Libur???….Lagi????….

feli

Berapa lama sih jatah libur kamu di sana? Perasaan libur melulu deh….Jalan2x terus…

Hmmm….Ini adalah salah satu pertanyaan dari sejumlah kenalan di Indonesia yang sering membuat saya merasa tidak enak hati atau tidak tega menjawab.

Di Norwegia, hari libur (ferie) bisa dikelompokkan menjadi:
– Sommerferie (summer holiday), libur musim panas, biasanya 5 minggu antara Juli-Agustus
– Høstferie (autumn holiday), libur musim gugur, 1 minggu di awal bulan Oktober
– Juleferie (christmas holiday), libur Natal, 1 minggu hingga tahun baru–> semua staff
– Vinterferie (winter holiday), libur musim dingin, 1 minggu di bulan Februari atau Maret sebelum musim semi
– Pinse (libur hari Pentakosta yang biasanya jatuh hari Minggu diikuti libur nasional hari Senin), long weekend, semua staff
– Påskeferie (easter holiday), libur Paskah, 1 minggu

Tanggal merah di kalender tahun 2013 hanya ada 13 hari untuk hari2x ‘standar’ seperti Hari Konstitusi (setiap 17 Mei, mirip 17 Agustusan di Indonesia), Hari Buruh (1 Mei) dll.
Untuk staff yang sudah bekerja lebih dari satu tahun di suatu kantor berhak atas 5 minggu libur musim panas yang bisa diambil langsung 5 minggu berturut2x atau sepotong2x dibagi di antara autumn holiday, winter holiday atau easter holiday.

Jadi, jatah libur yang dimiliki adalah:
-5 minggu libur musim panas
-1 minggu libur antara natal dan tahun baru
– waktu overtime (avpassering), pengalaman saya di akhir tahun selalu ada sisa antara 3 -6 minggu untuk jatah libur ekstra

Konsep over time (avpassering) di Norwegia kalau dipikir2x lebih manusiawi dan berpihak pada pekerja. Waktu kerja di musim panas biasanya adalah 7 jam per hari (Senin-Jumat) dan di musim dingin adalah 7.45 menit. Jika kita bekerja lebih dari waktu yang diwajibkan maka akan ada akumulasi waktu over time tadi.

Sebagai contoh, jika saya memiliki waktu overtime yang totalnya adalah 150 jam maka saya berhak mengambil ekstra waktu itu sebagai hari libur (150 dibagi 7 jam atau 150 dibagi 7 jam 45 menit, tergantung kapan jatah overtime mau diambil). Pilihan lain biasanya manajemen kantor juga menawarkan pembayaran per jam untuk ekstra overtime tadi (dengan hitung2xan tersendiri). Bayaran untuk bekerja di hari libur atau weekend biasanya lebih tinggi dari bayaran di hari kerja biasa meskipun kita memiliki gaji tetap.

Kalau dipikir2x setidaknya dalam setahun saya memiliki jatah libur sekitar 8 minggu (2 bulan) di luar tanggal merah. Sementara obrolan dengan kawan2x yang bekerja di Indonesia biasanya jatah cuti satu tahun –dan itu pun sudah termasuk terkena potongan cuti bersama– hanyalah 15 hari!!! …Weleh…weleh… Saya jadi prihatin melihat kawan2x di tanah air yang sebenarnya ingin bisa travelling lebih lama namun harus hitung2xan dengan jatah cuti, ini pun plus resiko kerja tanpa dibayar atau dipecat jika melanggar tenggang waktu yang ditentukan.

Jangan heran di hari2x libur massal seperti summer holiday maka kantor2x di Norwegia akan sangat sepi selama 1,5 bulan. Sementara di hari2x libur seperti autumn holiday, winter holiday yang juga sekaligus libur anak sekolah biasanya pekerja yang memiliki anak usia sekolah akan ikut berlibur.

Kemana liburan?

Pertanyaan lain yang sering membuat saya tidak enak menjawab adalah: apa biasanya aktivitas yang dilakukan saat berlibur dan kemana? Jawabannya ada beberapa pilihan antara berlibur di dalam negeri atau ke luar negeri.

Salah satu ciri khas penduduk Norwegia adalah kebiasaan berlibur di musim panas atau musim dingin ke kabin didaerah gunung atau pantai (nanti bisa jadi bahan postingan tersendiri)

Berhubung berada di daratan Eropa dan transportasi dengan pesawat sudah sangat umum maka kebanyakan dari yang berlibur ke luar negeri biasanya akan mengunjungi negara2x lain di sekitar Eropa. Denmark, Spanyol, Perancis dan Italia adalah favorit turis2x asal Norwegia. Negara2x tadi bisa dicapai hanya dalam waktu 1-4 jam dengan pesawat. Negara ‘Timur Jauh’ seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, India, Vietnam biasanya menjadi incaran turis2x yang berusia muda untuk backpacking atau pensiunan yang memiliki uang lebih dan bersedia menempuh perjalan 15-21 jam.

Yang kadang membuat serba salah, jika kita menjawab pertanyaan dari teman atau saudara di Indonesia secara jujur bahwa sudah berkeliling sejumlah negara Eropa nanti bisa dikira terlalu banyak uang dan hanya hura2x. Padahal, mengunjungi negara2x seperti Spanyol, Jerman, Italia, Perancis, Portugal, Belanda, Denmark, Swedia adalah hal yang dianggap biasa bagi kebanyakan orang di sini. Budget airlines seperti Ryan Air, Norwegian Air dan tawaran2x paket liburan, paket akhir pekan, paket pemesanan hotel+tiket pesawat dll plus standar gaji pekerja yang secara umum sangat baik membuat liburan ke luar negeri jadi terjangkau. Sementara, di Indonesia kunjungan ke negara2x tadi terkesan ‘wah’ karena jarak yang jauh dan tiket pesawat yang mahal.

Gap Year

Di negara2x Eropa dikenal juga apa yang disebut ‘Gap Year’ kurang lebih ‘tahun antara/jeda’. Setelah selesai SMA (sekolah menengah atas, apa namanya masih sama ya?) dan sebelum memasuki universitas, bisa juga mungkin dilihat sebagai masa sabbatical (istirahat dari rutinitas) yang bisa berlangsung 6 bulan- 1 tahun dari sekolah atau pekerjaan. Biasanya ‘gap year’ ini diisi dengan aktivitas travelling keliling dunia atau beberapa negara yang sudah diincar.
Seorang kenalan misalnya melakukan perjalanan keliling negara2x Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Myanmar) dan Australia selama 6 bulan. Kawan lain melakukan perjalanan keliling negara2x di Afrika dan di Asia selama 1 tahun sementara pasangan lain yang kami kenal melakukan perjalanan dengan mobil off-road Oslo-Mongolia selama 7 bulan. Inti dari aktivitas ini selain untuk melakukan eksplorasi, bertualang, memuaskan keinginan dan mimpi2x, menambah pengalaman juga belajar dan menambah wawasan. Biasanya untuk travel yang memakan waktu bulanan harus direncanakan secara matang secara finansial dan teknis pelaksanaannya.

Kalau diamati, mereka yang suka travelling dan bertualang biasanya memiliki rasa pengertian yang lebih baik terhadap orang yang berasal dari latar belakang budaya atau kebiasaan yang berbeda. Bersentuhan dengan dunia lain akan membuka mata kita untuk semakin menghargai budaya dan kebiasaan yang dimiliki orang lain (juga budaya sendiri ) dan menghargai pepatah yang menyebutkan bahwa ‘dunia tidak selebar daun kelor’ yang memang benar adanya😀

Yang perlu diingat, kesan bahwa turis yang berasal dari Eropa atau Amerika itu banyak duitnya tidak selalu benar. Mereka2x yang bisa berlibur ke negara ‘jauh’ seperti Indonesia tidak sedikit yang menabung dan menyisihkan uang selama berbulan2x sebelum liburan. Sementara anak2x muda banyak yang melakukan ‘summer job’ (pekerjaan selama libur musim panas) di restoran atau supermarket untuk mengumpulkan uang saku sedikit demi sedikit yang dibutuhkan untuk perjalanan yang direncanakan. Sejak usia muda biasanya mereka sudah diajari bahwa uang tidak jatuh dari langit atau tumbuh di pohon begitu saja dan jika menginginkan sesuatu maka mereka harus memperjuangkannya dan bekerja keras untuk itu.

Negara paling bahagia

Pertanyaan lain terkait apakah ada hubungan antara jumlah hari libur dan produktivitas yang dihasilkan? Jawabannya bisa dilihat dari hasil sejumlah survey tentang negara paling produktif sedunia dan negara paling bahagia sedunia yang menunjukkan bahwa Norwegia berada di deretan teratas. Kalau dipikir2x, tingkat kebahagiaan individu secara logika akan mempengaruhi output pekerjaan yang dihasilkan. Jadi, kesempatan untuk lepas dari rutinitas pekerjaan sehari2x sebenarnya memiliki dampak positif terhadap produktivitas pekerja, dengan catatan: hari libur yang disediakan memang digunakan dengan maksimal. Dan, tingkat kebahagiaan pekerja selain jatah hari libur yang memadai, fasilitas serta jaminan kesejahteraan juga ditentukan dari sejauh mana perusahaan memperlakukan pekerjanya secara manusiawi.

Jadi….. menghormati pekerja… dan membuat mereka bahagia dengan pekerjaannya, niscaya akan membuat produktivitas bertambah dan… pada akhirnya akan membuat pimpinan bahagia, as simple as that, I think😀

Referensi:
http://www.huffingtonpost.com/2013/09/09/world-happiness-report-happiest-countries_n_3894041.html
http://www.timeanddate.no/kalender/merkedag-innhold
http://247wallst.com/investing/2010/06/28/72005/

30 thoughts on “Libur???….Lagi????….

  1. Pingback: Culture Shock di Tempat Kerja | My Life, My Search, My Journey

  2. Pingback: Pesta Kepiting | My Life, My Search, My Journey

  3. kaliyaworld

    Ihh seneng bgt bs nemu blog ttg negara norwegia, soal.a lg deket ma org sonoh n sapa tahu ntar diboyong jg kesana, hihihi… salam kenal bt yg pny blog🙂

    Reply
  4. Crossing Borders

    Pindah ah ke Norwegia…hehehe.. BTW, ada project tambang atau konstruksi besar yg perlu “orang bengkel” gak di sana.. Biar si M melamar..trus aku ngikut..trus aku cari kerja juga di sana..(mengkhayal.com)

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hubby (T) kerja di perusahaan yang memproduksi software dan robot salah satunya untuk mesin2x berat salah satunya untuk mining. Who knows nant malahan kita yang ke sana (buat short visit mungkin)🙂

      Reply
      1. Crossing Borders

        Wah kalo suami-suami kita ngobrol pasti nyambung banget nih.., soalnya si M suamiku tuh technical advisor (aku sih manggil dia mekanik keliling..hehehe) utk alat-alat berat pertambangan dan konstruksi.. Itu loh monster kuning yg besar-besar itu..hahahah..

        Reply
        1. Felicity Post author

          Nyambung banget say…. T kerja di perusahaan yang memproduksi ‘otak’ di balik mesinnya sementara M yang langsung bersentuhan sehari2x…. Kemarin waktu kebetulan kita lewat salah satu project pembangunan tunnel di sini dia sibuk nunjuk2 ke arah beberapa mesin warna kuning yang besar2x yang memakai robot dari perusahaan mereka . Gw sih bengong aja…cuma bilang… “I see, interesting….” haha…padahal blank habis gitu🙂 nggak ngerti kalo udah urusan beginian…

          Reply
  5. Pingback: Tentang Pekerjaan | My Life, My Search, My Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s