Jodoh…Jodoh… Where are you?….

Banyak yang bilang kalau jodoh tidak perlu dicari… Namanya juga jodoh pasti akan bertemu atau dipertemukan mengikuti suratan takdir (destiny). Yang menjadi pertanyaan selanjutnya… Apa memang begitu?….

Reaksi teman2x yang menjomblo pun beraneka ragam, ada yang cuek dan tenang2x saja, ada yang sibuk kasak-kusuk kiri kanan depan belakang, hingga bertanya pada dukun. Jrenggggg….


Saat bertugas di Batticaloa, saya sempat takjub dengan cerita Dheva (bukan nama sebenarnya) seorang rekan organisasi lokal. Di suatu akhir pekan, saat asyik mengobrol santai di teras kamar kos tiba2x Dheva berkata dengan mimik serius…

Dheva: “Feli, tolong saya dong… Kalau ada temen kamu yang masih single ajak kenalan ya… Siapa tahu jodoh…”

Saya Yang Baik Hati dan Tidak Sombong (SYBHdTS) :D…berpikir sebentar…
” O, ya… Ada tuh, di kantor masih single. Kamu mau yang kayak gimana?

Dheva: “Nggak muluk2x yang penting perempuan baik2x dan siap nikah”

SYBHdTS:” Yakin cuma itu aja kriterianya?…” *menyelidik iseng*

Dheva:” Kalo bisa yang lumayan cantik, berpendidikan, bisa diajak diskusi, dari keluarga baik2x dan memiliki astrologi yang sesuai buat saya…”

SYBHdTS:(dalam hati) “Tuh kan… pasti berenteng deh kriterianya…. Standar banget yak: penampilan fisik, bibit, bebet, bobot….Tapi ada satu kriteria unik: ASTROLOGI. Hmmmm, kenapa konstelasi perbintangan nun jauh di atas sana juga terlibat????…

“Maksud kamu apa dengan astrologi? Apa ini terkait dengan rasi bintang seperti Aquarius, Cancer, Gemini, Virgo, Leo begitu?” (cuma ini yang saya tahu untuk urusan astrologi, harap maklum… saya bukan dukun, hehe:D)

Dheva:”Iya, dulu waktu saya lahir saya dibawa ke orang pintar dan diramal. Dalam kepercayaan yang kami anut lahir, mati, jodoh, nasib, peruntungan, kesialan, semua sudah digariskan. Konstelasi bintang, bulan, matahari, jam, hari, tanggal tahun kelahiran menggambarkan jalan hidup kita ke depan… Buat jodoh, saya diramal bakalan merit dengan seorang perempuan dari tempat jauh tapi dekat…”

SYBHdTS:(dalam hati) “Hmmmm, sampai sedetil itukah?… GLEKKKK… Apa coba maksudnya? Jauh tapi dekat… Yang ada juga jauh di mata dekat di hati, bukan begitu?😀

“Maksud kamu apa ‘jauh tapi dekat’?…” *penasaran*

Dheva:” Iya si perempuan berasal dari daerah lain, tapi dia tinggal di dekat saya, bukan penduduk asli gitu…”

SYBHdTS:” Ehm, bukan saya kan?… Saya bukan penduduk asli loh…” * iseng bertanya tapi ngeri, T mau ditaruh dimana coba????… ge-er mode: on .*

Dheva:”Nggak lah. Harus yang satu keyakinan dengan saya dan memiliki kartu astrologi yang cocok. Nanti saya tunjukkan kartu hasil ramalan saya deh ke kamu. Setiap anak –bahkan sejak bayi– dalam kepercayaan saya punya kartu kayak begini”

SYBHdTS: (dalam hati) “Wessss, ada kartu ramalan segala…. Yang saya tahu selama ini cuma Kartu Menuju Sehat (KMS) buat bayi untuk dibawa saat cek rutin di Posyandu…. (mantan tetangga bu bidan sehhh…😀.)

“Iya deh nanti setiap saya ketemu calon potensial yang available dan satu keyakinan dengan kamu, yang pertama saya minta pasti fotokopi kartu ramalan dia untuk dicocokkan dengan punya kamu…”

DAN… waktu pun berlalu….

Kesibukan pekerjaan dan situasi konflik membuat kami jarang bertemu sebelum akhirnya berpisah dan kehilangan kontak.

Beberapa bulan lalu, saat kumpul2x dan ngobrol bersama, Øyvind seorang rekan asal Norwegia yang bekerja di Mozambique tak sengaja bercerita tentang sebuah ajang pelatihan di Kenya yang melibatkan sejumlah peserta dari berbagai negara, termasuk salah satu deskripsi yang familiar: yup… Dheva!…. What a small world!

Dari Øyvind, saya tahu bahwa Dheva sudah menikah dengan gadis tetangga kos yang berasal dari tempat jauh (beda distrik). Mendengar kabar ini saya hanya bisa berbahagia dari jauh untuk Dheva dan mendoakan yang terbaik baginya. Hmmm. akhirnya Dheva menemukan jodohnya: perempuan dari tempat jauh, tapi dekat…

JADIIIII…..

… dari pertanyaan apakah faktor yang menentukan untuk menemukan jodoh, soulmate, belahan jiwa atau belahan hati?
a. Nasib atau suratan takdir
b. Keberuntungan
c. Perjuangan dan kerja keras
d. Kombinasi ke-4 hal di atas

Jawabannya: terserah anda…😀

Hmmmm, buat saya menemukan jodoh yang dinanti dan dicari, satu orang dari sekian milyar manusia di bumi (ehm, bener nggak sih jodoh kita cuma satu?… *berpikir*), bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami alias gampang-gampang-susah dan susah-susah-gampang… Nah loh, balik ke nasib lagi deh…

30 thoughts on “Jodoh…Jodoh… Where are you?….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s