Penyamaran yang gagal…

Lençóis, Brasil
Akhirnya bisa mendapat akses ke internet…yuhuuu… Selama beberapa hari di sini sudah banyak cerita yang mau saya share… tidak sabar menunggu hingga kembali ke Oslo…

Membaca buku2x panduan berwisata ke Brasil pasti tidak akan lepas dari peringatan agar selalu waspada karena angka kriminalitas yang tinggi, khususnya di daerah2x tertentu. Karenanya, turis sangat dianjurkan untuk bisa terlihat se-‘normal’ mungkin, tidak terlalu terlihat mencolok sebagai ‘gringo‘ (orang asing), akan lebih baik lagi jika sukses menyamar sebagai penduduk lokal….


Karenanya, di jam2x pertama saat baru tiba di sini, melihat penampakan penduduk Brasil…. Menurut saya, dengan tingkat pe-de yang masih tinggi,ehm,… saya bisa menyamar sebagai Brazilian…. setidaknya sebagai mulatto (campuran) antara African dan European (hehe…. mayannn :D). Sementara, T yang berkulit pucat, dengan tinggi badan menjulang hingga 188 cm sangat sulit untuk menyamar dan jelas2x terlihat sebagai orang asing.

Namun, sekeras apapun upaya yang saya lakukan tetap sangat sulit terlihat sebagai penduduk lokal. Penampakan saat keluar dari hotel biasanya:
1. Celana kanvas–> menjadi favorit karena tidak cepat kotor, kuat, praktis.
2. Topi–> pelindung dari cuaca yang panas dan lembab (suhu rata2x 30 C)
3. Kacamata hitam–> melindungi mata dari terik cahaya matahari
4. Kamera–> untuk mengabadikan momen2x serta pemandangan yang menarik
5. Peta–> penunjuk jalan agar tidak tersesat

Kadang, kami harus berhenti di jalan dan mencek peta… kalau sudah begini dengan segala atribut pelengkap penderita yang disebutkan di atas, sangat sulit untuk menyamar menjadi penduduk lokal…

Skenario (situasi) pertama yang terjadi saat bersama T biasanya:
-Orang pertama2x melihat ke saya dan berbicara dalam bahasa Portugis (tuh…kannn… saya sudah dianggap sebagai Brazilian…*maksa mode: on*).
LALU….
-Saya melongo terbengong2x karena tidak mengerti apa yang dimaksud.
DAN…-Mereka akan segera ‘ngeh’ kalau saya bukan orang lokal (ahhh… gagal dehh……)
BAHKAN
-Mereka bahkan LEBIH TERBENGONG2x saat melihat si Mr. Gringo (T) justru menjawab dalam bahasa Portugis dengan lancar….

Foto: Saya bukan turissss!!!!!….😀

Yeah, meski dihadapkan pada sejumlah fakta di atas, masih dengan tingkat pede yang tinggi… saya yakin akan bisa menyamar sebagai Brazilian… dengan catatan: harus mingkem yeee… (baca: TIDAK BERBICARA alias tutup mulut).

Skenario selanjutnya yang terjadi adalah:
– Orang berbicara kepada saya dalam bahasa Portugis
DAN…-Saya terbengong2x sambil tersenyum semanis2xnya sebagai kamufulase…(ingat: saya harus mingkem tapi boleh tetap tersenyum kann?…. :D)
AKHIRNYA…– Orang yang bersangkutan jadi TERBENGONG2x… dengan pandangan yang bisa diinterpretasikan sebagai berikut:
(a) bingung kenapa saya senyum2x sendiri
(b) mungkin berpikir bahwa saya menderita gangguan berbicara
(c) menganggap saya orang gila… Nah lohhhh….😀

Kenyataan pahit harus saya terima saat menghadiri acara resepsi pernikahan Josi dan Fernando (kawan lama T). Tanpa sepengetahuan saya, sejumlah tamu (resepsi dihadiri sekitar 300 undangan) ternyata penasaran melihat penampakan seorang perempuan asing (berdasarkan info dari kerabat Fernando keesokan harinya dalam acara kumpul2x di tempat pengantin baru). Mereka menebak kalau saya adalah orang: VIETNAM, THAILAND atau…. INDONESIA ( hmmm, yang menebak belakangan ini pasti sudah mendapat ‘bocoran’…:D)

Foto: Pernikahan Josi dan Fernando di gereja

Foto: Menyamar… ooops…membaur bersama penduduk lokal… dalam wedding party ala Brazilian🙂

Di lain kesempatan, saat kumpul2x saya bertanya kepada sejumlah penduduk lokal:

“Do I look like Brazilian?…”
Mereka (the locals) menjawab: “NO WAY!…. Mustahil banget kamu menyamar jadi Brazilian…”
Saya: “WHY?…”
(note: versi di dalam hati: “Why???…WHY???…WHY??????…WHHHYYYYYYYY….?????”)
Mereka: “Struktur tulang kamu beda, lebih kecil… pantat kamu juga ummm…. lebih kecil….”

PLAKKKKK!!…, Sungguh sebuah tamparan yang pahit….

Hmmm, kalau sudah bawa2x (maaf) bokong, jelas saya nyerah deh….

Ada kebiasaan ‘aneh’ yang saya amati dalam waktu 1×24 jam saat tida di Salvador, Brasil. Di jalan2x kita bisa melihat perempuan berbokong besar menjadi pusat perhatian. Para pria entah tua ataupun muda akan rela menengok kembali ke belakang secara mencolok saat melewati seorang (atau gerombolan) perempuan dan memfokuskan pandangan pada bagian: BOKONG.

Menurut T yang sempat tinggal cukup lama di Brasil, pria lokal menganggap semakin besar bokong perempuan maka ia terlihat semakin cantik. Well….melihat ukuran bokong para perempuan lokal yang di atas rata2x (Salvador adalah kawasan dengan konsentrasi penduduk keturunan Afrika terbesar di Brasil… jadi, secara genetis gen bokong besar sudah dimiliki) …jelas2x saya yang berbokong kecil sudah mendapat DISKUALIFIKASI.

Begitulah pembaca, akhir petualangan kisah seorang turis yang DESPERATELY WANTED TO LOOK LIKE A LOCAL(baca: menyamar jadi penduduk lokal) dengan hasil akhir: GAGAL TOTAL..

Ok…ok…. I know…. I will BE MYSELF then… No matter what😀

Foto: Pemandangan kamar di Bahia menghadap Samudera Atlantik

57 thoughts on “Penyamaran yang gagal…

  1. Pingback: Pasar Kaget di Rio de Janeiro | My Life, My Search, My Journey

  2. Pingback: Tragedi Kondangan | My Life, My Search, My Journey

  3. tya

    hwaaaa akuh dah lama gak kesini ternyata kamu lagi liburan ya mba? dududududuuh asoyy banget, braziiilll gitu loh!!!

    iya ah kamu sama sekali ga ada potongan kaya orang brazil jadi jgn coba2 memanipulasi ya, ahahaha😀

    Reply
  4. kiki

    hahaha.. apalagi aku ya mbakkk..
    sudah pasti tampak belakang di DISKULIFIKASI..
    dan warna kulit susah tersamar.. uhhh kayanya eksotis ya brazil lots of six pack
    hehe

    aku sukaaa blog nya mbakkk.. hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s