Ski Lagi… Ski Lagi…

Sesuai dengan postingan sebelumnya, sepanjang musim dingin berbagai aktivitas di alam terbuka menjadi agenda rutin. Meskipun tinggal di kota ‘besar’ seperti Oslo, akses ke lokasi ber-ski, aking (sledging), ice skating, ice-hockey dan semacamnya bukanlah persoalan dan dapat ditempuh dalam beberapa menit dengan mobil, trem atau kereta.

jalur menuju pegunungan dipadati…arus berangkat …dan arus balik

Di akhir pekan, jalur perjalanan menuju daerah pegunungan biasanya akan dipadati oleh arus berangkat kendaraan (Jumat sore) dan arus balik (Minggu malam) ke/dari kabin keluarga atau ski resort di luar kota. Hal ini mengingatkan pada daerah Puncak di Jawa Barat yang mengalami kemacetan serupa di akhir pekan.Foto: Kabin yang berselimut salju


‘Ski tur’ bisa menempuh jarak pendek antara 5-15 km hingga jarak jauh (lebih dari 20 km) yang memakan waktu satu jam hingga sehari penuh. Biasanya, di tengah perjalanan kita bisa mampir ke kedai di salah satu kabin yang menjual wafel, saft (sirop) atau coklat hangat. Jika ber-ski di lokasi yang tidak terlalu ramai, maka ‘matpakke’ (bekal makan siang) pun harus disiapkan.

Foto: Jalur ski yang melewati lembah, bukit dan danau es

Yang harus diingat saat ber-ski adalah memperhatikan pakaian yang dikenakan agar tidak terlalu tipis (bisa kedinginan) ataupun terlalu tebal yang membuat tubuh berkeringat dan mengeluarkan banyak cairan (membuat cepat lelah).

Foto: Mirip kegiatan Pramuka ya…😀

Kadang, bersama sejumlah rekan lain acara ber-ski dipadukan dengan BBQ bersama dengan ayam bakar dan roti bakar di atas tungku kayu mirip kegiatan Pramuka (scout) di Indonesia. Kebetulan, kawan2x kami yang menyukai aktivitas seperti ini memang sebagian besar mantan anggota pramuka aktif di sini (termasuk saya yang jujur, rendah hati dan tidak sombong –hanya kadang2x belagu– ini, hehe :D)

Biasanya, usai acara bakar-membakar dengan tungku kayu, bau asap akan terus melekat di jaket selama beberapa hari dan harus diangin2xkan di luar ruangan paling tidak selama seminggu untuk mengusir bau tersebut (no pain, no gain you know)

Foto: Ayam bakar di atas salju. Yummy!…

Foto: Adonan Roti setengah matang yang dikaitkan di atas kayu sebelum dibakar

Satu hal yang kadang membuat saya geleng2x kepala adalah kedekatan penduduk Norwegia dengan alam. Bayi yang belum bisa berjalan pun sudah diajak ber-ski dalam kereta khusus yang dikaitkan ke pinggang si ayah atau ibu yang ber-ski. Saat si anak mulai bisa berjalan, alat2x ski khusus untuk anak dan teknik ber-ski pun diperkenalkan. Tak heran saat ber-ski kita akan menjumpai anak2x balita yang pandai ber-ski melewati jalur yang sama untuk dewasa.

Foto: Morten (4 tahun) yang sudah mahir ber-ski (saya ngaku kalah deh :D)

Foto: Jon (18 bulan) sedang ngambek dan mogok untuk digendong (duh, ngambek guling2x kok di atas salju begitu seh. Dingin, nak… dinginnnn… Hehe, sok jadi ibu2x, padahal ibunya si Jon sendiri aja cuek :D)

Foto: Aking (sledging) aktivitas musim dingin yang tak kalah seru.

Waktu ber-ski tak kenal batasan, pagi, siang, sore usai jam kantor ataupun malam hari di bawah cahaya bulan. Minggu lalu, saya bersama T dan beberapa kolega ber-ski mulai pukul 8 malam (matahari terbenam jam 4.30 sore) dan kembali ke Oslo pukul 11 malam menanti terbitnya Sang Bulan Purnama. Sungguh pengalaman tak terlupakan. Ber-ski dengan cahaya terbatas adalah tantangan tersendiri, belum lagi suhu yang mencapai -15C (minus 15 derajat Celcius). Brrrrr…

Dalam perjalanan kembali, tiba2x saya merasakan hidung, pipi, kaki, jari tangan membeku dan kebal rasa. Di tengah malam yang dingin dan berkabut nafas pun serasa sesak dan tercekat. Dalam keadaan seperti ini tak ada pilihan lain selain terus melaju di atas ski sambil melakukan senam muka, senam jari2x tangan dan kaki agar aliran darah tetap lancar. Yang perlu diwaspadai adalah kebal rasa yang disertai bercak putih karena ini menandakan aliran darah yang beku dan rawan ‘frostbite’.

Bagi yang tidak biasa, aktivitas luar ruangan bisa membuat badan pegal2x selama beberapa hari sesudahnya. Namun, jika rutin berlatih makan tubuh pun akan beradaptasi dan rasa pegal akan hilang dengan sendirinya. Pemandangan yang indah, udara pegunungan yang segar dan bersih serta stamina yang terjaga adalah nilai tambah berolahraga di alam terbuka.😀

12 thoughts on “Ski Lagi… Ski Lagi…

  1. nietha

    Ga bakalan bisa ber ski ria sekalipun ada kesempatan nih. Aku alergi dingin, bisa bentol2 sekujur tubuh kalo kena salju.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s