Mendadak Rumah

Eiiitsss…bagi yang penasaran, saya mengambil judul di atas bukan karena telah alih profesi sebagai makelar properti :D…. Tetapi saat ini kami memang sedang disibukkan dengan urusan yang satu ini: yup, pindah rumah.

Setelah sekian lama mencari, akhirnya bisa juga mendapatkan rumah dengan lokasi ideal dan harga sesuai budjet. Selain mendapat pinjaman dari KPR, kami harus menjual apartemen lama di Oslo untuk ’tambah modal’ (maklum…pasangan muda…).

Foto: Hari terakhir di tempat tinggal lama….

Foto: Rusa liar yang sering muncul di pagi dan petang hari di halaman rumah kami yang berbatasan dengan hutan lindung. Lokasi hutan ini juga menjadi tempat ideal untuk hiking, panjat tebing atau sekedar berjalan menghirup udara segar.



Sekedar informasi, proses jual-beli properti di Norwegia jauh lebih njelimet bin ribet daripada di Indonesia. Di sini umumnya ada sejumlah proses seperti:

Pihak pembeli:

Visning (Open House): biasanya ada dua kali open house, usai jam kerja di hari biasa dan akhir pekan. Ini adalah kesempatan calon pembeli yang tertarik untuk melihat2x isi rumah yang dilirik. Sebelumnya, makelar (jika memakai jasa mereka) akan memasang pengumuman tentang waktu dan lokasi open house dan harus stand-by saat calon pembeli potensial bertanya tentang kondisi rumah yang bersangkutan atau tetek-bengek terkait lainnya.

Bidding (tender/lelang): dimulai 24 jam setelah waktu open house terakhir. Makelar menjadi perantara yang menghubungi mereka yang berminat serta meninggalkan nomor telepon di daftar tamu saat open house. Bidding berakhir saat si empunya properti setuju atas harga terakhir yang diajukan.

Serah-terima: dilakukan setelah harga yang disetujui dibayarkan. Biasanya pemilik properti lama bersedia untuk meluangkan waktu bercerita tentang sejarah atau latar belakang properti. Ini juga kesempatan pemilik lama dan baru bertatap muka langsung. Diikuti dengan proses hukum dan administrasi.

Foto: Tempat tinggal baru yang awalnya adalah kabin musim panas dan dibangun sebelum PD II.  Renovasi? Pasti.

Pihak penjual:

Memilih makelar: ada cukup bayak kantor makelar resmi di Oslo, maka calon penjual harus jeli memilih jasa mana yang akan dipercayakan mengurus penjualan propertinya. Sistem pembayaran bisa lewat komisi atau persentase harga jual. Tentu saja penjual berharap agar properti mereka terjual dengan harga tinggi dan membayar jasa makelar tidak terlalu mahal. Rata2x komisi makelar untuk jual-beli apartemen ukuran sedang (50m2- 100m2) adalah sekitar 70.000 NOK

Proses taksir:
jika hendak menjual properti, pemilik tidak bisa seenaknya menentukan harga. Hanya juru taksir resmi (taksmann) yang boleh menentukan harga yang hendak dijual. Sang juru taksir akan mengunjugi objek yang akan dijual serta membuat sejumlah catatan seperti ukuran, material bangunan, lokasi, renovasi terakhir, sejarah properti, dokumen2x resmi terkait dll. Penentuan harga juga didasarkan pada harga jual terakhir properti serupa di daerah yang sama.

Open house: sebelum proses ini, makelar akan menyiapkan katalog properti yang akan dijual, melibatkan fotografer dan terkadang proses styling agar foto properti terlihat cantik.

Foto: Properti penata interior sebelum open house. Pssttt…ada satu buah  apel asli di antara yang palsu…(silakan ditebak)

Bidding dan serah terima: bagi pemilik lama ini adalah proses penentuan, final dan terkadang sentimental, diakhiri dengan penandatanganan kontrak serah terima rumah lama ke pemilik baru. Ada rasa berat meninggalkan tempat yang sekian lama menyimpan banyak kenangan suka duka, tangis dan tawa. Ada banyak memori terekam di setiap dindingnya…huhuhu 

Life goes on…

Kini di rumah baru kami disibukkan oleh proses renovasi. Ehm, saking sibuknya sampai2x postingan di blog pun mulai bertemakan renovasi rumah… hehe….harap maklum ya pembaca…. )

Foto: Hobi baru: membaca majalah dan buku bertema interior….(catatan: hanya membaca lohhhh…. belum menerapkan…hehe :D)

Sampai bertemu di postingan berikutnya!

27 thoughts on “Mendadak Rumah

  1. amel

    aih mbaa fely akhirnya posting lagi.. Saya sampe lupa berkunjung kemari lagi gegara si mba kelamaan gak poting! Hihiihih

    Duh ribet banget yaa prosesnya dan kayaknya harus keluar uang banyak buat bayar makelar, tassman, fotographer. Pake notaris juga gak? Prosesnya berapa lama tuh?

    Rumah barunya kayaknya asik banget yaah..

    Reply
  2. morishige

    selamat pindahan, kk.🙂
    rumah barunya keren tuh.. udah tua banget umurnya.

    btw yang di sana lazim aja ya posisi rumah di sebelah hutan lindung? kalo di sini kan biasany hutan lindung itu lebat, luas, dan menyeramkan.😀

    Reply
    1. Felicity Post author

      Makasih.

      Di sini kawasan yang dilindungi memang lazim nggak jauh dari pemukiman. Hutan di sini buat tempat rekreasi, hiking, panjat tebing(kalau ada tebingnya, seperti lokasi tempat tinggal kami). Nggak ada kesan seram biarpun jalan di malam hari, kecuali hutan yang memang tertutup rapat dan jauh dari pemukiman, ini lain lagi ceritanya😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s