Wartawan Dadakan

Dua minggu lalu saat menemani T dalam kunjungan kerjanya di Mjölby-Swedia, saya sempat mengalami momen ‘WHAT AM I DOING HERE???…’ alias…. Ngapain yaaaa …saya kok bisa ada di sini???… Entah bagaimana, saya sudah berada di sebuah ruangan kerja yang kosong di lokasi… SIRKUIT BALAP MOBIL

Sementara menunggu T melakukan presentasi di ruangan lain, saya menghabiskan waktu menunggu dengan membaca buku. Sulit sekali berkonsentrasi dengan suara percakapan dan langkah2x kaki hilir mudik manusia di koridor tanpa henti. Setelah 15 menit, konsentrasi pun betul2x buyar karena sesosok mahluk tinggi dan ganteng bin rupawan tiba2x masuk ke ruangan. Nafas saya pun tercekat antara takjub dan tidak percaya karena tiba2x ada Robert Pattinson si ganteng di hadapan mata… (haha, sok dramatis...)

Si Ganteng yang tingginya sekitar 185 meter, berpakaian modis dengan jaket abu2x dan tas kantor kulit menyilakan saya memakai ruangannya karena tidak banyak yang harus ia lakukan hari itu. Kami duduk hampir berhadapan di meja yang sama. Saya berpura2x membaca buku, Si ganteng membuka PC kantornya. Setelah melihat bahwa ada ‘ruang’ untuk bercakap2x, didorong oleh rasa bosan dan keingintahuan mulailah saya mengajukan sejumlah pertanyaan yang di jawab dengan senang hati. Dan sayapun menjadi WARTAWAN DADAKAN…

Berikut hasil interview singkat (yang serius tapi santai) tersebut….

Tanya (T): Kenapa sih cowok kok suka balap mobil atau balap motor?… Karena gengsi biar terlihat ‘cool’ atau gimana gitu?…
Jawab (J): Ada beberapa alasan:

1. Faktor minat (interest)

Cowok suka dengan hal2x yang berbau teknis dan mekanis… Ada rasa penasaran buat mengerti cara kerja mesin dan sejenisnya. Ada rasa puas kalo dia memiliki pengetahuan dan penguasaan teknis apalagi kalo lebih jago dari temen cowok lainnya.

2. Jiwa kompetisi
Di arena balap, cowok nggak mau kalah. Ada unsur tantangan yang membuat dia jadi bersemangat dan mengerahkan segenap kemampuan buat mengalahkan kompetitor lainnya.

3. Adrenalin junkies
Kondisi di arena balap membuat adrenalin cowok melonjak drastis. Unsur persaingan atas penguasaan teknik dan kecepatan, kompetisi dengan diri sendiri dan kompetitor lainnya serta hiruk pikuk pertandingan ikut ‘memanaskan’ suasana.

4. Gengsi
Hadiah atau ‘reward’ yang didapat jika menang sudah pasti seperti piala, uang, tawaran dari sponsor iklan, popularitas pun menjadi salah satu motivasi.

T: Trus gimana dengan taburan gadis2x cantik seperti yang ada di teve itu pas balap mobil F-1 misalnya… Apa memang benar begitu atau…cuma di teve aja?…
J: Kalo untuk pertandingan kelas internasional memang begitu…. Tapi buat pertandingan kelas ‘biasa saja’ ya nggak gitu2x banget deh…

T: Sudah berapa lama kamu kerja di sini? Apa sumber pemasukan dari kantor sirkuit balap tempat kamu kerja ini?… Trus kamu nggak berasa berisik punya kantor di arena sirkuit?…
J: Saya sudah 8 tahun kerja di sini. Nggak merasa terganggu karena sudah biasa. Sumber pemasukan dari perusahaan kami antara lain dari:

1. Penyewaan sirkuit untuk latihan. Biasanya disewa oleh klub mobil atau motor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.
2. Pertandingan yang berlangsung beberapa kali setahun antara bulan Mei-Oktober (di luar musim dingin).
3. Pelatihan berkendara (sekolah mengemudi untuk balap mobil atau motor. Catatan: kecepatan saat di arena sirkuit bisa lebih dari 200 km/jam. Perlu latihan khusus yeeee… ckckckck…betul2x nekat….)

T: Berapa biaya sewa sirkuit?
J: 50.000 SEK (sekitar 62 juta Rupiah) perhari…

T: 50.000 SEK???… Mahal bangettt…. Emangnya ada orang yang mau membayar semahal itu ‘cuma’ untuk latihan? *sambil terkaget2x*
J: Banyak…. Dalam satu tahun, biasanya 50 hari ‘fully booked’ oleh berbagai klub berbeda untuk ajang latihan. Karena yang menyewa klub, biasanya biaya dibagi di antara anggota klub sekitar 20-50 orang. Masing2x anggota harus membayar setidaknya 1000 SEK (sekitar 1,2 juta rupiah) untuk satu hari. Buat mereka yang mempunyai mobil seharga jutaan SEK, uang segitu nggak ada artinya…

Hmmm….betul juga… *mengiyakan dalam hati*

T: Apa ada banyak pemilik mobil balap di sini?… Swedia kan negara kecil ya… Setidaknya dibandingkan Indonesia yang penduduknya ratusan juta…
J: Lumayan banyak. Ada sekitar 500 pemilik PORSCHE di Swedia yang terdaftar di klub… Jumlah riil-nya pasti lebih besar…

T: Trus bagaimana rasanya bergaul dengan orang2x jet-set para pemilik mobil mewah tadi?. Apakah mereka tergolong ‘sulit’, snobbish (sombong) atau belagu? *ehm, sebagai rakyat jelata saya sering melihat kaum jet-set sebagai mahluk aneh*
J: Kebanyakan sih mereka itu down to earth, biasa aja… tapi… kalo dibandingkan dengan pemilik Porsche dan Ferrari… PEMILIK mobil LAMBORGHINI adalah yang paling RESE DAN BELAGU….

T: Kenapa pemilik Lamborghini lebih belagu? *berasa sok tahu beda antara Porsche, Ferarri dan Lamborghini. Padahal, buat saya… semua hampir tak ada bedanya… :D*
J: Mungkin karena harga Lamborghini yang umumnya lebih mahal dari Porsche atau Ferarri… Si pemilik merasa punya BANYAK UANG dan BISA MEMBELI APA SAJA… Termasuk misalnya MEMAKSA menyewa sirkuit di atas jam 5 sore lewat jam operasi normal.

T: Lahhh…memang kenapa kalau mau menyewa di atas jam 5 sore?… Bukannya kamu nolak rejeki kalau begini?
J: Karena sirkuit yang kami kelola adalah kelas profesional… Nggak bisa sembarangan memakainya… Staf yang bertanggung jawab untuk penghitung waktu, mekanik, penjaga bengkel dll harus ikut stand-by. Pemakaian di luar jam normal berarti extra cost buat biaya operasi dan biaya staff… Belum tentu staff yang bersangkutan bersedia lembur.

T. Mahal nggak sih kalo mau ikutan olah raga balap?
J: Iya. Setidaknya harus punya modal mobil yang harganya lebih dari 500 ribu SEK, memakai mobil bekas atau sewa yang harganya puluhan ribu SEK. Kalau tergabung tim profesional baru deh enak karena ada sponsor. Dan ini harus betul2x profesional…

T: Hmmm…pertanyaan terakhir ini mungkin rada nggak nyambung dengan balap mobil… Saya cuma penasaran… kamu masih available ato sudah punya pasangan?…
J: Saya masih available dan sedang mencari pasangan… Sayang kamu sudah merit ya… Ada temen kamu yang lain nggak yang masih single?…

OOOPPPSSSS…….. Maaf ya pembaca…. Pertanyaan terakhir hanyalah khayalan saya saja, hehe😀 *dilempar batu-bata*

********

Tak terasa waktu berlalu beberapa jam lamanya… Di akhir wawancara dadakan tadi Si Ganteng memberikan kartu namanya, di situ tertulis
 

Fredrik Ström
DIREKTUR

 

WHAAAAA….ternyata nara sumber saya sejak tadi adalah direktur tempat yang kami kunjungi.. Karena interview tidak direncanakan, saya pun tidak menanyakan posisi yang bersangkutan di awal percakapan. Pantas saja ia memiliki alur berpikir yang terstruktur, pengetahuan teknis dan manajemen yang luas di usianya yang relatif muda (34 tahun) serta tangkas dalam menjawab pertanyaan asal2xan dari saya…

Usai berterima kasih dan berpamitan saya melaporkan hasil interview dadakan kepada T dalam perjalanan kami untuk berlibur di Stockholm. Ia terheran2x dengan kenekatan saya menginterview sang direktur. Dari T saya tahu bahwa sirkuit balap tadi adalah salah satu yang terbesar di Swedia dan kawasan Skandinavia. Banyak info lain yang saya dapat dari kunjungan dan interview dadakan di tempat ini seperti sirkuit balap terbaik dan terbesar juga negara favorit untuk olahraga balap, termasuk sedikit sejarah olah raga ini…

Lumayan, dari kunjungan singkat tadi saya mendapat pengetahuan baru… Momen ‘what am I doing here?’ pun menjadi momen ‘anytime, anywhere learning’ alias belajar sesuatu bisa ‘kapan saja dan di mana saja’…😀

….

Disclaimer: foto2x di atas adalah koleksi pribadi; foto no 1 diambil dari kartu pos di Museum Teknik Stockholm.

16 thoughts on “Wartawan Dadakan

  1. Pingback: Dilarang Sombong… « My Life, My Search, My Journey

    1. Felicity Post author

      Haha… nyesel soalnya nggak sempet foto bareng si ganteng… Waktu itu bener2x nggak kepikiran😀 *getok2x kepala di tembok*

      Reply
    1. Felicity Post author

      Hehe…sayang nggak pernah ada minat buat yang satu ini… nggak tahu kenapa niyyy…🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s