Si Penakut

Sebagai penjelasan, Si penakut yang dimaksud dalam postingan kali ini adalah ehm….uhukk…uhukkk….  SAYA sendiri….

Saat bertugas di pedalaman, bertemu dengan kelompok pemberontak dan milisi, dibentak2x serta diinterogasi aparat militer, bekerja di daerah konflik aktif dengan desingan meriam dan rentetan tembakan sebagai makanan sehari2x… saya tidak merasa takut…. Ummm….sedikit takut iya….  tapi lebih banyak rasa excited karena adrenalin yang terus berpacu.

Selain orang terdekat, mungkin tidak banyak yang tahu kalau ada sejumlah hal yang saya takutkan seperti: takut akan kegelapan, takut sendiri di rumah dan takut naik pesawat terbang…. Psssttt…saya juga takut naik lift sendirian….

Rasa takut tersebut kini menjadi momok yang harus saya hadapi saat pindah ke rumah baru kami yang terletak di atas bukit. Bagaimana tidak, rumah tua yang dibangun tahun 1930 ini tampak berdiri dengan angkuhnya dari kejauhan. Di kelilingi oleh sejumlah pohon2x besar yang sebagian menutupi atap bagian depan dengan juluran ranting2xnya yang memanjang. Tak pelak lagi, kesan angker nan misterius pasti akan singgah di benak pengunjung rumah…. terutama kawan2x dari Indonesia…

Foto: Pandangan dari dalam rumah di bagian depan

Foto: Pandangan dari dalam rumah di samping kanan

Berjalan di sekeliling rumah dengan pun menjadi sebuah pengalaman tersendiri. Di samping kiri, ada bangunan kandang merpati yang sudah rusak dan rumah khusus bertukang peninggalan pemilik lama yang tersusun rapi seakan baru ditinggal kemarin sore. Ada bangunan toilet kecil yang tak terpakai, plus jejeran batu2x (mirip batu nisan kuburan…uppsss) dengan angka2x tahun…. 1919…. 1930….1948….1951…..dst…

Saat datang ke lokasi ini untuk pertama kalinya, saya langsung tersenyum kecut melihat batu2x tadi. Bayangan pun kembali ke Perang Dunia ke-2 saat rumah (yang kini kami tinggali) diduduki oleh tentara Jerman dan menjadi rumah peristirahatan mereka selama perang. Saya mencoba memastikan bahwa tidak ada kuburan di halaman rumah (well…who knows???….jaman perang gitu lohhh….). Pemilik terakhir memastikan bahwa itu hanyalah ‘memorial stone’ atau batu peringatan tanggal2x kejadian penting dalam keluarga (semoga ini benar…huhuhu…)

Foto: Pandangan dari dalam rumah di samping kiri. Bangunan yang rusak adalah bekas kandang burung merpati, di sebelahnya adalah rumah berisi peralatan tukang yang lengkap peninggalan pemilik lama.

Bagian belakang rumah pun berbatasan langsung dengan hutan kawasan lindung dan memiliki sejumlah track hiking ke puncak bukit. Pssstttt…… kalau diperhatikan saat hiking di sekitar lokasi ini akan muncul sejumlah bangunan aneh dari dalam perut bumi seperti pipa2x saluran udara, beton2x dll di setiap beberapa ratus meter yang merupakan sisa2x peninggalan markas militer di sana.Banyak yang mengatakan bahwa ada bangunan besar di bawah bukit di belakang rumah kami ini…. Hohoho….terbayang saluran lorong2x rahasia di bawah sana dengan aktivitas yang tidak jelas…..mirip cerita2x thriller di novel dengan tema ‘conspiracy theory’…… Bungkussss….. *salah satu gejala akibat terlalu banyak membaca novel2x Dan Brown😀 *

Foto: Pandangan dari dalam rumah tampak belakang. Terkadang di pagi hari rusa2x liar menampakkan dirinya di luar jendela.

O ya, bukit di belakang rumah juga dipenuhi peninggalan pra-historis berumur ribuan (atau jutaan?) tahun yang lalu. Konon, lokasi ini adalah tempat perlindungan ideal saat musuh datang menyerang. Banyak sejumlah peninggalan yang ditemukan seperti tungku2x oven tua (yang mirip galian tanah terstruktur rapi)… Kadang saya membayangkan suasana seperti yang ada di buku2x sejarah kala anggota suku2x kuno duduk bersama disekeliling tungku api dan di depan goa saat melihat peninggalan2x tersebut.

Foto: Garasi mobil

Sebagai pelengkap setting, suasana musim dingin dan awal musim semi yang kadang berkabut, dingin, berangin serta suasana sepi di sekitar rumah menambah suasana misterius.

SEORANG DIRI saja di dalam rumah tua ini adalah sebuah perjuangan yang harus saya hadapi. Rasa takut menjadi2x kala….GELAP datang…. Kalau sudah begini, khayalan dan bayangan2x pun berseliweran di kepala. Yang jelas, saya mencoba melupakan kisah2x horor, cerita hantu, kisah thriller, suspense…. pembunuhan, kejadian aneh dll…dll…. NO WAY!

Kadang saya ‘mengutuk’ mengapa otak saya sempat dicuci oleh beragam kisah hantu2xan dan horor di TV serta bioskop Indonesia…. Cuci-otak oleh media ini menghasilkan produk manusia penakut seperti saya….

Takut gelap…
Takut bayangan2x aneh…
Takut seorang diri di malam hari…
Takut mendengar suara2x yang tidak jelas…

Barangkali ini adalah rasa takut yang manusiawi yaaaaa…… *wink…wink…kedip2x kelilipan😀 *
Foto: Jalan masuk yang juga bagian dari pekarangan

Terakhir kali pulang ke Indonesia (bulan lalu), saya sempat terkaget2x karena kisah2x horor termasuk reality show ‘pemburu hantu’ dan semacamnya ditayangkan di jam saat anak2x masih belum tidur. Keponakan saya yang masih SD harus bersembunyi di kolong meja saat proses ‘cuci-otak’ ini berlangsung. Mereka penasaran karena kawan2x sepermainan lain menonton acara serupa. Yeahhh…… bukan wewenang saya untuk campur tangan masalah ini. Yang jelas, saya merasa prihatin dengan isi tayangan TV yang jauh dari kesan mendidik….dan justeru menakut-nakuti pemirsa.

LOHHHH…KOKKKKK…..JADI MELANTUR BEGINI?????……..

Foto: Lukisan dengan mulut dan kaki di langit2x karya penyandang cacat di panti sosial yang dibuat puluhan tahun silam.

Kembali ke rumah….. Saat T harus menjalani tugas ke lapangan dalam waktu lebih dari sehari, saya tak punya pilihan selain mengungsi ke rumah mertua. Harga hotel dan penginapan yang mahal rasanya membuat saya tidak ikhlas untuk mengeluarkan uang ekstra. Pandangan teman2x saya, teman2x T dan keluarga T pun beragam tentang rasa takut saya ini.

Sesama teman dari Asia….khususnya dari Indonesia, bisa memahami mengapa saya takut seorang diri di rumah, khususnya di malam hari….

Sementara mereka dari Norwegia dan negara Eropa lainnya tidak habis pikir MENGAPA saya takut….. Bagi mereka rumah ini adalah sangat amat IDEAL….. lokasi yang strategis, pemandangan yang indah, rumah yang unik dan sejarah yang ada menjadi nilai tambah perpaduan yang tidak mudah ditemui.

Tetapi…. karena mereka yang TIDAK bisa memahami ini memiliki latar belakang berbeda….saya pun bertanya dalam hati….apakah ini masalah KULTUR???….. Entahlah.

Foto: Lukisan dengan lokasi yang tak jauh dari rumah karya pelukis Norwegia

Kebanyakan dari mereka yang skeptis adalah kawan dan relasi T yang berprofesi di bidang ilmiah dan teknis… segala sesuatu bisa dijelaskan dan diselesaikan dengan rasio, ilmu, logika dan akal sehat.

Takut gelap?….. nyalakan lampu… (ummm….bener juga yahhh :D)
Takut maling?….pasang alarm pengaman…. (terhubung langsung dengan kantor sekuriti)
Takut kebakaran?….pasang alarm kebakaran… (terhubung langsung dengan kantor pemadam kebakaran)
Takut ada orang menganggu?….. pelihara anjing penjaga….

Saya pun bertanya….. BAGAIMANA KALAU TAKUT DENGAN HANTU???….

Yang ditanya-pun terdiam tak tahu harus menjawab apa…. sesaat kemudian ia berkata…” Well….dalam kasus ini….nggak ada alat yang tersedia atau yang bisa tukang insinyur lakukan….”

YEPPPPPP…… WHAT TO DO????…… Saya harus bagaimana????…..

Foto: Lukisan karya Claude Monet (repro). Potongan besi jembatan dalam lukisan kini terpasang sebagai pagar di halaman rumah.

Saya pikir, jawaban atas permasalahan rasa takut ini adalah:

1. BERDOA
2. Menguatkan hati dan memberanikan diri melawan rasa takut.
3. Pasrah alias terima nasib.
4. Mengundang pemburu hantu….hehe…harus ada kajian awal terlebih dahulu….
5. Berteman dengan hantu…hiyyyy….nggak banget dehh….
6. Berfikir rasional dan positif
7. Terima nasib
8. Menjauhi bacaan, tontonan, cerita yang berbau2x horor, hantu2xan, kisah pembunuhan, drama yang melibatkan banyak korban dll. Menjauhi informasi yang memiliki kata2x ‘setan’; ‘kuntilanak’; ‘zombie’; ‘vampire’; ‘hantu’; ”spokelse’ aka ‘ghost’; ‘dracula’; ‘tuyul’ apalagi headline: ‘BERANAK DALAM KUBUR’ atau ‘HANTU GOYANG KARAWANG’... hiyyyyyy….
9. Terima nasib
10. Menonton Mr. Bean….full series😀
11.Pindah rumah….. sayang bangetttt…..
12. Mencoba mencari diskon hotel dan hostel murah.
13. TERIMA NASIB…..😀

Baru saja saya menemukan pepatah tua bangsa Jepang di internet:
…Fear is only as deep as the mind allows…

Terjemahan bebasnya: Rasa takut hanyalah sedalam pikiran kita yang membiarkannya ada…

Hmmmm….betul juga….

Oslo, 2 April 2011
Curahan hati seorang penakut…. yang harus sendiri di rumah tua… huhuhu…. *siap2x mengungsi*

19 thoughts on “Si Penakut

  1. Pingback: Tinggal di Rumah Tua | My Life, My Search, My Journey

  2. Rie

    Hi Felicity, salam kenal🙂.. daku penakut juga yang tinggal di norway dan dah beberapa kali ditinggal suami tugas keluar.. kalo lagi sendirian TV dikamar gak pernah mati trus laptop ditaro disamping jadi kalo kebangun dan susah tidur lagi ya tinggal ngobrol ma temen2 yang diindonesia😀

    Reply
    1. Felicity Post author

      Haha…trik yang sama juga saya gunakan…. ahhh legaaa…ternayat abnyak teman senasib… salam kenal kembali ya….🙂

      Reply
  3. madaff

    wew, lama ga kesini, nergokin mba feli lagi ngumpet di kolong meja, *eh bukan ya? hehe..
    Rumahmu keren mba’….syukaaaa banget liatnya, beneran itu ada? *apaan nih, syirik?ga kooookk…..*cuma kaya dalam hayalan aja gitu, di indonesia ga akan nemu… suka ngeliatnya, tapi bisa mengerti kenapa mba fely takut. Halamannya 2000m? wuih, kalo lari ketakutan, jauuuuhhh bangetttt dong rasanya….
    Yang akan kulakukan kalo terpaksa tinggal sendirian di situ : mindahin kompor, kulkas, TV,telpon, buku2, pispot kalo perlu *hihi jorok*, pokoknyaaa, kaloperlu ga keluar kamar sampe ada yang nemenin….hiiii….

    Reply
    1. Felicity Post author

      Madafff…apa kabar?…. lama nggak ngobrol ya…. ayuk sini temani aku yang takut kalau sendirian…🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s