Gegar Budaya – Di Sisi Yang Lain

Gegar budaya (culture shock) bisa dialami oleh setiap orang saat berada di lokasi atau lingkungan yang baru. Perbedaan adat-kebiasaan, makanan, cuaca adalah beberapa contoh yang bisa memicu kejutan2x budaya tersebut.

Sejumlah kolega yang berasal dari negara berbeda pernah curhat ke saya mengenai kejutan budaya yang mereka alami saat berada dan berinteraksi dengan orang2x di Indonesia, mau tahu apa saja?

1. Senyum Penuh Misteri
Kita sering mendengar bahwa Indonesia adalah bangsa dengan penduduk yang suka tersenyum, terbuka terhadap tamu dan ramah-tamah. Namun, senyum orang Indonesia ternyata sering membuat sejumlah teman asing bingung menafsirkannya. Saat seorang petinggi militer marah pada seorang kawan dari Norwegia misalnya si petinggi tadi justeru tersenyum dengan wajah marah dan kumis tebal yang naik-turun (hmmm…kalau begini saya yang orang Indonesia juga ikutan bingung…apalagi si kawan dari Norwegia tadi ya?.)

Kali lain sejumlah kawan bertanya arti senyum dari seorang tersangka teroris atau koruptor yang tertangkap dan difoto oleh wartawan yang bisa ditafsirkan bermacam2x…. Mengapa dia tersenyum setelah membunuh ratusan orang atau mengkorupsi uang negara milyaran rupiah? Apakah dia senang karena sudah ditangkap? Apakah dia tidak menyesali perbuatannya?

Alhasil saya hanya bisa tersenyum kecut ketika seorang kawan yang sudah lama bergelut dengan Indonesia hanya berkomentar pendek sambil mencoba menjelaskan bahwa: “Orang Indonesia memiliki lebih dari 500 macam senyum yang bisa diartikan berbeda2x… Mulai dari senyuman tulus sampai senyum penuh misteri… “

HMMMM…Apa betul begitu?….Entahlah….Jangan2x memang iya… *sambil garuk2x kepala*

2. Gelak-tawa dan canda senantiasa
Buat saya berbahasa Norsk seharian di tempat kerja non-stop dapat membuat otak nyaris ‘hang’ jika tidak diselingi oleh jeda berbahasa Inggris yang lebih natural dibandingkan norsk. Seminggu tanpa berbahasa Indonesia sudah bisa membuat lidah merindukan bahasa ibu ini. Bertemu kawan sebangsa dan setanah air, bersenda-gurau bercanda dan tertawa bersama adalah oase yang dirindukan jika rasa kangen terhadap tanah air muncul.

Dan…. di sinilah kebingungan bisa muncul….
Dalam suatu kumpul2x pelajar Indonesia di asrama kampus yang dipenuhi canda serta gelak tawa tiada henti akibat saling lempar ledekan tiba2x seorang pelajar Russia muncul di pintu sambil cengengesan dan bertanya: “Boleh nggak saya ikut mencicipi ‘barang’ yang kalian pakai?…” Pertanyaan tadi membuat orang2x Indonesia dalam ruangan terdiam dan berpikir, ‘barang’apa yang dimaksud si pelajar Russia tadi?

Melihat kebingungan yang ada si pelajar Russia menjelaskan lebih lanjut: “Iya….itu loh, kalian make ganja ya…atau alkohol kali….kok ketawa2x mulu non-stop gitu…. saya penasaran kalian make apa sih kok bisa hepi kayak begini….” Ooooooo….. ternyata gelak tawa warga Indonesia saat kumpul2x itu disangka akibat pengaruh obat2xan atau alkohol… Seorang teman langsung menjelaskan: “Wah, maaf….kita pelajar dan orang baik2x…. nggak make begituan… dan kita nggak butuh juga obat2xan ato alkohol buat merasa hepi….ketawa kita murni dari hasil becandaan dan ledekan sesama temen… well, memang bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mudah tersenyum dan tertawa…. “

Jawaban tadi justeru membuat si pelajar Russia garuk2x kepala karena sepengetahuannya orang akan menjadi lebih mudah tertawa jika sudah mabuk…ternyata gelak tawa orang Indonesia bisa muncul hanya dari acara kumpul2x dengan minuman dan makanan seadanya….as simple as that… Yeppp….. entah bagaimana menjelaskan konsep ‘mangan ora mangan asal ngumpul’ (makan nggak makan asal kumpul) ke kawan tadi dalam versi yang lebih mudah dimengerti….

3.Dilarang makan sambil bicara ?
Sesi makan bersama di sejumlah negara Eropa, termasuk di Norwegia biasanya bisa berlangsung lebih dari 1 jam. Waktu makan malam misalnya menjadi lebih panjang (bisa 2 jam lebih) karena pembagian waktu untuk makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, teh dan kopi serta snacks yang berurutan. Saat makan obrolan bisa berlangsung non-stop dari A-Z, mulai dari topik ringan hingga topik berat, mulai dari hal yang bersifat personal (pekerjaan, studi) sampai perkembangan situasi politik terakhir.

Sementara di Indonesia, banyak keluarga yang melarang anak berbicara saat sedang makan karena takut tersedak, makanan berantakan dll. Akibatnya, tak jarang sesi makan berlangsung sunyi saat masing2x sibuk berkonsentrasi dengan makanannya dan hanya berbicara seperlunya.

Seorang kawan Norwegia mengalami kejutan budaya saat makan bersama di Indonesia dalam salah satu kunjungan lapangan. Kensunyian di meja makan membuatnya bertanya2x apakah ia harus berinisiatif memulai percakapan? Apakah ada sesuatu yang salah? Mengapa semua diam? Sesi makan berlangsung singkat, hanya sekitar 15-20 menit kemudian melanjutkan perjalanan baginya sangat aneh dan berbeda dengan sesi makan bersama di negaranya. Untunglah ia bisa mengerti setelah saya coba jelaskan bahwa selain kendala bahasa, rasa enggan untuk memulai percakapan, mungkin’instruksi’ dari orang tua yang kami dapat saat masih kecil untuk tidak banyak ‘bertingkah’ saat makan nampaknya masih cukup melekat hingga dewasa di hati cukup banyak orang.

bersambung dalam postingan berikutnya…

9 thoughts on “Gegar Budaya – Di Sisi Yang Lain

  1. arin

    Mau tambah nih ya pernah guru geographi saya bilang negara di khatulistiwa susah maju sedangkan negara yg jauh dari khatulistiwa malah lbh maju,apa karena kita terbuai dgn angin sepoi sepoi sehingga bikin kita tidur mulu hihihi sedangkan kalo di jauh khaulistiwa udah pasti dingin kalo diem aja bisa2 mati kedinginan mangkanya aktif ya ^^

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hmmm, ada benernya juga kalau dipikir2x… di sini tantangan alamnya jauh lebih besar. Kalau hanya diam dan tidak melakukan apa2x bakalan mati berdiri deh. Menanam sesuatu pun perlu ekstra perhatian karena lahannya nggak sesubur di Indonesia, curah hujan juga beda dan kesempatan menanam hanya ada antara spring hingga akhir musim panas yang terbatas waktunya… Mungkin tantangan yang ada membuat manusianya dituntut untuk menjadi kuat, kreatif dan tangguh untuk survive….

      Reply
  2. roribeat

    iya di Oslo dari bulan Mei, masih baru.. iyaya jangan2 kita pernah ketemu tapi aku ga sadar.. kan aku pernah liat foto kamu di blog.. hehe.. tapi sejak pengalaman dicuekin itu sekarang aku kalau jalan cenderung tatapan lurus ke depan😀

    Reply
  3. roribeat

    setuju banget dengan teori ini! pertama kali tiba di Oslo, merasa orang2 lokal DINGIN & TIDAK RAMAH. Melempar senyum ke orang di jalan, ngga ada satu pun yang membalas😦 di sisi lain, mungkin orang2 yang aku senyumin itu berpikir kalau aku gila atau mau copet yaaa hahaha

    Reply
    1. Felicity Post author

      Wahhh ada di Oslo juga ya mbak?…. jangan2x kita pernah ketemu?🙂 Yepp….ngga boleh sembarangan senyum di sini…. sungguh aneh memang🙂

      Reply
  4. mila

    hahaha… kebanyakan senyum2 & ketawa2 juga bikin ngeri ya? tapi aku pernah baca dimana gitu katanya orang2 yg berasal dari daerah yang makin mendekati garis khatulistiwa kepribadiannya makin hangat gitu. termasuk teroris, klo liat kamera otomatis lsg senyum, kebiasaan hahahaa….

    Reply
    1. Felicity Post author

      Kayaknya teori itu ada benernya….kalo dibalik: semakin ke ujung deket kutub (utara ato selatan) maka orangnya makin jarang senyum dan dingin…. kayaknya bener deh…. di sini kalo senyum dan ngajak ngomong ke orang asing di bus ato kereta nanti bisa dicurigai mau nyopet haha…. Tapi di sini ada pengecualian, orang Sami di daerah utara dikenal sebagai orang2x yang ramah dan terbuka buat orang yang baru dikenal… ngga tau kenapa 😀

      Reply
  5. Nin

    Kalo orang Norsk bingung dengan ketawa-ketawa orang indonesia yang mirip dengan orang mabok, bagaimana terjemahan mereka tentang orang Qatar yang bertingkah seperti orang gila pada saat Hari Nasional mereka: Melanggar bertingkah macam2 diatas mobil mereka di tengah jalan…. (lihat blog saya: http://ninstravelog.wordpress.com/2011/12/19/2011-qatar-national-day/ ). Jangan lupa tingkah ini bukan bercanda diantara teman… atau mabok loh (alkohol kan taboo di Qatar). Pasti orang2 Norks itu semakin bingung!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s