Si Cantik Pulau Belitung

feli2

Libur musim panas kali ini saya dan T memutuskan untuk menghabiskan waktu di Indonesia, sejumlah pilihan sempat muncul untuk lokasi tujuan mulai dari Labuhan Bajo, Wakatobi, Raja Ampat, Pulau Togian, Pulau Derawan dll. Namun, setelah dipikir2x, pilihan pun jatuh ke Pulau Belitung karena jika dibandingkan dengan destinasi lainnya Pulau Belitung merupakan lokasi wisata yang praktis, ekonomis dan mudah diakses (hanya sekitar 40 menit dengan pesawat Garuda atau Lion Air dari Jakarta ke Tanjung Pandan, kota utama di Pulau Belitung) plus tentunya suguhan hamparan pantai berpasir putih yang masih natural.

Foto: Senja di Pantai Tanjung Pandan
feli1

Kami sengaja tidak memilih jasa tour operator karena ingin lebih fleksibel dan tentu saja lebih irit biaya. Bersama dengan sepasang turis lain (Andrew dari Canada dan Angelika dari Jerman) yang juga akan menghabiskan waktu sekitar 5 hari di Belitung akhirnya disepakati sharing biaya sewa mobil dan perahu nantinya.


Foto: Pantai Bukit Berahu
feli3

Karena tidak mengenal medan, strategi kami di hari pertama adalah melakukan mapping lokasi2x strategis yang akan di explore lebih jauh nantinya. Untuk ini tentu saja dibutuhkan orang lokal yang mengetahui seluk-beluk Belitung. Berbekal hasil browsing di internet mengenai rate sewa mobil serta bertanya ke beberapa orang kami pun mendapatkan mobil sewaan yang cukup untuk 4 penumpang dan supir. Harga sewa yang kami dapatkan jauh lebih murah dari harga yang ditawarkan pihak hotel untuk jenis kendaraan dan ketentuan yang sama.

Foto: Bebatuan di Pantai Tanjung Tinggi
feli5

Pak Abu, supir kami dengan senang hati menunjukkan lokasi pantai2x cantik di Belitung Barat dan Belitung Timur. Mulai dari Pantai Bukit Berahu, Pantai Tanjung Binga, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Penyabong sampai mendaki Bukit Baginda, mengunjungi sekolah Laskar Pelangi, museum kata Andrea Hirata dan blusukan mencari warung makan murmer😀. Perjalanan yang dimulai jam 09 pagi berakhir sekitar jam 8 malam dengan rasa puas dan kagum akan kecantikan pulau Belitung ini.

Foto: Candid camera, saat Andrew mengambil foto sang kekasih di pantai Tanjung Tinggi.
feli6

Foto: Sekolah Laskar Pelangi, bangunan dari sekolah asli dipindahkan ke lokasi saat ini.
feli9

Foto: Museum kata Andrea Hirata.
feli12

Foto: Shooting film ‘Edensor, sekuel Laskar Pelangi yang sedang berlangsung. Sayang Andrea sedang sibuk, keinginan untuk bisa bertemu langsung pun tidak bisa dilakukan😦
feli14

Foto: Air pantai yang bening…
feli7

Hari kedua kami putuskan untuk menyewa sepeda motor. Mode transportasi ini menjadi favorit jika ingin bebas mendatangi lokasi2x tertentu tanpa kuatir memikirkan supir atau biaya ekstra lainnya.

Lokasi pertama adalah mendatangi perkampungan nelayan di Tanjung Binga untuk mencari sewa perahu. Setelah bertanya ke beberapa orang akhirnya kami mendapat sewa langsung dari pemilik perahu tanpa perantara.

Foto: Blusukan di perkampungan nelayan🙂
feli17

Perjalanan dengan motor dilanjutkan ke Pantai Tanjung Tinggi yang cantik dengan kumpulan batu2x granit besar di pinggir pantainya. Sementara yang lain menghabiskan waktu dengan berenang, saya sibuk hunting sudut2x foto unik sambil sesekali terpana dengan jernihnya air, putihnya pasir dan keheningan di pantai yang kebetulan sedang di bulan puasa. Menurut info dari Pak Abu, di musim turis (peak season) pantai akan dipadati pengunjung dan kita akan sulit leluasa bergerak atau menikmati suasana karena kepadatan manusia.

Foto: Dasar pantai yang sebening kristal.
feli18

Destinasi selanjutnya yang sudah saya incar adalah Danau Kaolin yang tidak jauh dari Tanjung Pandan (sekitar 30 menit dengan sepeda motor). Setelah berputar2x karena salah informasi, akhirnya Danau Biru itu pun nampak di depan mata. Warna air danau yang biru tosca ditambah lapisan lembut semburat putih menimbulkan kesan magis dan sekilas mengingatkan dengan Kawah Putih Ciwidey.

Foto: Danau Kaolin yang merupakan area pertambangan mineral Kaolin–bahan utama pembuatan porselen.
feli24

Hari selanjutnya adalah islands hopping. Sayang cuaca kurang bersahabat, hempasan angin timur yang biasanya tidak kencang saat itu membuat perjalanan dengan kapal tidak nyaman karena hempasan gelombang dan arus yang kuat. Kami berteduh di kompleks mercu suar setelah menaiki tangga2x menuju puncak menara itu. Setelah mendapat ijin dari penjaga mercu suar untuk meminjam dapur, saya dan T menyiapkan makan siang kami: ayam bakar (sengaja dibawa setengah matang), daun kangkung yang masih segar dan bumbu sayur kangkung yang sudah diracik oleh ibu penjaga warung nasi yang baik hati). Not bad at all!🙂

Foto: Pemandangan dari tower menara mercu suar di Pulau Lengkuas.
feli20

Foto: Di antara rintik hujan
feli21

Foto: Mercu suar tua berumur lebih dari 100 tahun peninggalan Belanda yang masih tegap berdiri di Pulau Lengkuas.
feli19

Setelah beberapa jam dihabiskan di Pulau Lengkuas, perjalanan kami lanjutkan ke pulau lain ketika hujan mulai reda. Sayang saya lupa nama pulau cantik dengan pasir putihnya yang terletak tak jauh dari pantai Tanjung Binga dan penangkaran ikan kerapu. Puas berenang, snorkling dan menjelajah pulau rangkaian perjalanan di Pulau Belitung harus kami akhiri dengan berat hati.

Saat merapat di pantai, kami disambut oleh sekumpulan anak2x nelayan yang sedang bermain. Nampaknya mereka baru saja membuat bangunan2x kecil dari pasir pantai dan sejumlah bahan alami seperti ranting2x, dedaunan dan kayu2x kering yang ada di sekitarnya. Saya terkagum2x dengan kreativitas mereka membuat miniatur para2x, rumah dan perkampungan tempat mereka tinggal dengan tingkat detail dan presisi yang barangkali tidak kalah dengan mahasiswa arsitektur. Ckckckck.

Foto: Perkampungan nelayan Tanjung Binga dengan rumah2x panggung atau para2x di tepi perkampungan.
feli16

DAN….

Foto: Miniatur para2x versi anak2x desa nelayan di Tanjung Binga🙂 Amazing!
feli23

Total biaya utama yang kami habiskan untuk tur kali ini (tidak termasuk akomodasi hotel) adalah:

Tur dari pantai ke pantai:
– Sewa mobil Avensis Rp. 350.000 (mobil+supir tanpa bensin) untuk satu hari
– Bensin Rp.200.000 (perjalanan menempuh wilayah Timur-Barat-dan Selatan pulau sekitar 12 jam)

Islands hopping:
– Sewa perahu Rp. 400.000, termasuk diesel dan nahkoda untuk satu hari
– Makan siang di pulau Rp. 110.000

Road trip dengan sepeda motor
– Sewa motor Rp 60.000 per hari per motor (tanpa bensin)

Total: +/- Rp 350.000 per orang (biaya sharing 4 orang). Bagaimana? Cukup ekonomis bukan?

19 thoughts on “Si Cantik Pulau Belitung

  1. adi

    Hi Feli, salam kenal,,sepertinya liburan lo asik banget ya,,,oya gw juga ada rencana mau ke belitung,,boleh minta nomor kontak sewa mobil dan motor nya ? sama penginapan yang asik dimana ya ? thx u.

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hai, iya asik…meski panas hehe🙂 Buat sewa motor waktu itu dapat dari temennya satpam di hotel, penginapan saya nginep di Grand Hatika, deket pantai Tanjung Pendam buat lihat sunset soalnya, karena lagi low season dapet harga yang nggak terlalu mahal. Sori banget buat telepon karena sudah lama jadi nggak ada lagi deh…

      Reply
    1. Felicity Post author

      Hai, waktu itu kita cari sendiri di perkampungan nelayan Tanjung Binga ….musti nanya di rumah penduduk sambil jalan2x keliling kampung, eksotik loh…. Biasanya mereka ada kok info dari mulu ke mulut tentang penyewaan kapal buat turis…. Kalo yang ini perlu juga, dipastikan kapalnya memang bisa dipakai untuk bawa turis, bukan kapal ikan…. dan saat bertanya di perkampungan harus sopan juga (dari perilaku dan tutur kata)…. namanya juga kampung orang, ibarat tamu kita masuk ke rumah mereka, jadi memang musti hormat ke merekanya…. Perkampungan nelayan itu dibagi2x ternyata, ada blok orang Melayu, blok orang Bugis dll… Yang ada penyewaan kayaknya blok orang Melayu deh….(tapi dulu di dianya kita cuma sewa life vest, karena sudah ada kapal)….

      Reply
    1. Felicity Post author

      Hai Liza, mohon maaf nomornya sudah terselip entah dimana. Dulu nemunya hasil google juga. Banyak kok website dan info penyewaan mobil di Belitung, triknya, telepon 5-6 operator berbeda dan bandingkan harga yang ditawarkan (plus apa saja yang masuk di paketnya, termasuk bensin/tidak (bensin buat seharian bisa sekitar 400-600 an ribu), apa jenis mobilnya, termasuk driver atau tidak, apakah ini sewa satu hari 12 jam atau 24 jam) lalu cari yang paling pas. Milis kayak Kaskus juga berguna buat info karena ada referensinya biasanya. Dulu sih harga tidak beda jauh antara satu dengan yang lain. Cuma berdasarkan pengalaman mencari sendiri bisa jauh lebih murah jatuhnya daripada harga paket wisata apalagi kalau share bareng2x yang lain, lebih repot memang tapi lebih bebas juga kalau mau blusukan.

      Good luck ya!

      Reply
  2. rosi simamora

    Hai, Feli, salam kenal. Saya rosi. Pingin tanya, sulitkah mencari makan di Belitong saat ke sananya di bulan puasa? Terima kasih ya.

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hai Rosi,

      Kayaknya bakalan susah kalau di siang harinya….tapi tetep ada kok kalau dicari. Kios2x makanan yang rada banyak pilihan itu di tepi pantai atau di Tanjung Pandan kotanya. Kalau mau ke pulau lebih enak bawa makanan sendiri, kita dulu beli sejak malam hari sebelum kapal berangkat keesokan paginya karena warung buka rada siangan, trus malamnya dimasukkan kulkas di hotel. Saat di pulau kita pinjam dapur penjaga pulau buat menghangatkan makanan.
      Kesimpulan: agak sedikit menantang tapi bisa diakali kok, bulan puasa enaknya pantai sepi….🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s