La Bella Sardinia

felice4 copy

Sardinia dalam bahasa Italia dikenal dengan Sardegna, sementara dalam bahasa setempat dikenal dengan nama Sardigna, adalah pulau terbesar kedua di wilayah Laut Mediterania setelah Sicilia dan sebelum Cyprus. Pulau ini merupakan bagian dari teritori negara Italia dengan kota terbesar Cagliari dan terbagi atas delapan provinsi dengan luas wilayah 23.821 m2 dan bentangan pantai sepanjang 1.848 km.

Foto: Pohon olive yang banyak ditemui di sepanjang Sardinia. Daunnya biasa dipakai sebagai mahkota di komik Asterix🙂
felice1 copy

Kesan pertama saat tiba di Sardinia (sekitar bulan Juli) adalah: PANASSS….  Perpaduan antara terik matahari, angin kering dan suhu yang bisa mencapai 40 C di musim panas bisa menjadi siksaan jika mobil dan bungalow yang kita sewa tidak memiliki AC. Botol2x air pun harus selalu tersedia di kendaraan sebelum meluncur ke suatu lokasi. Sepertinya, mobil yang ditinggal terlalu lama di tempat parkir pun bisa berubah menjadi oven karena saking panasnya dan jarangnya pohon2x besar (terutama di tepian pantai) untuk berteduh.

Foto: Hiking melewati struktur bebatuan yang unik dan merupakan salah satu yang tertua di Eropa (bisa mencapai 500 juta tahunan). felice12 copy

Foto: Turis yang sedang kepanasan… asli…panas banget…
felice13 copy

Saya sempat penasaran, mengapa tempat yang panas dan kering seperti Sardinia bisa menjadi destinasi wisata favorit di Eropa, termasuk kalangan jetset dan artis2x papan atas Holywood. Ternyata, jawabannya ada di lengkapnya infrastruktur baik yang utama maupun penunjang, mulai dari bandara internasional, jalan, penginapan, restauran, info wisata dll juga pilihan aktivitas yang lumayan variatif mulai dari wisata sejarah, wisata alam (rock climbing, hiking, pantai), agro wisata (pembuatan olive oil, wine dll), juga kesungguhan pemda setempat untuk mendukung industri wisata di pulau ini.

Foto: Matahari terbenam di Capo Testa…
felice5 copy

Populasi Sardinia diwarnai gelombang emigrasi sejak jaman Paleolitikum hingga jaman modern. Pada tahun 456 M, wilayah ini pernah diduduki oleh bangsa Vandal yang merupakan salah satu suku Germanic timur selama 78 tahun. Saat memasuki Roma setahun sebelumnya, bangsa Vandal melakukan penjarahan dan pengrusakan besar2xan khususnya terhadap barang2x bernilai seni. Karenanya hingga kini, kata ‘VANDALISME‘ yang sering kita dengar memiliki etimologi atau asal kata bangsa Vandal yang diangggap barbar tadi. Selain bangsa Vandal, Sardinia juga pernah antara lain diduduki dan/atau dicoba untuk dikuasai oleh bangsa Spanyol, Romawi, Austria, Perancis, Tunisia, Moor.

Foto: Bajak laut imut dengan bendera Sardinia di tangan.
felice14 copy

Di Sardinia kita akan sering melihat bendera Italia bersandingan dengan bendera lain bergambar empat kepala orang berkulit hitam. Gambar empat kepala tadi adalah simbol wilayah Sardinia yang dijuluki dengan ‘the Four Moors‘ (dalam bahasa Italia: i quattro mori). Asal muasal simbol tersebut masih diperdebatkan, namun sepanjang sejarah gambarnya berubah2x mulai dari orang Moor yang ditutup matanya, berganti jadi tanpa penutup kepala, lalu memakai mahkota, orang Moor dengan mata tertutup, mata terbuka, dan memakai ikat kepala hingga yang kepalanya menghadap arah berlawanan…. BINGUNG kan? Barulah pada tanggal 15 April 1999, pemerintah setempat dengan resmi menetapkan gambar emblem resmi Sardinia yakni: empat orang Moor, menghadap ke langit, dengan ikat kepala dan mata terbuka. Akhirnya, problem solved!

Foto: Wajah mafia yang dipajang sebagai poster agar penduduk waspada di Bosa-Sardinia…. bagaimana jika wajah koruptor dipasang seperti ini juga?
felice17 copy

Foto: Cat di rumah penduduk Bosa yang berani main warna🙂
felice15 copy

Foto: Wilayah kota tua yang mengingatkan pada film2x jadul Eropa.
felice2 copy

Salah satu tokoh yang berasal dari Sardinia adalah Antonio Gramsci (1891-1937) yang dianggap sebagai salah satu tokoh penting pemikiran Marxisme abad 20 di Eropa. Ia dikenal dengan teori hegemoni kultural yang melukiskan bagaimana negara memakai institusi2x budaya untuk mempertahankan kekuasaannya di masyarakat kapitalis. Gramsci dipenjara oleh pemerintah fasis Italia yang dipimpin Benito Mussolini kala itu dan meninggal di penjara dalam usia 46 tahun. Pemerintah fasis juga melarang penggunaan bahasa sardinia dengan ancaman penjara.

Sejak tahun 1948, Sardinia secara resmi menjadi daerah otonomi khusus di bawah Republik Italia. Sejak itu mulailah booming turisme semakin berkembang dengan fokus utama: wisata PANTAI dan wisata LUXURY tourism (wisata dengan target pasar kalangan atas). Produk lainnya yang menjadi andalan adalah keju, anggur, minyak olive, artichoke dan tomat untuk pertanian. Untuk pertambangan hasil utamanya adalah granit, emas, bauksit, seng dll.

Foto: Senja di Sardinia
felice11 copy

Rata2x usia harapan hidup penduduk Sardinia adalah 81 tahun. Dimana untuk perempuan: 85 tahun, sementara untuk pria: 78 tahun. Bersama dengan kota Okinawa di Jepang, Sardinia merupakan wilayah dengan jumlah orang berumur 100 tahun lebih atau ‘centenarians’ (22 centenarians/100,000 penduduk) terbanyak di dunia. Selain itu, Sardinia adalah wilayah ‘Blue Zone’ yang pertama kali teridentifikasi di dunia, yakni wilayah dengan konsentrasi populasi centenarians dan supercentenarians terbanyak di dunia. Karenanya jangan heran jika kumpulan orang2x tua yang sedang bercengkerama, duduk2x di pelataran taman kota atau cafe adalah pemandangan yang biasa di sini.

Foto: Tipikal rumah penduduk lokal di wilayah pantai dan bunga Rhododendron raksasa
felice6 copy

Hal lain yang menarik adalah tingkat literasi (melek huruf) di kalangan penduduk berusia 64 tahun ke bawah menurut sensus tahun 2001 adalah sebesar 99,5%. Sementara tingkat melek huruf total termasuk penduduk berusia 65 tahun ke atas adalah 98,2% ! Luar biasa. Padahal Sardinia adalah wilayah dengan populasi keempat terjarang di Italia dengan jumlah 69 orang per km2.

Hmmmmm….. saya jadi berpikir, jika pulau seperti Sardinia bisa seperti ini… Lalu bagaimana dengan Indonesia ya? Salah satu alasan alias excuse yang sering dipakai mengenai lambatnya pembangunan di wilayah2x di Indonesia biasanya sulitnya akses, hambatan transportasi dll…dll… Padahal, di wilayah propinsi Banten yang notabene masih tetangga Jakarta masih ada murid SD yang harus bertarung nyawa untuk bersekolah karena jembatan penghubung yang nyaris rubuh. Mungkin yang dibutuhkan adalah kemauan politik dan niat baik…. plus membasmi tikus2x koruptor pemakan dana APBN dan APBD… Kalau sudah begini, wilayah2x terpencil yang jauh dari ibukota pun niscaya bisa maju, aminnnn… *jadi ngga fokus deh*

TABIK

—-

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sardinia
http://en.wikipedia.org/wiki/Vandals
http://en.wikipedia.org/wiki/Maure
http://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Gramsci

7 thoughts on “La Bella Sardinia

  1. Pingback: Tentang Bumbu Dapur | My Life, My Search, My Journey

    1. Felicity Post author

      Sama Mil, itu juga pertama kali lihat pohon olive asli, banyak banget di sana. Biasanya gw cuma makan buahnya aja, biasa dipakai buat campuran salad, kalo di resto Italia sana biasa buat snack juga.

      Reply
    1. Felicity Post author

      Iya cakep banget say, tapi panasnya nggak nahan… (kayaknya salah pilih bulan berkunjung deh) Moga2x dirimu bisa mampir ke sana suatu saat nanti ya, amin🙂

      Reply
  2. sabar

    Plus…Keju terkenal dr sardegna : pecorino sardo. (Pecora: domba. Sardo: sebutan utk orang atau benda dr sardegna). Keju keras mirip parmesan (parmeggiano)
    Paling enak : pasta panas plus butter bertabur parutan pecorino sardo. 🙂

    Reply
    1. Felicity Post author

      Iya, Sardinia terkenal juga dengan kejunya.

      BTW, makan pasta tiap hari buat lunch, dinner, lunch, dinner dst selama seminggu bikin mabok juga ya… Balik dari sana saya langsung ilfil dan kenyang duluan tiap lihat pasta hehe😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s