Monthly Archives: May 2010

Penyamaran yang gagal…

Lençóis, Brasil
Akhirnya bisa mendapat akses ke internet…yuhuuu… Selama beberapa hari di sini sudah banyak cerita yang mau saya share… tidak sabar menunggu hingga kembali ke Oslo…

Membaca buku2x panduan berwisata ke Brasil pasti tidak akan lepas dari peringatan agar selalu waspada karena angka kriminalitas yang tinggi, khususnya di daerah2x tertentu. Karenanya, turis sangat dianjurkan untuk bisa terlihat se-‘normal’ mungkin, tidak terlalu terlihat mencolok sebagai ‘gringo‘ (orang asing), akan lebih baik lagi jika sukses menyamar sebagai penduduk lokal….
Continue reading

Olá Brazil!

Teman, yang punya blog mau pamit dulu…. 🙂

Mulai besok hingga dua minggu ke depan saya tidak akan mengupdate blog atau melakukan blogwalking karena akan mengadakan perjalanan lumayan jauh.

Sampai malam ini packing belum selesai, penginapan baru saja dipesan, lokasi wisata yang akan dituju masih samar2x, tadi siang baru saja mendapat suntikan vaksin hepatitis A, passport dan visa baru dijemput besok pagi di kedubes… (sungguh last minutes preparation… sangat tidak layak untuk dicontoh sodara2x...)

Moga2x bisa kembali dengan banyak cerita dari sana.

Salam manis selalu…

Update: Pagi ini baru saja mendengar kabar di radio bahwa ada letusan baru di Iceland… bakalan kacau lagi jadwal penerbangan… dohh…not now please…. . Moga2x tidak terjebak in the middle of nowhere…. Ummmm….tapi… kalo terjebak di Brazil sihhhh…. ummm…ummm…. 😀

Dilarang Sombong…

Di kawasan Skandinavia, ada sebuah karakter yang jamak ditemui… yakni sifat humble atau rendah hati yang kadang membuat saya salut. Bisa jadi setelah berbincang2x cukup lama, kita baru menyadari bahwa lawan bicara sejak tadi adalah orang penting (seperti dalam kisah yang ini). Beberapa kali saya berpapasan dengan politisi terkenal, menteri atau mantan menteri serta entertainer yang sering muncul di TV saat mereka sedang berjalan kaki di trotoar, berski, belanja di toko bunga, melihat2x buku serta makan di restoran. Tidak ada pengamanan wah seperti kebanyakan tokoh penting Indonesia yang dikelilingi banyak ajudan serta bodyguard sangar yang terkesan begitu ‘UNTOUCHABLE’.

Hal ini mungkin terkait dengan apa yang disebut dengan THE JANTE LAW (Danish and Norwegian: Janteloven; Swedish: Jantelagen; Finnish: Janten laki; Faroese: Jantulógin). Hukum tidak tertulis ini menggambarkan seperangkat perilaku yang telah ada selama berabad2x lamanya di Skandinavia. Aksel Sandemose seorang pengarang dari Norwegia/Denmark mengidentifikasikannya ke dalam seperangkat peraturan dalam novel A fugitive crosses his tracks (En flyktning krysser sitt spor, 1933,).

‘THE JANTE LAW’

Don’t think that you are special
Don’t think that you are of the same standing as us.
Don’t think that you are smarter than us.
Don’t fancy yourself as being better than us.
Don’t think that you know more than us.
Don’t think that you are more important than us.
Don’t think that you are good at anything.
Don’t laugh at us.
Don’t think that any one of us cares about you.
Don’t think that you can teach us anything.
A further rule recognised is:
Don’t think that there is anything we don’t know about you.

Terjemahan bebas hukum tak tertulis tadi kurang lebih: “DILARANG SOMBONG atau DILARANG MENONJOLKAN DIRI“. Continue reading