Cowok Norwegia Itu….

felice

Cukup sering saya mendapat pertanyaan tentang cowok Norwegia oleh pembaca blog. Untuk menjawab rasa penasaran itu berikut adalah pendapat saya pribadi tentang cowok Norwegia, hasil survey kecil2xan, tanya2x dengan cowok2x Norwegia sendiri, pengamatan dan pengalaman keseharian yang saya alami di sini.

COWOK NORWEGIA ITU:

1. MENCINTAI ALAM… banget.
Norwegia adalah salah satu negara tercantik di dunia karena alamnya. Pengakuan bukan hanya datang dari orang Norwegia sendiri, tetapi dari turis2x manca negara yang pernah berkunjung ke sini. Alam pegunungan yang cantik, berpadu dengan fjord (lautan yang menjorok jauh ke daratan), hutan2x yang terjaga dengan baik dan hamparan lautan yang biru berkilauan di musim panas.

Foto: Sejak kecil hiking ke hutan adalah hal yang biasa dan menjadi aktivitas favorit keluarga.
feli-5

Akses terhadap laut, hutan dan gunung yang dekat membuat aktivitas di alam terbuka bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bahkan selepas jam kantor di hari biasa. Pilihan aktivitas luar ruangan pun tak terbatas mulai dari hiking, skiing, rock climbing, jogging, swimming, sledging, sailing, paragliding, water-skiing dll…dll…

Karenanya jangan heran jika cowok Norwegia tergila2x dengan olahraga di luar ruangan. Mereka pun SANGAT BANGGA dengan beberapa tokoh pioneer, ‘Sang Penjelajah’ seperti Thor Heyerdahl (yang terkenal dengan penjelajahan Kon Tiki-nya), Fridtjof Nansen (salah satu manusia pertama yang menjelajah Kutub Utara), Roald Amundsen (orang pertama yang mencapai Kutub Selatan) dll yang berasal dari Norwegia.

Foto: Kolega satu ruangan yang bersiap2x mendaki gunung jumat sore pulang kantor😀
feli-3

Tingkat ke-cool-an seorang cowok dalam pergaulan biasanya ditentukan dengan seberapa sering dan ekstrim aktivitas luar ruangan yang mereka lakukan. Semakin tinggi tingkat kesulitan dan ke-ekstriman- suatu aktivitas biasanya akan mendatangkan decak kagum dari cowok2x lain… Sungguh spesies mahluk yang aneh😀

Meski ada, namun orang gemuk berlebihan bisa dibilang jarang di Norwegia. Stamina fisik para manula (laki2x dan perempuan) di Norwegia pun terbilang mengagumkan. Hiking ke gunung untuk manula berusia 70 tahun lebih atau skiing 30 km saat winter buat mereka yang berumur lebih dari 65 tahun adalah hal yang biasa (termasuk bapak mertua di sini). Ini salah satu alasan mengapa mereka rata2x tetap ‘AWET TUA’, kebalikan dengan rata2x orang Asia yang kebanyakan ‘AWET MUDA’ dan menurun drastis kesehatannya setelah berusia 50 tahunan.

Foto: Salah satu tempat menemukan cowok2x yang sedang berkumpul adalah lokasi aktivitas olahraga luar ruangan

feli-7

Saat saya tanya ke sejumlah cowok Norwegia yang saya kenal, apa kriteria cantik buat mereka untuk seorang cewek? Jawabannya bisa ditebak: urutan pertama adalah: sporty dan gaya hidup sehat.

2. BIASA DENGAN PEREMPUAN YANG MANDIRI
Sebagai salah satu negara dengan tingkat kesetaraan jender tertinggi di dunia maka kedudukan perempuan dan laki2x dianggap sejajar dalam hampir segala aspek di ranah publik maupun domestik di Norwegia. Bukan hal yang aneh jika kita melihat pasangan yang terlihat mesra di antrian kasir ternyata membayar belanjaan mereka masing2x. Saat berpacaran pun cowok Norwegia (kata mereka sendiri loh) menyukai perempuan yang berani mengambil inisiatif dan aktif. Saat kencan misalnya, sebagai perempuan jangan lantas kita berharap si cowok akan membayar bill setiap saat, kecuali jika si cowok memaksa (ini sih namanya rejeki buat si cewek tadi, yah, masa ditolak? :D).

Foto: Laki2x dan perempuan memiliki hak dan tanggung-jawab yang sama…

feli-6

Di rumah pun tidak ada pembatasan tradisional tentang ‘pekerjaan laki2x’ atau ‘pekerjaan perempuan’. Bukan hal yang aneh jika seorang suami mencuci baju, memasak, menjaga anak….. Sebaliknya sebagai perempuan bukan hal yang aneh jika diminta membantu mengecat rumah, memotong rumput, membersihkan salju… sampai mengganti ban dan mendorong mobil mogok (kalau ini pengalaman pribadi, hehe :D)

3. SAYANG ANAK…
Cuti melahirkan di Norwegia untuk orang tua jika ditotal adalah 26 minggu atau 6,5 bulan dengan gaji dibayar penuh 100% atau 36 minggu atau 9 bulan dengan gaji dibayar 80% (pembagian jumlah cuti harus disepakati antar kedua ortu). Dari jatah tadi, sebanyak 14 minggu atau 3,5 bulan (sekarang akan menjadi 10 minggu mulai 1 Juli 2014) harus diambil oleh sang ayah.

Foto: Baby-sitting sang anak😀

feli-2 copy


Norwegia pun selalu berada di urutan teratas dalam survey tahunan ‘negara2x paling bersahabat untuk ibu2x’ (lihat: State of the World’s Mothers report) oleh Save the Children. Semua negara dinilai dari lima indikator yakni: kesehatan ibu, kesejahteraan anak, status pendidikan, status ekonomi dan status politik. Salah satu ‘logika’ di belakang kebijakan resmi yang ‘memaksa’ ayah untuk mengambil cuti setelah sang ibu melahirkan adalah agar ada kedekatan fisik dan emosional antara sang ayah dan anaknya. Ini mungkin satu2xnya kesempatan buat menjalin kebersamaan tanpa interupsi pekerjaan dan kewajiban profesional buat si ayah. Dampaknya, tentu saja si anak akan mendapat perhatian dari kedua orang tuanya yang secara psikologis akan mempengaruhi tumbuh kembang si anak.

Jangan heran jika kita melihat segerombolan bapak2x ganteng (ehm…) sedang bercengkerama di taman dengan kereta bayi di Norwegia. Ini kemungkinan besar adalah ‘geng bapak2x’ yang sedang mengambil cuti dan menikmati waktu bersama bayi2x mereka😀. Tidak ada rasa aneh atau risih buat cowok Norwegia berurusan dengan popok bayi dan diaper bahkan di depan umum karena sudah dianggap biasa.

4. SETIA KAWAN
Nah, hal satu ini yang kadang sering saya geleng2x kepala. Yang namanya kawan buat orang Norwegia adalah kawan2x lama yang dulu satu sekolah SD, satu grup pramuka, geng waktu kecil, satu angkatan di wajib militer dll…yang bisa jadi sudah dikenal selama puluhan tahun lamanya. Mereka secara konsisten mencoba menjaga tali silaturahmi lewat saling berkunjung, reuni kecil2xan, hanging-out bersama kala weekend, ‘gutte tur‘ atau ‘boy’s trip‘ (biasanya ekspedisi beberapa hari ke gunung, hutan atau kabin khusus cowok2x saja)dll. Istilah ‘Kawan baru adalah perak, Kawan lama adalah emas’ sepertinya betul2x mereka terapkan.

Foto: Acara 17 Mei (seperti 17 Agustusan di Indonesia) adalah salah satu ajang reuni dadakan untuk bertemu kawan2x lama masa sekolah. Biasanya mereka berkumpul menonton karnaval di sekolah yang tidak jauh dari rumah masa kecil.

feli-4

Meski ada stereotip bahwa orang Norwegia terlihat ‘dingin’ terhadap orang baru, sebetulnya mereka akan sangat loyal jika sudah merasa ‘klik’ dengan seseorang. Ada satu orang dari RRC yang melukiskan orang Norwegia seperti ‘termos’, dingin di luar tetapi hangat di dalam…😀

Jadi,buat pasangan dari orang Norwegia bersiap2xlah jika kita diajak ke acara hanging out pasangan dengan kawan2x lamanya (dan pasangan2xnya) entah dinner, piknik bersama, ski trip, atau sekedar kumpul2x biasa. Ini adalah kesempatan untuk mengenal seperti apa pasangan kita, mengamati teman2x macam apa yang dia miliki dan bagaimana pergaulan pasangan secara sosial.

5. TIDAK GAMPANG BILANG “CINTA’
Biasanya pacaran akan dimulai dengan kata ‘I like you’ (saya suka kamu). Sementara kata2x ‘I LOVE YOU’ itu sepertinya sakral sekali buat cowok Norwegia. Tidak sedikit mereka yang sudah berpacaran beberapa tahun tapi belum pernah sekalipun kata ‘LOVE’ terucap dari mulut si cowok. Salah satu ‘warning’ yang perlu diwaspadai: cowok yang gampang bilang ‘I LOVE YOU’ setelah sekali-dua kali kencan atau baru kenal. Tipe seperti ini biasanya adalah cowok yang…jago…nge-gombal…. (ini pengakuan cowok2x Norwegia sendiri yang saya tanya2x loh…).

Foto: Menikmati senja…
feli2

Cowok baik2x biasanya perlu waktu dan proses untuk mengenal pasangan lebih dekat, penjajakan, saling mengenalkan keluarga sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Salah satu tanda kalau si cowok serius adalah memperkenalkan seorang perempuan ke kawan2xnya dan ke orang tua atau keluarga.

Cowok2x Norwegia banyak dikenal sebagai gemar berpetualang dan menjelajahi bumi. Mereka baru mulai serius memikirkan untuk berkeluarga dan mempunyai anak biasanya setelah mencapai usia pertengahan 30 tahunan. Biasanya, kalau sudah memutuskan untuk menikah, si cowok memang sudah siap dan matang dengan pilihannya.

Salah satu alasan mengapa cowok2x Norwegia tidak gampang bilang ‘I LOVE YOU’ atau memutuskan untuk menikah mungkin rasa skeptis atau ragu dengan lembaga pernikahan karena tingginya statistik perceraian di Norwegia yakni 44% di tahun 2010. Yang menarik, alasan perceraian umumnya bukan karena adanya orang ketiga, tetapi karena harapan masing2x pasangan yang tidak terpenuhi. Menurut hasil penelitian, tingkat perceraian tertinggi terjadi dalam pasangan yang masih memiliki anak di bawah usia 18 tahun. Jika salah satu ortu pasangan pernah bercerai maka resiko terjadinya perceraian meningkat dua kali lipat, jika kedua pasangan memiliki ortu yang sama2x bercerai maka resiko meningkat menjadi tiga kali lipat.

Sebagai penutup, saran saya, buat mereka yang sedang menjalin hubungan dengan cowok Norwegia:

1. Siap2x untuk diajak beraktivitas di alam terbuka, entah sekedar berjalan kaki di pusat kota, menikmati pemandangan di alam terbuka, hingga hiking ke gunung dan ke hutan. Jalan kaki di sini maksudnya bisa 3-4 jam lebih ya… Jalan2x ke mall?… Lupakan saja, karena memang tidak ada mall besar di Norwegia sini, masih kalah jauh dengan Jakarta deh untuk dunia per-mall-an.😀

2. Jangan cengeng, gampang mengeluh atau manja. Jika hidup di Norwegia dan jauh dari keluarga mau tidak mau kita pun harus mandiri dan tidak selalu tergantung dengan pasangan. Jangan sampai nanti kita justeru menjadi beban dan merepotkan. Di awal2x masa beradaptasi mungkin pasangan kita akan maklum, tapi jika terus-menerus minta diantar-jemput, terus-menerus minta ditemani tanpa inisiatif mencari network kita sendiri apalagi jika secara finansial masih tergantung pasangan (karena belum bekerja misalnya) pasti sedikit banyak akan merepotkan si pasangan.

Jika mempunyai anak, maka memiiki asisten rumah tangga atau baby sitter di Norwegia adalah sebuah kemewahan. Tantangan akan semakin berat jika si ibu juga harus bekerja. Belum lagi tantangan2x lain yang tidak ada di Indonesia seperti kendala bahasa, musim dingin yang sadis, harga2x yang mahal, pergaulan sosial yang terbatas dll…dll… Jangankan mendorong kereta bayi saat winter, mendorong koper untuk travelling saja sudah sulit karena jalanan yang becek oleh campuran salju, air, es dan debu, belum lagi kalau sedang badai salju. Jalanan yang licin juga bisa sangat berbahaya karena resiko terpeleset dan jatuh. Kebayang kan perjuangannya?

3. Manajemen harapan itu penting. Ekspektasi yang berlebihan bisa membuat kita kecewa nantinya. Menikah dengan cowok bule, tinggal di LN itu bukan segala2xnya. Perjuangan sesungguhnya justeru baru dimulai setelah kita menikah sebagai suami-isteri. Menikah bukan sekedar main ‘rumah2xan’ tetapi hubungan antara dua individu untuk bisa saling support, berkembang dan tumbuh bersama. Cinta pun harus selalu dipupuk supaya tetap subur. Gaya hidup yang suka nge-dugem, sering makan di luar, pesta di sana-sini, shoping spree dan kemewahan2x lain di Indonesia (contoh simpel: spa dan massage) tidak senantiasa mudah didapatkan di Norwegia setiap saat karena memang mahal, bahkan untuk ukuran orang asli sini sendiri. Jadi, siap2xlah untuk hidup sederhana.

4. Dilarang sombong. Nah ini yang susah buat orang Indonesia, ummmm…. sepertinya sih. Karena biasa melihat orang dari penampilan di Indonesia, maka tidak sedikit orang2x Norwegia yang berpakaian sederhana sering dikira orang biasa juga. Padahal bisa jadi orang tadi adalah seorang pejabat, pimpinan perusahaan, selebriti atau orang penting. Selain itu ada juga hukum pergaulan tidak tertulis ‘jante loven’ yang intinya semua orang adalah sama dan tidak boleh menonjolkan diri. Kalau di tanah air kita adalah anak pejabat, anak orang kaya atau orang penting…. so what?…. Jangan berharap di Norwegia kita akan diperlakukan istimewa atas dasar kekayaan, keturunan atau kelebihan lain yang biasa dipamerkan di tanah air karena pejabat2x di sini pun tidak mendapat perlakukan istimewa berlebihan. Lihat post: Dilarang Sombong sebelumnya.

Sekali lagi, ini adalah pendapat pribadi ya… Bukan bermaksud menggeneralisir bahwa semua cowok Norwegia begini atau begitu. Mohon maaf jika ada kata2x yang menyinggung atau membuat merasa tersinggung🙂

Salam.

Referensi:

http://www.babyverden.no/Gravid/Rettigheter/Fodselspermisjon-og-foreldrepenger—hva-har-dere-krav-pa/
http://www.huffingtonpost.com/2013/05/07/jnj-best-places-world-mother_n_3195574.html
http://www.aftenposten.no/familie-og-oppvekst/En-av-tre-modre-har-seriost-vurdert-skilsmisse—-7184567.html#.Uvim3RZZ1UQ
http://en.wikipedia.org/wiki/Divorce_demography

51 thoughts on “Cowok Norwegia Itu….

  1. maryantosinatrya

    Bener banget ini blognya, sesuai sama yg gw alami sama orang asli Norwegia, terutama masalah bilang Love! 4 bulan deket gak pernah bilang Suka atau cinta kamu, setelah 5 bulan baru bilang Aku Suka Kamu, setelah sudah saling kenal dan tau sifat masing2 barulah dia bilang Love you dan ngajak meried, orang bener pasti gitu karna dia ngomong harus tau siapa saya lebih dalam baru mau seriusan :))

    Reply
    1. Felicity Post author

      Iya, memang kalau orang yang serius biasanya malah hati2x saat ngomong ‘love’, ini kata yang sakral dan ngga sembarang diumbar…. Kalau ketemu yang gampang bilang ‘love’ malah kita harus ekstra hati2x🙂

      Reply
  2. Oki Arista Dinda

    nomor satu, dua dan lima *karena belum punya anak juga* itu yang paling kerasa.
    kalau bisa setiap weekend, harus sempet hiking. apa lagi aku tinggal di Harstad ‘kan, sudah, kalau musim dingin ya meluncur ke Nupen, selalu. kalau bukan untuk keluar beli keperluan bulanan, ga akan deh ke mall. haha
    dan yang nomor lima…, aku perlu waktu satu tahun buat dengen dia bilang ‘L’ word. dan tambah waktu lagi buat mereka utk komitmen semacam nikah. tapi kalau udah kecantol, yakin deh, ga ada yang lebih cantik dari kita biar pun dia ga pernah ngomong langsung dan terkesan cuek macam kita ini temen terbaiknya aja. hahaha

    Reply
  3. ak

    mbakkkkkkkkkkkkkkkkk
    ini blog yang seru bangettt
    saya betah bacanya….
    kebetulan pacar saya orang norwey
    dia serius dengan saya kalau saya liat dari cara dia mengenalkan saya ke keluarga dan rekan kerja nya walau hanya lewat skype. kebetulan saya masih mencari jalan untuk ke norwey
    saya sudah lulus s1 teknik mesinmbak..
    nah saya ingin lanjut study di norway..
    pinginnya sih ambil kelas bahasa dulu setahun atau lebih.
    tapi, saya ada masalah mbak…
    VISA…..
    pasangan saya bukan bule yang “kaya” dia berpenghasilan biasa saja..
    maka dari itu untuk membuat account pribadi di bank norwey rada susah karena ga ada uangnya.
    kira” bisa ga yah mbak pakai surat jaminan dari dia.??
    mohon bantuannya mbakkkkkkkkk

    Reply
    1. Felicity Post author

      Wah, bingung juga….saya nggak tahu solusinya bagaimana, sori banget ….Kalau bikin akun pribadi sih gampang, yang susah mungkin mengisi akunnya itu ya….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s