Monthly Archives: January 2012

Kisah tentang WC dan Cuci Rambut

WC atau toilet adalah tempat yang betul2x dibutuhkan bagi hajat banyak orang. Tidak percaya? Bayangkan jika saat sedang bertualang di alam bebas –mendaki gunung misalnya–dan tiba2x si ‘panggilan alam’ alias BAB alias Buang Air Besar datang akibat bumbu makanan yang terlalu pedas saat makan siang sebelumnya. Kalau sudah begini, saya kangen dengan toilet di rumah yang nyaman, hangat dan ‘beradab’.

Foto: Toilet di salah satu pulau kecil di Papua. Harus super hati2x saat meniti balok pohon menuju TKP.

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman pribadi saya menggolongkan WC dalam 3 kategori:

1. WC modern
Biasa ditemui di kota2x besar dan wilayah pemukiman yang sudah mengadaptasi gaya hidup modern. Lengkap dengan toilet duduk maupun jongkok, dengan flush maupun gayung 🙂

2. WC ‘alamiah’
Adalah WC yang ingin bersifat ke-alam2xan (haha….bahasanya maksa bener yeee…). Bahasa kerennya adalah bio-toilet, bio degradable toilet, toilet ramah lingkungan dan semacamnya. Di kabin2x orang Norwegia yang ada di gunung misalnya, meski terkesan modern dengan toilet duduk, biasanya juga TANPA AIR sodara2x…. Biasanya ada cukup jarak antara WC dengan bangunan utama kabin agar berbagai jenis bau dari toilet tidak mencemari udara. Proses pembusukan dipercepat dengan siraman BUBUK KAPUR berwarna putih bersama taburan SERBUK KAYU.

Foto: Toilet publik ‘in the middle of nowhere’

Continue reading

Advertisements