A Beautiful Way to Waste Your Talent…

feli1-1

Awal bulan puasa lalu, sekaligus awal libur musim panas T harus menghadiri sebuah konferensi internasional di Bangkok dari kantornya selama satu minggu. Di saat bersamaan saya memilih menggunakan waktu satu minggu di Bangkok untuk mengasah keterampilan sekaligus menekuni hobi seni ukir buah dan sayuran yang sewaktu2x terpakai saat mengundang tamu2x ke rumah untuk makan bersama.

Sejauh ini pengalaman saya untuk ukir-mengukir buah paling jauh sebatas membuat bunga mawar dari tomat dan keranjang buah dari semangka seperti dalam postingan jadul ini. Karenanya mempelajari teknik2x yang baik dan benar dan ide2x baru adalah hal yang sangat mengasyikkan dan menyenangkan.

Foto: Pelajaran hari kedua: beragam bunga dari wortel

feli6

Menurut jadwal resmi kelas akan dimulai pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore. Namun dalam prakteknya kami mulai pukul 9 pagi sampai pukul 4 atau 5.30 sore karena begitu semangatnya belajar. Ruang kelas kami adalah sebuah apartemen penthouse di pusat kota Bangkok. Meski namanya penthouse kesan pertama tentang ruang ini nampak tidak jauh beda dengan ruang apartemen biasa (entahlah, nama memang bisa menipu ya). Guru yang mengajar adalah Master Wan, seorang ahli seni ukir buah dan sayur yang mempelajari keterampilan ini sejak berumur 11 tahun dari sang nenek. Master Wan juga sudah melanglang buana selama 30 tahun terakhir karena keahliannya bersama misi kebudayaan pemerintah Thailand.

Beliau sudah sering menjadi juri dalam ajang kompetisi internasional dengan murid2x yang berasal dari berbagai negara berbeda. Dari Indonesia seingat beliau pernah ada satu orang dari Bali sekitar 10 tahun lalu yang belajar dan kini menjadi pengajar. Selain ahli di bidang ini, Master Wan ternyata juga ahli masak (akan membuka restoran sendiri tahun depan), jago melukis dan pelatih taekwondo ckckck. Ia bercerita pernah saat di Israel ada seorang laki2x jahil yang memegang (maaf) pantatnya, respon pertama sang guru adalah menonjok si pria jahil di wajahnya sampai biru lebam dan kehilangan satu-dua gigi. Mantab🙂

Foto: Bersama sang guru dan kawan2x sekelas
feli3

Foto: Bunga cocktail dari lobak putih
feli9

Foto: Before and after, pohon natal dari wortel.
feli7

Sempat ada rasa tidak pede dan minder karena di antara peserta kursus sayalah satu2xnya yang bukan chef (juru masak) profesional. Peserta lain saat itu adalah chef Vishnu dari Nepal yang bekerja di salah satu beach club di Bahrain; chef Vinnie dari Italia yang bekerja di salah satu resort di Bahama dan akan mulai bekerja di Selandia Baru; serta chef Ken dari Dallas yang akan membuka restoran sendiri. Sementara saya?….Who am i?… ummm… hanya pecinta dan pemerhati biasa saja…

Rasa pede baru muncul setelah master Wan dan kawan2x lain memuji hasil karya saya yang halus dan detil, YIPPIE!!! (sambil jingkrak2x :D) Ah, senangnya mendapat pujian dari mereka2x yang sudah memiliki jam terbang tinggi di dunia kuliner ini.

Foto: Meski memiliki panduan yang sama, hasil akhir di tangan yang berbeda juga akan berbeda🙂

feli10

Hari pertama diawali dengan pelajaran dasar yakni menguasai bentuk dan membuat bunga mawar dari tomat serta daun2xan dari ketimun. Ada tiga bentuk yang penting dikuasai dalam mengukir tepian buah atau sayur yakni bentuk setengah lingkaran, bergerigi dan bentuk segitiga. Bentuk berbeda akan memberikan efek dan hasil yang berbeda pula.

Hari kedua dilanjutkan dengan praktek membuat bunga dari labu kuning dan mengukir semangka.

Foto: Materi untuk hari kedua
feli17

feli13

feli14

feli15

Mengukir semangka adalah tantangan tersendiri, jika kita tidak hati2x mengarahkan sudut, kekuatan dan arah pisau bisa2x buah akan terpotong di tempat yang tidak seharusnya. Menurut master Wan kecelakaan yang dialami muridnya dimana tangan teriris atau tertusuk pisau ukir yang tajam beberapa kali terjadi. Hmmm …. harus ekstra hati2x, saya berulangkali mengingatkan diri sendiri.

Foto: Akhirnya…. selesai juga. Phewww…🙂
feli19

Foto: Bentuk kelopak lainnya.

feli2

Pelajaran hari keempat dan kelima adalah mengukir nama di buah semangka dan membuat bentuk2x berbeda dari wortel (permintaan pribadi karena saya menyukai bentuk2x ukiran dari wortel yang imut tapi cantik).

Foto: Mengukir nama sendiri di atas buah semangka🙂

feli22

feli24

Foto: Bunga mawar dari wortel, membuatnya perlu ekstra hati2x dan sabar
feli27

Foto: Bentuk2x lain dari wortel yang sebagian besar saya buat sendiri, lumayan🙂
feli32

Foto: Burung perdamaian sedang memakan daun yang kebetulan ada🙂
feli33

Di hari terakhir ada acara simbolik penyerahan sertifikat dan foto bersama master Wan bukti bahwa saya telah menyelesaikan kelas pemula seni ukir buah dan sayur😀 (hehe, penting ya?) Ada kepuasan tersendiri kala berhasil menambah ilmu dan keterampilan baru. Moga2x kesempatan untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi bisa terwujud di lain kesempatan, aminnnn.

Meski sering dianggap remeh, keterampilan ini bisa menambah cantik tampilan masakan yang ada di meja. Di dunia profesional, seorang chef yang memiliki kemampuan seni ukir buah dan sayur akan memiliki nilai tambah tersendiri.

Seorang kawan kuliah dulu –setelah mengetahui aktivitas saya terakhir yang jauh dari jurnal2x ilmiah, laporan penelitian atau program management ini– tak urung berkomentar:

“What a beautiful way to waste your talent!”…

(terjemahan bebas: “...Sayang banget sih, buang2x waktu dan energi aja, elu ngapain sih Fel?...”)

Haha…. Yup, can’t agree more…  But I love it!  So what?  :)

Catatan:

Lebih lanjut tentang ukir-mengukir buah ada di blog ini

Penerapan seni ukir buah untuk dekorasi ada di sini

25 thoughts on “A Beautiful Way to Waste Your Talent…

  1. nopnop

    sis,, klo mau ikut kursus carving fruits, dimana alamatnya klo utk daerah jakarta ato tangerang gt? mhn infonya, tq

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s