Tragedi Kondangan



Masih banyak kisah tertinggal dari kunjungan ke Brazil tahun 2010 lalu. Salah satunya adalah TRAGEDI KONDANGAN yang terjadi di pernikahan Josi dan Fernando

Menurut penjelasan yang kami terima dalam undangan yang dikirim via email, pernikahan akan diawali dengan pemberkatan di salah satu gereja Katolik di pusat kota Salvador sekitar jam 3 sore. Seperti layaknya persiapan sebelum kondangan maka check list seperti baju, sepatu, aksesoris, kamera untuk dokumentasi dan undangan semuanya lengkap….NYARIS lengkap. Didalam taksi kami baru menyadari bahwa ada satu benda penting terlupakan: yep, PETA….sodara2x…..

Mengandalkan kemampuan berbahasa Portugis T, nama gereja yang samar2x diingat, di lokasi yang kurang lebih dikenal, kami nekat melanjutkan perjalanan.

Saat supir taksi bertanya akan kemana, kami hanya bisa menjawab: “Ke gereja Katolik yang ada di pusat kota ya Pak…Tau kan?”

Pak sopir –yang bisa ditebak– terlihat bingung dan tidak yakin: “Waduhhh…di pusat kota ada beberapa gereja Katolik…”

T (tidak kalah bingung): ” Begini aja, pak….kita berputar di beberapa gereja itu….kalau ada rame2x seperti acara manten…berarti itu dia…Kita mau kondangan ke acara pemberkatan perkawinan di gereja”

Pak sopir masih dengan muka bingung dan tidak yakin :”Sim, Senhor” (yang kurang lebih artinya: “Ok deh mister….terserah ente…yang jelas argo bayar yeee…”.)

Tiba di pusat kota kami melihat sejumlah gereja yang berbeda aliran… mulai dari prebisterian, anglikan, advent, X, Y, Z….sampai akhirnya…AHA… Gereja Katolik (yang lupa apa namanya). Di depan gereja nampak sejumlah tamu berpakaian elegan, chic nan stylish berbondong2x memasuki halaman, kami melonjak gembira…. ternyata tidak sesulit yang kami bayangkan. Selesai membayar taksi, kami berjalan memasuki tempat acara dan membaur dengan para tamu.

Ternyata gambaran tentang senhorita dan senhora Brazil yang cantik dan ganteng itu memang sesuai yang saya bayangkan, setidaknya dari orang2x yang kami jumpai. Tamu2x perempuan nampak seksi dan anggun dengan baju dan tata rambut yang sepadan. Sedangkan tamu pria nampak gagah dengan jas serta tuxedonya.

Setelah sekitar lebih dari 15 menit berhaha-hihi, menyapa dan berkenalan dengan sejumlah tamu sambil menanti sang mempelai, kami mulai menyadari sesuatu yang aneh… TIDAK ADA SATUPUN tamu lain yang wajahnya familiar. T hanya bisa menebak2x…”Itu mungkin abangnya si Fernando…tapi mukanya kok beda banget sekarang yak?… Itu pasti adiknya yang dulu naksir saya…. hmmm….nggak yakin….kok nggak mirip?…Lah, terus mana orang tua Fernando?….”

Sesaat kemudian kami mendapat isyarat bahwa mobil yang membawa mempelai pria sudah tiba. Para tamu menepi di sisi kiri dan kanan depan pintu masuk gereja memberi jalan. T terlihat gembira dan menanti2x karena akan bertemu dengan kawan lama yang sudah tidak bertemu 10 tahun lebih. Sesosok tubuh keluar dari mobil, berpakaian rapi dan terlihat sedikit nervous…. dan…. THE MOMENT OF TRUTH pun tiba…. si mempelai laki2x ternyata BUKAN Fernando yang kami tunggu2x.

NAH LOH….KOK BISA??

Dengan sedikit berbisik T bertanya dengan seorang tamu :”Maaf, ini pernikahan Josi dan Fernando atau bukan, ya?…”

Si tamu (dengan muka heran dan Bahasa Inggris terbata2x): “No…No Josi and Fernando… This is Francesco and Maribel

…….HOHOHO…. Lalu?… DIMANAKAH Josi dan Fernando?……

Dengan sedikit panik menyadari kekeliruan yang terjadi kami segera mengambil langkah seribu sambil mundur teratur secara bertahap dan mencoba tetap tersenyum diiringi tatapan heran sejumlah tamu. Untunglah di luar gereja kami mendapat informasi bahwa ada gereja Katolik lain yang jaraknya kurang lebih 300 meter (sepertinya lebih banyak lebihnya deh…..)

Sambil berlari secepat mungkin karena waktu sudah mendekati pukul 3, kami berharap menuju tempat yang benar…meski TIDAK YAKIN…. . Lecet di kaki karena high heel yang tidak biasa dipakai harus saya abaikan, T sudah jauh di depan…sementara saya nyaris beberapa kali terjatuh. Arus lalu lintas di jalanan padat seperti Jakarta sementara matahari masih bersinar terik. Beberapa orang di pinggir jalan maupun kendaraan yang lewat nampak heran melihat kami. Sementara yang lainnya tersenyum simpul.

Tiba di tujuan dengan nafas terengah2x dan harap2x cemas… nampaklah satu-persatu wajah2x familiar yang dikenal T sebelumnya…. ayah mempelai laki2x, saudara perempuan (yang dulu diam2x naksir T, ehm…jadul habisss…), kakak, sepupu dll… Kami menarik nafas lega ….AKHIRNYA… . Hadir tepat sebelum acara dimulai.

Menyadari tamu2x lain yang saat itu sudah masuk di dalam gereja nampak kinclong, rasa pede saya pun turun drastis. Waktu yang sangat mepet ingin saya manfaatkan dengan maksimal: “T, coba kamu tanyain dunk toiletnya dimana??…Saya harus dandan lagi….nggak pede berantakan begini…”

Dengan singkat, padat dan menohok T menjawab: “Feli, KITA SUDAH CAPEK2x MENEMPUH PERJALANAN SEPARUH BUMI plus lari2x 300 meter buat hadir di acara ini…. Bentar lagi acara dimulai, We have only ONE minute!….Just FORGET IT!…Forget about the toilet!

ARRGHHHHH….. 

Kalau dipikir2x T ada benarnya juga, kami  merasa beruntung  bisa hadir tepat waktu dan tidak kehilangan momen penting… meski dengan badan berbau campuran antara bau keringat, bau matahari dan bau parfum; baju sedikit berantakan dan rambut sedikit awut2xan …paling tidak kami bisa datang. Satu hal lain yang saya syukuri adalah bahwa saat adegan berlari2x di pinggir jalan di tengah kota Salvador tadi saya tidak sedang mengenakan KEBAYA dan KONDE…

Moral of the story:

1. PETA itu penting.
2. Jangan SOK PEDE saat kondangan, gunakan insting jika TIDAK ADA tamu yang wajahnya nampak familiar…. barangkali anda menghadiri resepsi mempelai yang keliru.
3. Siapkan jurus2x sakti mengatasi hal2x memalukan yang mungkin terjadi saat kondangan seperti: jurus langkah seribu-mundur-teratur -bertahap-terkontrol dan jurus muka tembok yang sudah kami praktekkan di atas.
4. Jika kondangan di tempat yang tidak familiar, lain kota, bahkan lain negara usahakan mengecek lokasi di mbah gugel dulu sebelumnya. Jangan lupa mem-PRINT OUT informasi tadi dan yang PALING penting: MEMBAWA …sekali lagi…MEMBAWA….hasil print-out sebelum meluncur ke lokasi.
5. Tidak selamanya GPS di mobil dan di HP bisa diandalkan… Di Brazil, GPS yang sekaligus TV memang banyak terpasang di taksi tetapi lebih sering digunakan oleh para supir untuk…. MENONTON BOLA…. (Surprise!!!)
6. Kesimpulan yang harus diingat: lihat lagi poin 1-5 di atas🙂

—————–

TAMBAHAN: 

Klarifikasi resmi dari T setelah membaca postingan ini via google translator:

“Ah…nggak kok…kita nggak nyasar waktu itu….  Sebenernya kita waktu itu tahu pasti dimana gerejanya…. Tapi ada dua gereja yang namanya sama di lokasi yang sama…..  Omong2x…emangnya kamu bener pengen ke toilet waktu itu ya???….Saya nggak tahu…”

Respon saya (DALAM HATI):....Yeahhhhh….Whatever….

*kabur sebelum T protes setelah membaca bagian tambahan ini*  😀

11 thoughts on “Tragedi Kondangan

  1. Pingback: Pasar Kaget di Rio de Janeiro | My Life, My Search, My Journey

  2. bebe'

    hahahahaha… bisa aja deh suaminya ngeles.. hihihi… suaminya seneng baca blognya juga ya mba? suamiku udah pasrah aja tuh sama omongan istrinya ttg dia di blog.. hahahaha..

    Reply
    1. Felicity Post author

      Yep…makin pinter aja ngeles…hehe😀 Hubby suka penasaran pengen tahu apa yang saya tulis di blog…. Mirip lembaga sensor kali yak… Buat ngeyakinin kalo isterinya nggak mempublish sesuatu yang malu2xin…(padahal memang iya :D)

      Reply
  3. Mila Said

    hahaha.. kocak banget bisa salah alamat.
    oke mba, point 1-5 noted , buat kalo aku kesana kapan2 hihihiii…

    eh aku juga pernah salah, satu gedung tapi beda hall. Pede aja aku masukin amplop, pas liat penganten nya lah beda. Ya karena udah masukin amplop, aku makan dulu disitu, trus abis itu baru pindah ke kondangan yang asli nya hahaha….

    Reply
    1. Felicity Post author

      Ternyata Mila pernah ngalamin yang mirip yak… Waktu itu untung kadonya belum dikasih…coba kalo udah…bakalan lebih nggak enak deh….🙂

      Reply
  4. Cipu

    First, ga nyangka akhirnya bisa menemukan foto seorang Feli tampil di blog sendiri. nah skrg tinggal tunggu si T nih yang muncul di blog.

    Saya juga sebisa mungkin membawa peta kalau mau travelling.

    Feli kapan ke Indonesia lagi, saya rencana selesai bulan Juli ini jadi mau balik ke Indonesia

    Reply
    1. Felicity Post author

      Yah Cipu ketinggalan, sebenernya foto gw sudah beberapa kali tampil di blog… Nggak sering2x karena takut dibilang narsis (padahal emang iya…haha :D)… Kalo T nggak bakalan ada karena dia nggak senarsis gw. Hmmm, masih belum tahu kapan bakal ke Indonesia…Nanti dikabar2xi ya….semoga bisa ketemuan…BTW, fotonya dihapus deh….jadi nggak enak…🙂

      Reply
      1. Cipu

        Fel, kok fotonya diremove……… Hehehehe. Jangan malu dong, anggaplah kami kami ini fans tulisanmu yang mau melihat foto penulis idolanya

        Reply
    1. Felicity Post author

      Bener banget…kadang hidup justru lebih aneh dari sinetron. Nggak jarang ngalamin momen2x berasa komikal dan surealis juga…. Mangkanya gw tulis di blog….karena takut lupa… ini juga buat rekam jejak kekonyolan gw dan T…

      T bete kalo dibilang ngeles….dia bilang ini fakta….yeahhh…whatever…. Makash udah mampir ya🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s