selanjutnya di-uwel2x (keterangan: huruf ‘e’ pepet, diucapkan seperti pada kata: kendi, beli, seni, sedih, ikan teri dll; terjemahan ngawur: dililitkan, digulung, atau diacak2x… got it?) sedemikian rupa untuk menghasilkan gendongan yang mengesankan keseimbangan.

Sekilas teknik gendong mengingatkan pada film ‘Oshin’ serta ibu2x di pedesaan Tibet dan Mongolia yang pernah saya tonton di Discovery Channel. Saya menebak2x bahwa si ibu pastilah imigran dari salah satu negara Eropa atau penduduk asli yang meng-import teknik gendong ini saat berkunjung ke daerah eksotik di pegunungan Himalaya nun jauh di sana.

TERNYATA SAYA KELIRU…

Dan…T menjelaskan bahwa cara gendong dengan teknik ini terinspirasi dari teknik yang dipakai oleh ibu2x di Afrika, selanjutnya dipopulerkan oleh perusahaan yang memproduksinya secara massal sejak beberapa tahun terakhir. Saya hanya bisa melongo dan manggut2x mendengar penjelasan ini. Ia juga merasa heran atas keheranan saya. Lha jelas heran toh, wong ini kan negara sampeyan…… Meneketehe??? (baca: (bagai) mana (a) ku tahu???… Terjemahan: gimana gw bisa tau???… Pliss dehhh… ).

Harga kain jarik ala Norwegia ini ‘hanya’ 549 NOK (sekitar Rp. 940.000.-)… Ada yang berminat?… (jika ‘ya’, silahkan menghubungi penjual kain jarik yang bersangkutan di lokasi terdekat. Contact person-nya?… Meneketehe… Saya kan hanya blogger, bukan distributor…)๐Ÿ˜€

Moral of the story: Jadi seorang ibu itu tidak mudah. Harus bisa menemukan teknik gendong yang pas, tidak njelimet, praktis, fungsional, tidak bikin pegel2x pundak, tidak jadi pusat perhatian karena teknik yang aneh dan pastinya harus tetap gaya dong…. Hidup Ibu2x!!! Yeahhh…๐Ÿ˜€

Catatan: Foto2x diambil dari majalah ‘KK’ Edisi No.16/April/2007

36 thoughts on “Teknik Gendong Bayi Meneketehe

  1. putri

    baru2 ini aku lihat temen aku gendong bayinya lucu, aku cari2 di internet eh ketemu ini n mirip cara gendongnya,….
    klo skrang kira2 berapa ya harga kain gendong itu???

    Reply
    1. Felicity Post author

      Wah….saya nggak tahu berapa kira2x harganya sekarang…. mungkin nggak jauh beda…. hanya agak mahal sedikit… Mungkin ya…๐Ÿ™‚

      Reply
  2. Felicity

    @anno: iya, nyaman. Mengingatkan gw pada bayi koala di kantong ibunya. Ribet?… emberrr๐Ÿ˜€

    @utchanovsky: iya ada yang model kayak tas, kayak keranjang dll. Kreatif yah…๐Ÿ˜€

    @Retrira: Husshhh….jangan bikin gosip dan ‘kerusuhan’ di blog ini yah… Terlepas dari benar tidaknya gosip tadi (nggak jelas banget). Hehe๐Ÿ˜€

    @Silly: wesss, digendong suster yah?… Mayan, nggak pegel2x… Yup, mahal emang, sayang buat diompolin dan sebangsanya, musti pake diapers kalo make gendongan mahal kali ye…๐Ÿ˜€

    @Ria: wah bingung ngejawab pertanyaannya. Siap nggak siap gitu deh… Ngebayangin ‘tantangan’ yang ada, gw jadi lebih menghargai perjuangan dan pengorbanan para ibu…

    @madaff: pake yang instant yah…boleh juga. Kalo Daffa punya adek, musti siap2x gendongan lagi deh. Saya sih selalu siap digendong mbak, males jalan…apalagi naik tangga, hehe๐Ÿ˜€

    @noer: iya mahal bener, mending kain jarik. Moga2x saya nggak dipelototi orang di sini kalo nanti pake kain jarik. Musti siap mental dulu๐Ÿ˜€

    @astrid: hehe, iya mbak tahu… Saya kan alumni IBDKJ (Ikatan Bayi dan Kain Jarik) cabang Jakarta Timur (asalll…)๐Ÿ˜€

    @mata: Iya, teknik yang baik menghasilkan gendongan yang baik pula๐Ÿ˜€

    Reply
  3. Felicity

    Buat semua: Makasih sudah mampir yah. Maaf baru sempet membalas komentar sekarang.

    @Anang: bentar, saya panggil temen saya si Hulk buat bagian gendong-menggendong… Berat euyyy…

    @namada:iya, namanya seh asal aja…, tapi tekniknya boleh juga meski rada ribet๐Ÿ˜€

    @Cipu: haha, ternyata… lagi cari calon istri toh?… Boleh… nanti gw pasang pengumuman khusus ato iklan baris neh?…๐Ÿ˜€

    @Meidy, ya enak buat gendong bayi dong… masa gendong sayuran, hehe… Salam kenal juga yah…๐Ÿ˜€

    @pingin ngeblog: emang kayaknya ribet, sempet kepikiran ngeri juga kalo bayinya malah kebelit kain ato keburu nangis karena kelamaan nyiapin gendongan. Salam kenal juga๐Ÿ˜€

    Reply
  4. astrid savitri

    Wah, ribet banget kayaknya…tapi rasa2nya enggak ada yg sepraktis ibu-ibu disini menggendong bayi-nya dgn jarik deh! eh- tau jarik, kan?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s