Anak-anak Super Pede

 

Banyak cerita2x aneh bin ajaib yang saya dengar seputar pengalaman berinteraksi dengan anak. Berikut adalah beberapa diantaranya…

*****

 Papa Saya Pengacara

Suatu siang yang cerah, rombongan yang terdiri dari 5 anak dari sebuah TK di Oslo sedang mengadakan acara outdoor. Acara ‘topptur‘ (mendaki ke puncak bukit) kali ini ditemani oleh seorang guru pembantu, Anna yang berasal dari Jerman dan kini menetap di Oslo. Setelah sekian lama berjalan, kelompok yang dipandu Anna kehilangan jejak. Rombongan berhenti sejenak.

Anak 1 : “Kayaknya kita tersesat deh, iya kan?”
Anna: “Nggak kok, saya lagi berusaha cari jalan. Kita berhenti buat istirahat”, Anna berusaha terlihat tenang sambil melihat peta.
Anak 1 lagi: “Kalau kita tersesat nanti saya panggil papa saya. Dia pengacara. Kamu bakalan dituntut!” *dengan nada bengis*
Anak 2 : “PAPA SAYA POLISI!, nanti kamu bakalan ditangkep masuk penjara” *ikut2xan*
Anak 3: “PAPA SAYA DOKTER…Nanti kamu bakalan disuntik!” *tidak mau kalah*
Anak 1 yang semakin bertingkah : “PAPA SAYA PENGACARA TAUUUUU!!!!!…. NANTI KAMU BAKALAN DITUNTUT KALO KITA TERSESATTTT!!!!…” *sadis*
Anna (dalam hati): “DIAMMMMMMM!!!!!!!….. Kalian para troll cilik semua!!! ARRRGHHHH##%%%¤¤%&&%¤¤…. Saya sedang berkonsentrasi!!!”
Anna berusaha keras untuk tetap bersabar dan berkepala dingin. Tidak banyak yang bisa ia lakukan selain menenangkan anak2x yang mulai bertingkah. Akhirnya mereka menemukan jalan yang dicari dan tiba ke tempat tujuan dengan selamat.

 Diceritakan oleh sang guru pembantu yang mengeluh menderita stress temporer kala harus berurusan dengan anak2x rese.

🙂🙂🙂🙂🙂

————————————

Saya Memang Pintar…

Suatu hari Elisabeth (5 tahun) beserta ayah dan ibunya mengunjungi sang oma. Tiba di apartemen oma yang luas dan nyaman, Elisabeth langsung menuju ke pojok ruang tamu tempat oma biasa duduk.

Elisabeth: “Oma, boleh saya MENONTON TV?”
Oma: “Boleh”
Elisabeth: “Saya mau nonton channel 4, acara DISNEY buat anak2x”
Oma: “Boleh”
Sang oma kemudian menyalakan TV, mengganti channel TV sesuai yang diminta sang cucu.
Dengan santai, Elisabeth duduk di kursi kesayangan oma di depan TV.

Elisabeth: “Wow, saya bisa nonton TV di sini. Makasih oma… AHHHHHH….SAYA MEMANG PINTAR……”

 Diceritakan oleh sang oma yang takjub dengan ulah sang cucu.

🙂🙂🙂🙂🙂

————————————

Untung Ada Saya

Sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak perempuan (Birte, 6 tahun) dan anak laki2x (Gunnar 5 tahun) pergi ski bersama. Jalur yang dilewati bercabang dua namun masing2x cabang menuju ke titik akhir yang sama. Mereka pun mengadakan kompetisi beregu siapa yang paling cepat tiba di tujuan. Sang ibu satu kelompok bersama Birte, sang ayah satu kelompok bersama Gunnar.

Gunnar: “Untung saja pembagian kelompoknya ADIL. Masing2x kelompok punya orang yang JAGO BER-SKI”
Ayah: “O ya?… memang SIAPA yang jago ski?” *penasaran*
Gunnar: “Dikelompok cewek itu MAMA yang jago…. Di kelompok kita ya JELAS…SAYA YANG JAGO….

 Diceritakan oleh sang ayah yang takjub atas tingkat kepedean anaknya.

🙂🙂🙂🙂🙂

————————-

 KESIMPULAN: ANAK-ANAK JAMAN SEKARANG MEMANG SEMAKIN CERDAS DAN RESE PEDE… WASPADALAH!!!….😀

9 thoughts on “Anak-anak Super Pede

    1. Felicity Post author

      Eh…. ada Denmasrul… Welcome back!🙂

      Iya, anak2x di sini lebih berani berekspresi dan kritis… sebagai guru harus lebih extra sabar…ini pengakuan dari temen2x yang kebetulan jadi guru di sini.

      Reply
    1. Felicity Post author

      Hahaha…. si Anna ngaku kalo dia juga berpikiran begitu…. Tapi ya namanya anak kecil ya…. Harus sabar ngadepinnya😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s