(Tidak) Dijamin Asli……..

feli2

Yang namanya  mencari suvenir atau oleh2x saat berkunjung ke suatu tempat wisata entah luar kota atau luar  negeri pasti maunya yang asli, otentik, khas dan unik dari tempat yang kita datangi tersebut. Tapi…..ini TIDAK SELAMANYA MUDAH…….

Meski sering mendengar cerita turis  yang ‘tertipu’ saat membeli oleh2x misalnya membeli topi ‘MADE IN INDONESIA’ jauh2x di NEW YORK… dan semacamnya tetap saja saya merasa surprise saat mengalami sendiri hal2x semacam ini.

Saat berjalan2x di salah satu pantai, nun jauh di sana di ‘pelosok’ Italia bernama Sardinia, di antara batu2x dan jejeran turis yang berjemur mandi matahari mata saya tertuju pada deretan kios2x suvenir yang menjual pernak-pernik kerajinan tangan. Seperti deja-vu, saya merasa familiar dengan barang2x yang dijual mulai dari gelang2x, anting2x hingga kibaran kain2x sarung dan scarf di sana….yang MENGINGATKAN SAYA PADA SUASANA LOKASI WISATA DI …. JAWA BARAT…sodara…sodara….

Foto: Jejeran toko suvenir di tepi pantai…. yang (bukan) asli Italia…
sardinia-felicity

Dan benar saja, setelah saya ‘tembak’ langsung dengan pertanyaan: ‘Apakah ini barang2x dari Indonesia? It seems familiar to me’…. Si penjual yang asli dari Argentina, setelah beberapa saat akhirnya mengaku kalau dia kulakan 3 atau 6 bulan sekali di….TASIKMALAYA….. Hohoho….. jauh2x…. dari Argentina, kulakan di Tasikmalaya, berjualan di Sardinia-Italia, bertemu turis Indonesia yang tinggal di Norwegia….what a small world….

Foto: Made in Indonesia…tuhhhh…betul kannnn….
sardinia2-felicity

Dari hasil ngobrol2x dengan si penjual yang ternyata bisa berbahasa Indonesia margin perbedaan harga dari harga asli saat kulakan di Indonesia hingga di Sardinia lumayan besar…Business is quite good…. kata si mas Argentinian itu.

Di Oslo pun para turis harus tetap hati2x saat berbelanja suvenir. Di beberapa toko pernak-pernik hiasan interior dan suvenir banyak barang yang dijual adalah buatan China, negara2x Eropa Timur, Vietnam, Maroko, termasuk tentunya ….Indonesia….

Hayoooo…..coba bandingkan…. kedua foto di bawah ini…

Pernak-pernik dapur berbahan rotan di salah satu toko di…. OSLO…. seharga kurang lebih 500.000 Rupiah per buah…Meski tidak ada keterangan mengenai asal produk, yang jelas saya akan sangat ragu kalau ada tulisan ini adalah ‘MADE IN OSLO’….. nggak mungkin banget.com

oleh2x5

Dan…hiasan cantik dari rotan…saya beli langsung di… UBUD-BALI….seharga 150.000 rupiah saja….Adakah kemiripan bahan dan teknik anyaman antara keduanya?

feli1

Buat mereka yang terbiasa pasti bisa mengenali dengan segera kerajinan ciri khas suatu daerah seperti kerajinan tangan khas Bali, khas Yogyakarta, khas Sumba….dll….entah apapun label yang dilekatkan di produk itu saat di jual di negara lain…yang sayangnya tidak selalu transparan mengenai asal produk yang bersangkutan. Pengalaman menjelajah ke sejumlah sentra produksi kerajinan tangan saat berwisata di Indonesia dan negara lain mengajarkan saya untuk memiliki radar khusus untuk kerajinan tangan khas tanah air. Semakin terekspos dengan budaya lain maka kita pun akan semakin menghargai hasil karya pengrajin2x Indonesia yang halus, sulit ditiru dan sangat khas yang tidak kalah bakan lebih dari produk manca negara. Jadi, kalau ada yang mencoba nenyembunyikan, mengaku2x produk INDONESIA sebagai produk kerajinan lokal di negara lain pasti cepat atau lambat akan ketahuan.

Foto: Barang2x IKEA …yang banyak berasal dari Indonesia

oleh2x2

Salah satu pengalaman menyebalkan saya alami saat berbelanja suvenir di Colombo, Sri Lanka. Saat menelusuri barang2x yang dijajakan di toko ‘Sri Lankan Souvenir Shop’ di salah satu mal terbesar di kota itu saya bertanya2x dalam hati bagaimana mungkin negara yang sedang dikoyak perang saudara bisa menghasilkan kerajinan tangan begitu halus dan detil dari tekstil, rotan dan kayu….dan mirip dengan suvenir khas Bali serta Yogyakarta? Apakah ini kebetulan? Dari mana bahan2x kerajinan diperoleh? Dimana sentra produksi kerajinan mereka? Karena dalam perjalanan keliling Sri Lanka sebelumnya (Tengah, Timur, Selatan, tidak bisa ke Utara yang tertutup karena konflik) sangat terbatas sekali info yang kami peroleh tentang kerajinan ciri khas Sri Lanka selain batu permata alam di daerah Ratnapura, atau kerajinan perak di Galle (pesisir selatan).

Karena penasaran, saya pun bertanya kepada si empunya toko yang kebetulan sedang menjaga toko. Awalnya dia bersikap sangat defensif saat saya tanya, percakapannya kurang lebih:

Me: “Is it really made in Sri Lanka?”….
*Bener ini buatan Sri Lanka?*

Penjaga Toko: “Yesssss….Of courseeee!!!!”
*Iyeeee….benerrrr!!!!.….*

Me: “Really really?… I doubt it somehow…. I am from Indonesia, some of the stuffs here are really similar with handicrafts from Yogyakarta in Central Java and Bali….”
*Eh beneran? Kok saya ragu2x yaaaa… Secara saya dari Indonesia…. saya bisa mengendus lohhh kalau beberapa barang di sini mirip dengan kerajinan tangan dari Yogyakarta dan Bali.…*

Setelah beberapa saat, dan si penjual tengok kanan dan tengok kiri…sambil sedikit berbisik…

Penjaga Toko:”Ummmm…..are you from Indonesia?…. Ummmm….Welll….yeahhh…. You’re right…. Many of them are MADE IN INDONESIA…..BUT…. I MADE THE DESIGN MY SELF….”
*Emmmm…. kamu beneran dari Indonesia?…..Emmmm…Gimana ya?????….iya deh… kamu betul…. Banyak dari barang2x ini adalah BUATAN INDONESIA…. ETAPI….. SAYA SENDIRI YANG NGE-DESIGN LOHHHH..…*

Ternyata….. barang2x yang diakui sebagai kerajinan tangan khas SRI LANKA adalah buatan YOGYAKARTA dan BALI …. meski mengaku bahwa design barang2x dilakukan sendiri tetap ada rasa ragu dalam benak saya…apa iya?…. Mungkin juga sih… Sayang saya tidak berani mengambil foto di toko tadi setelah kedok si penjaga toko terbuka (takut ditimpuk euyyyyy....)

Jadi, sodara2x….. moral of the story dari kisah ini adalah:

1. Hati2x saat membeli barang yang diklaim asli atau khas suatu negara. Saat ini batas antar negara semakin tipis, pengertian batas secara geografis dalam dunia perdagangan pun semakin kabur. Suvenir khas Oslo bisa dibuat di Bulgaria atau di China dan dijual oleh imigran asal Maroko di Oslo.

2. Kalau mau aman, suvenir asli bisa di beli di sentra produksi barang atau pengrajinnya langsung. Harganya biasanya lebih murah karena tidak ditambah embel2x biaya lain.

Foto: Contoh produk lokal yang dijamin asli. Beragam ramuan mulai dari obat, parfum sampai pelet dan jampi2x buatan pesisir Amazona di Brazil…. Ada yang berminat? 😀
brazil-c

3. Hindari ‘tourist trap’ alias perangkap buat turis yang terlalu nafsu membeli barang2x suvenir murah-meriah tanpa mempertimbangkan keaslian atau mutu…. Biasanya toko2x yang merupakan ‘tourist trap’ ini terletak berjejer-jejer di lokasi wisata dengan produk nyaris serupa.

4. Kalau memang tidak terlalu peduli keaslian dan mutu ya tidak apa2x….. adalah hak setiap orang untuk membeli oleh2x dan suvenir sesuai keputusan dan kantong masing2x….Lah iyalahhh…..

Tabik.

33 thoughts on “(Tidak) Dijamin Asli……..

  1. ekoryanto66

    kadang merasa miris bahwa orang kita lebih bangga beli produk souvenir atau fashion di luar negeri. padahal barang tsb adalah buatan bangsa sendiri. dibayar tinggi lagi….hiks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s