No Spam, Please…

Entah bagaimana, inbox email saya menerima banyak sekali email spam (sampah nggak penting) yang 99% berbau scam (ada unsur penipuan). Setiap hari tak kurang dari 5 email semacam ini masuk ke kolom ‘spam’ …tak jarang satu dua terselip di antara ‘inbox’ email biasa.

Kalau tidak salah ingat, email semacam ini mulai marak di awal tahun 2000-an. Kantor tempat saya bekerja yang bergerak di bidang kemanusiaan mendapat satu-dua email di mailing list yang bernada ‘memelas’ mohon bantuan dengan prolog kisah yang sangat BOMBASTIS dan DRAMATIS seperti kurang lebih:

“Perkenalkan saya adalah Princess Bala-Bala dari negeri Ujung Langit yang baru saja mengalami revolusi. Ayah saya Jenderal Berkumis Tebal telah terbunuh oleh pasukan pemberontak, beliau memiliki banyak warisan sebesar USD 1000000000000000000000000 (banyak banget deh nol-nya :D). Saya adalah pewaris tunggal… Namun untuk bisa mencairkan warisan itu saya membutuhkan data:
Nama anda:….
Nama Bank dan Nomor Rekening….
Anda akan mendapat bagian 20% dari warisan tadi jika telah cair…. bla…bla…

Intiya, si scammer menginginkan DATA PRIBADI dan DATA KEUANGAN korban… Buntut2xnya nih….yang saya baca di internet…. Jika si korban tertarik dan mengirimkan data yang diminta, si penipu jahanam akan sedemikian rupa membuat justru si korbanlah yang akan transfer uang ke dia…. Nah loh…. kok bisa?… Namanya juga tipu-menipu…

Model scam lainnya adalah tawaran berinvestasi di negeri antah berantah yang buntut2xnya si korban diminta mengirimkan sejumlah uang ke rekening penipu untuk melicinkan urusan.

Yang sering membuat saya jengkel adalah penggunaan embel2x agama untuk menipu…. Bayangkan sodara2x…. jelas2x si scammer mau menipu… tapi…. KOK TEGAAAA…. YAAAAA… memakai simbol2x religius….bawa2x nama Tuhan segala….Ckckckck…. Entah sudah digadaikan dimana moral si penipu tadi…

Berikut adalah contoh email spam …

Judul email tadi dapat dibagi ke dalam beberapa kategori:
1. Berkedok sebagai ‘orang dekat’ entah teman, kekasih, kolega seperti:

“Hi, dear…”
“I love you”
“This is the meeting report”
“Check-out this holiday pictures!”

2. Berkedok tawaran bisnis dengan embel2x kata:

“Business proposal”
“Your investment”
“The payment”

3. Berkedok bahwa kita menang undian atau lotere:

“You won!”
“Congratulation….Your email won!”

4. Berkedok butuh bantuan:

“Please help me”
“Urgent help needed”

5. Bernada SOPANNNNNN…. SEKALEEEE…. memakai salam keagamaan dan embel2x lain buat meyakinkan bahwa si penipu adalah orang baik2x.

Sudah menjadi rahasia umum (hmmmm mungkin bukan rahasia lagi ya) bahwa negara ‘pengekspor’ scammer terbesar adalah Nigeria…. Karenanya ada istilah 419 scam yang merujuk ke pasal dalam KUHP Nigeria yang terkait dengan penipuan. Sepertinya pemerintah negara ini berusaha mati2xan membersihkan imej mereka yang sudah sangat buruk di kancah internasional.

Ada pula istilah ‘scam baiting’ yang menurut mas wiki: “….also known as counterscamming, is the practice of feigning interest in a fraudulent scheme in order to manipulate a scammer. The purpose of scam baiting might be to waste the scammer’s time, cause them embarrassment, cause them to reveal incriminating information which can be passed on to legal authorities, waste the scammer’s money, or simply for the baiter’s amusement…” Intinya mereka mengerjai balik si penipu dengan berbagai cara.

Salah satu website scambaiter terkenal adalah 419eater.com yang telah beranggotakan 24,000 orang. Saya sendiri kadang tertawa geli saat melihat si scammer yang dikerjai. Biasanya pemburu scammer mensyaratkan sesuatu jika si penipu ingin mendapat uang (dan ia tidak sadar sedang dikadali). Permintaan itu misalnya memasang tulisan aneh bin ajaib seperti  ‘SAYA BODOH’, ‘SAYA SEORANG PENIPU’, atau memakai hanya celana dalam atau embel2x aneh lainnya.

Nampaknya kebanyakan dari para scammer adalah mereka yang kurang berpendikan, ingin cepat kaya, tidak punya pekerjaan lain dan skill memadai (hanya kemampuan memakai internet dan bahasa Inggris seadanya)

Sejumlah stasiun TV terkemuka seperti BBC dan ABC pernah membuat program dokumenter tentang penipuan semacam ini. Dalam salah satu segmen nampak bahwa penipu yang tertangkap tidak merasa bersalah sama sekali, kurang lebih mereka mengatakan: “Kita nggak menipu… Yang jadi korban itu kan orang2x kaya…mereka punya banyak dollar. Salah mereka sendiri yang RAKUS dan termakan iming2x uang…” 

HELLOOOOOO!!!!….jangan salah…. yang jadi korban tak jarang adalah orang2x naif, mbak, mas, pensiunan, ibu2x, oma atau opa yang berniat ‘membantu’ si pengirim email yang dikira memang dalam kesulitan. Memang tak sedikit yang memang tertipu karena iming2x keuntungan yang mungkin didapat (tapi tetep ye… yang namanya menipu adalah menipu… t-i-t-i-k . Nggak usah ngeles dan balik menyalahkan korban. Plisss deh… Grow up! )

Dalam salah satu program dokumenter juga nampak bagaimana para scammer beraksi di warnet2x. Saat digerebek, nampak layar2x komputer yang dipenuhi dokumen2x ‘bisnis’ yang ternyata saling di copas di antara mereka. Terlihat juga sebuah rumah besar hasil dari penipuan… Satu hal aneh lainnya adalah adanya semacam ‘kompetisi’  tentang siapa yang berhasil menipu paling banyak dan paling besar… WELEH…WELEH….

DUNIA MEMANG SEMAKIN ANEH…

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/419eater.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Scam_baiting

13 thoughts on “No Spam, Please…

  1. Indira

    saya juga males tuh mbak kalo dapet email2 sampah macam begitu, langsung di delete dengan segera, heheh. pa kabar mbak?? kangen lama gak berkunjung ke sini🙂

    Reply
    1. Felicity Post author

      Yup, langsung didelete aja…. Kabar baik say…. Gimana kabar dirimu juga….. jarang ngapdet blog, sibuk yah🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s