Monthly Archives: February 2014

Ribetnya Protokoler Pejabat… di Indonesia :)

felicia2

Protokoler: aturan atau panduan tertentu sebagai etika berdiplomasi

Beberapa kali pekerjaan memaksa ups…membuat saya harus mengikuti sejumlah acara dengan protokoler karena adanya keterlibatan pejabat resmi atau orang penting mulai dari setingkat gubernur, menteri atau kepala negara. Jika iseng2x diperhatikan, ada sejumlah hal menarik saat membandingkan protokoler acara yang dihadiri oleh pejabat di Indonesia dan di Norwegia.

Dalam salah satu acara yang dihadiri pejabat setingkat menteri di Norwegia misalnya tidak ada pengamanan berlebihan apalagi gerombolan body guard bertampang seram. Yang ada si menteri Norwegia akan didampingi 2-3 orang staff ahli termasuk sekretarisnya. Setelah si menteri selesai memberikan pidato pembukaan untuk suatu acara, biasanya akan disusul dengan sejumlah high-level meeting (jika ini adalah kunjungan bilateral atau multilateral dari negara lain). Sementara acara berlanjut, biasanya sejumlah staff menteri Norwegia bersangkutan akan mengikuti acara hingga tuntas dan memastikan si menteri tadi akan mendapatkan update terbaru acara.

Foto: Barisan pengawal saat keluarga kerajaan Norwegia (Prince Håkon, Mette Marit, Princess Inggrid Alexandra) datang berkunjung ke kantor kami di Oslo tahun lalu. Susana di luar (dan di dalam) terlihat adem ayem tanpa sesuatu yang istimewa berlebihan.

felicia1

Protokoler yang agak sedikit heboh barangkali saat ada kunjungan resmi dari anggota kerajaan atau kepala negara lain. Seheboh2xnya protokoler di sini pun tetap lebih sederhana dibandingkan dengan barisan pengawal dan protokoler pejabat di Indonesia. Tidak ada raungan mobil pengawal menderu2x non-stop sepanjang jalan, apalagi blokir-memblokir lalu-lintas (mungkin juga karena jarang macet di sini ya :D).

Saat keluarga putra mahkota Norwegia mengunjungi kantor kami misalnya, hanya ada satu-dua orang petugas berseragam mendampingi mereka. Bisa jadi juga ada pengawal berpakaian sipil membaur dengan wartawan dan pengunjung lain (who knows?).

Foto: Audiens di…. pantry kantor yang merangkap ruang makan bersama
felicia4

Bagaimana dengan protokoler di Indonesia?….

Sudah jadi rahasia umum, biasanya kalau ada pejabat lewat di jalan2x di Indonesia maka akan ada kemacetan (atau semakin menambah kemacetan). Barisan pembuka jalan untuk rombongan si orang penting sayangnya sering bertindak arogan, membentak2x pengendara supaya minggir, bahkan menghentikan kendaraan sampai rombongan si pejabat lewat. Meski sering tidak jelas apakah si orang penting tadi sedang mengejar waktu untuk rapat yang memang urgent…. atau sekedar menjenguk isteri muda… (ehm, kalau ini sih berdasarkan pengalaman tinggal tidak jauh dari rumah isteri muda salah satu (mungkin sudah mantan?) pejabat di Jakarta)

Foto: Kunjungan putra mahkota Norwegia (dan isteri) ke Jakarta. Meskipun protokoler lumayan ketat namun tidak berlebihan dan tetap ada ruang untuk beraudiens dengan pengunjung. Entah kenapa yang terlihat over-acting selalu pihak protokoler dari Indonesia ya?

felicia9

Continue reading

Advertisements

Cowok Norwegia Itu….

felice

Cukup sering saya mendapat pertanyaan tentang cowok Norwegia oleh pembaca blog. Untuk menjawab rasa penasaran itu berikut adalah pendapat saya pribadi tentang cowok Norwegia, hasil survey kecil2xan, tanya2x dengan cowok2x Norwegia sendiri, pengamatan dan pengalaman keseharian yang saya alami di sini.

COWOK NORWEGIA ITU:

1. MENCINTAI ALAM… banget.
Norwegia adalah salah satu negara tercantik di dunia karena alamnya. Pengakuan bukan hanya datang dari orang Norwegia sendiri, tetapi dari turis2x manca negara yang pernah berkunjung ke sini. Alam pegunungan yang cantik, berpadu dengan fjord (lautan yang menjorok jauh ke daratan), hutan2x yang terjaga dengan baik dan hamparan lautan yang biru berkilauan di musim panas.

Foto: Sejak kecil hiking ke hutan adalah hal yang biasa dan menjadi aktivitas favorit keluarga.
feli-5

Akses terhadap laut, hutan dan gunung yang dekat membuat aktivitas di alam terbuka bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bahkan selepas jam kantor di hari biasa. Pilihan aktivitas luar ruangan pun tak terbatas mulai dari hiking, skiing, rock climbing, jogging, swimming, sledging, sailing, paragliding, water-skiing dll…dll…

Karenanya jangan heran jika cowok Norwegia tergila2x dengan olahraga di luar ruangan. Mereka pun SANGAT BANGGA dengan beberapa tokoh pioneer, ‘Sang Penjelajah’ seperti Thor Heyerdahl (yang terkenal dengan penjelajahan Kon Tiki-nya), Fridtjof Nansen (salah satu manusia pertama yang menjelajah Kutub Utara), Roald Amundsen (orang pertama yang mencapai Kutub Selatan) dll yang berasal dari Norwegia.

Foto: Kolega satu ruangan yang bersiap2x mendaki gunung jumat sore pulang kantor 😀
feli-3

Tingkat ke-cool-an seorang cowok dalam pergaulan biasanya ditentukan dengan seberapa sering dan ekstrim aktivitas luar ruangan yang mereka lakukan. Semakin tinggi tingkat kesulitan dan ke-ekstriman- suatu aktivitas biasanya akan mendatangkan decak kagum dari cowok2x lain… Sungguh spesies mahluk yang aneh 😀

Meski ada, namun orang gemuk berlebihan bisa dibilang jarang di Norwegia. Stamina fisik para manula (laki2x dan perempuan) di Norwegia pun terbilang mengagumkan. Hiking ke gunung untuk manula berusia 70 tahun lebih atau skiing 30 km saat winter buat mereka yang berumur lebih dari 65 tahun adalah hal yang biasa (termasuk bapak mertua di sini). Ini salah satu alasan mengapa mereka rata2x tetap ‘AWET TUA’, kebalikan dengan rata2x orang Asia yang kebanyakan ‘AWET MUDA’ dan menurun drastis kesehatannya setelah berusia 50 tahunan.

Foto: Salah satu tempat menemukan cowok2x yang sedang berkumpul adalah lokasi aktivitas olahraga luar ruangan

feli-7

Saat saya tanya ke sejumlah cowok Norwegia yang saya kenal, apa kriteria cantik buat mereka untuk seorang cewek? Jawabannya bisa ditebak: urutan pertama adalah: sporty dan gaya hidup sehat.

2. BIASA DENGAN PEREMPUAN YANG MANDIRI
Sebagai salah satu negara dengan tingkat kesetaraan jender tertinggi di dunia maka kedudukan perempuan dan laki2x dianggap sejajar dalam hampir segala aspek di ranah publik maupun domestik di Norwegia. Bukan hal yang aneh jika kita melihat pasangan yang terlihat mesra di antrian kasir ternyata membayar belanjaan mereka masing2x. Saat berpacaran pun cowok Norwegia (kata mereka sendiri loh) menyukai perempuan yang berani mengambil inisiatif dan aktif. Saat kencan misalnya, sebagai perempuan jangan lantas kita berharap si cowok akan membayar bill setiap saat, kecuali jika si cowok memaksa (ini sih namanya rejeki buat si cewek tadi, yah, masa ditolak? :D).

Foto: Laki2x dan perempuan memiliki hak dan tanggung-jawab yang sama…

feli-6

Di rumah pun tidak ada pembatasan tradisional tentang ‘pekerjaan laki2x’ atau ‘pekerjaan perempuan’. Bukan hal yang aneh jika seorang suami mencuci baju, memasak, menjaga anak….. Sebaliknya sebagai perempuan bukan hal yang aneh jika diminta membantu mengecat rumah, memotong rumput, membersihkan salju… sampai mengganti ban dan mendorong mobil mogok (kalau ini pengalaman pribadi, hehe :D)

3. SAYANG ANAK…
Cuti melahirkan di Norwegia untuk orang tua jika ditotal adalah 26 minggu atau 6,5 bulan dengan gaji dibayar penuh 100% atau 36 minggu atau 9 bulan dengan gaji dibayar 80% (pembagian jumlah cuti harus disepakati antar kedua ortu). Dari jatah tadi, sebanyak 14 minggu atau 3,5 bulan (sekarang akan menjadi 10 minggu mulai 1 Juli 2014) harus diambil oleh sang ayah.

Foto: Baby-sitting sang anak 😀

feli-2 copy

Continue reading

La Bella Sardinia

felice4 copy

Sardinia dalam bahasa Italia dikenal dengan Sardegna, sementara dalam bahasa setempat dikenal dengan nama Sardigna, adalah pulau terbesar kedua di wilayah Laut Mediterania setelah Sicilia dan sebelum Cyprus. Pulau ini merupakan bagian dari teritori negara Italia dengan kota terbesar Cagliari dan terbagi atas delapan provinsi dengan luas wilayah 23.821 m2 dan bentangan pantai sepanjang 1.848 km.

Foto: Pohon olive yang banyak ditemui di sepanjang Sardinia. Daunnya biasa dipakai sebagai mahkota di komik Asterix 🙂
felice1 copy

Kesan pertama saat tiba di Sardinia (sekitar bulan Juli) adalah: PANASSS….  Perpaduan antara terik matahari, angin kering dan suhu yang bisa mencapai 40 C di musim panas bisa menjadi siksaan jika mobil dan bungalow yang kita sewa tidak memiliki AC. Botol2x air pun harus selalu tersedia di kendaraan sebelum meluncur ke suatu lokasi. Sepertinya, mobil yang ditinggal terlalu lama di tempat parkir pun bisa berubah menjadi oven karena saking panasnya dan jarangnya pohon2x besar (terutama di tepian pantai) untuk berteduh.

Foto: Hiking melewati struktur bebatuan yang unik dan merupakan salah satu yang tertua di Eropa (bisa mencapai 500 juta tahunan). felice12 copy

Foto: Turis yang sedang kepanasan… asli…panas banget…
felice13 copy

Saya sempat penasaran, mengapa tempat yang panas dan kering seperti Sardinia bisa menjadi destinasi wisata favorit di Eropa, termasuk kalangan jetset dan artis2x papan atas Holywood. Ternyata, jawabannya ada di lengkapnya infrastruktur baik yang utama maupun penunjang, mulai dari bandara internasional, jalan, penginapan, restauran, info wisata dll juga pilihan aktivitas yang lumayan variatif mulai dari wisata sejarah, wisata alam (rock climbing, hiking, pantai), agro wisata (pembuatan olive oil, wine dll), juga kesungguhan pemda setempat untuk mendukung industri wisata di pulau ini.

Foto: Matahari terbenam di Capo Testa…
felice5 copy

Populasi Sardinia diwarnai gelombang emigrasi sejak jaman Paleolitikum hingga jaman modern. Pada tahun 456 M, wilayah ini pernah diduduki oleh bangsa Vandal yang merupakan salah satu suku Germanic timur selama 78 tahun. Saat memasuki Roma setahun sebelumnya, bangsa Vandal melakukan penjarahan dan pengrusakan besar2xan khususnya terhadap barang2x bernilai seni. Karenanya hingga kini, kata ‘VANDALISME‘ yang sering kita dengar memiliki etimologi atau asal kata bangsa Vandal yang diangggap barbar tadi. Selain bangsa Vandal, Sardinia juga pernah antara lain diduduki dan/atau dicoba untuk dikuasai oleh bangsa Spanyol, Romawi, Austria, Perancis, Tunisia, Moor. Continue reading