Iklan-iklan Jadul

Saya suka sekali mengamati iklan2x jadul (jaman dulu). Dari iklan2x jadul tadi banyak hal yang menarik untuk diketahui seperti saat pisang (yup, buah pisang dari negara2x tropis) masuk untuk pertama kalinya di kawasan Skandinavia, saat HP mulai dipasarkan secara komersial, saat pemerintah setempat heboh menghadapi wabah penyakit TBC, saat sepeda roda dua mulai dipasarkan dll.

Foto: Iklan buah pisang import dari Jamaica

Keterbatasan teknologi desain grafis pada masa lalu justeru membuat tampilan iklan terlihat UNIK dan ORISINIL. Sang kreator iklan mau tak mau harus melukis langsung dengan tangan tanpa teknik photoshop untuk editing dan polesan lainnya. Hal ini membuat setiap iklan memiliki ‘personal touch’ atau sentuhan pribadi si pelukis.

Foto: Iklan coklat ‘My Darling’ yang cantik

Kita juga bisa melihat wacana yang berkembang di masyarakat kala iklan dibuat. Istilah ‘sex sells’ sebagai salah satu trik pemasaran misalnya jelas terlihat dalam penggunaan gambar perempuan2x cantik berpakaian minim dan seksi untuk menarik mata. Terkadang penggunaan gambar perempuan cantik ini terkesan ‘tidak nyambung’ dengan produk yang dipasarkan.

Foto: Iklan yang kurang jelas dengan model perempuan seksi. Awalnya saya menebak bahwa ini adalah iklan ‘caviar’ (telur ikan) atau provider telepon… ternyata…. ini adalah iklan…. l-e-m . Apa hubungan lem dengan perempuan yang memakai rok pendek dan berdada rendah cobaaaa????… Jaka sembung, kagak nyambung

Foto: Nah, yang ini iklan topi, baju…atau anjing lucu?

Foto: Poster tentang penyakit Kolera di China (hmmm,…ngeri melihat muntahannya…banyak benerrr…)

Foto: Leaflet tentang penyakit TBC dan cara penularannya

Foto: Iklan obat sakit gigi…(duh, jadi pengen ikut nangis melihat ekspresi si anak yang sedang sakit gigi…)

Selain itu, sejarah dari sejumlah produk yang masih kita temui saat ini pun bisa diketahui lewat iklan mereka puluhan tahun lalu. Bagaimana tampilan kemasan produk di masa lalu seperti iklan ‘Pepsodent’ di bawah ini.

Dari iklan2x jadul kita juga bisa membayangkan ‘usia’ brand serupa yang masih dijumpai di masa kini. Jika menemui iklan jadul di LN, hal ini menjadi semacam studi banding, biasanya saya akan bergumam:”Oooo… ternyata produk ini juga ada di sini…” atau “Ooooo…. ternyata produk ini sudah tua usianya….” Seperti iklan sabun ‘Sunlight’ berikut.

Iklan jadul juga bisa membuat kita bernostalgia. Bisa jadi ada sebuah kenangan khusus yang pernah kita alami dengan produk yang bersangkutan di masa lalu. Melihat iklan sabun ‘Sunlight’ jadul misalnya, membuat saya teringat bahwa sewaktu jaman SD dulu saya pernah mendapat tugas prakarya membuat patung dari sabun ‘Sunlight’ yang berbentuk balok.

Karena masih amatiran, patung perempuan yang saya buat berkali2x gagal. Suatu saat tangan patung patah atau hidung patung terlalu kecil dan nyaris rata, sampai kepala yang tidak simetris dengan bentuk badan. Entah berapa banyak balok sabun ‘Sunlight’ yang menjadi korban harus dibelikan ibunda kala itu untuk tugas yang satu ini.

Foto: Iklan jadul obat gosok ‘Vicks’ berbahasa… Jawa (surprise…surprise… :D). Dulu saat sedang batuk dan pilek bunda pasti mengoleskan ‘Vicks’ untuk melegakan pernafasan, terutama kala tidak bisa tidur.

Saat melihat iklan mesin jahit ‘Singer’, saya teringat dengan mesin jahit serupa yang ada di salah satu pojok rumah kami dan cerita yang melibatkannya😀. Meski suka membuat barang2x kerajinan tangan, saya SANGAT AMAT TIDAK BERBAKAT menjahit (duh, ampunnnn… dehhhh….). Pelajaran menjahit semasa SMP adalah masa2x ‘penderitaan’ yang datang setiap hari Sabtu (dulu hari Sabtu masih sekolah, biasanya diisi pelajaran olahraga, Budi Pekerti, PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Seni Rupa dan sejenisnya). Namun, setidaknya, dari mesin ini saya pernah membuat baju hem, rok, baby doll dan pijama yang lumayan berbentuk…hehe😀

Melihat produk yang diiklankan pun terkadang membuat kita tergelitik heran. Iklan ‘Pistol Air’ dari Jerman di bawah misalnya membuat saya berpikir: “Hmmm…. pistol air…. Ini kan mainan anak kecil…. dulu saya suka beli di abang2x yang lewat di depan rumah atau yang mangkal di depan sekolahan…

Selain trik ‘sex sells’, trik humor pun dipakai dalam banyak iklan. Iklan semir sepatu di bawah misalnya…. Saking hitam dan berkilaunya sepatu yang telah disemir, sampai2x si bapak bisa bercermin dan melihat wajahnya di tapak sepatu… (mungkin nggak sehhhhh????…. yah…. namanya juga iklan...)😀

Foto: Iklan HP jadul…

——————————–

Sumber foto:

-Kartu pos terbitan Förlag Håkan Eriksson, Tekniska Museet, Stockholm Sweden (yang saya beli (beli yeeee…bukan nilep…haiyahhhh…) waktu berkunjung ke museum 2 minggu lalu :D)
-Koleksi ‘Norsk Teknisk Museum’, Oslo-Norway (foto diambil saat mengunjungi museum tahun 2009)
-Hiasan dinding di salah satu industri batik rumahan, Solo-Indonesia (foto diambil saat mengunjungi Solo tahun 2009)

31 thoughts on “Iklan-iklan Jadul

    1. Felicity Post author

      Wah, iklan2x jadul saya temukan di sembarang tempat….. kadang di museum, kadang di toko barang antik, kadang di restoran retro, flea market dll… Paling banyak sih di museum of modern arts dan sejenisnya…. maaf ya telat responnya

      Reply
  1. the writer

    yang iklan lem itu kan si cewek telpon temannya, nanya soal vas yang pecah berkeping2 di sekitarnya.

    Lalu tulisannya….xxx lim, så klart! (…glue, of course!)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s