Monthly Archives: June 2014

Anak Kecil dan Ulang Tahun

Sebelum pembaca blog memiliki prasangka buruk saya harus tegaskan bahwa…

SAYA SUKA ANAK KECIL.

Asalkan:

1. Tidak berisik, tidak teriak2x, tidak berlarian kesana kemari, tidak berantakan, sopan, tidak merepotkan
2. Imut, selalu tersenyum, lucu, menggemaskan
3. Tidak lebih dari dua anak kecil dalam waktu bersamaan dan lokasi berdekatan 🙂
4. Perpaduan semua poin di atas

feli1

Sementara itu….saya juga TIDAK terlalu suka pesta ULANG TAHUN.… bukan apa2x… selain pada dasarnya memang tidak suka pesta dan sedikit anti sosial buat saya pesta ulang tahun adalah pesta yang secara sosial dilebih2xkan maknanya hanya karena tanggal lahir kita selalu muncul tiap tahun di kalender.

JADI…kombinasi antara: ANAK-ANAK KECIL + pesta ULANG TAHUN = SIKSAAN BATIN saat harus menghadiri acara ulang tahun tadi.

Saat mendapat undangan pesta ultah anak kecil biasanya kepala saya sudah dipenuhi dengan bayangan suasana pesta dipenuhi monster2x cilik anak2x yang berisik dan para orang tua yang sibuk memberi perintah ke anak supaya duduk manis atau makan yang rapi belum lagi adegan anak menangis, menjerit, terjatuh, berantem, mengacak2x makanan, berebutan mainan dan beragam kehebohan lainnya ……. pusing….pusing….

*tepok2x jidat ke tembok*

Continue reading

Advertisements

Nasi lagi…Nasi Lagi…. Aye!

Sebelum pesawat mendarat di Aeroporto Internacional de Guarulhos – São Paulo Brazil, saya sempat was2x dan kuatir dengan jenis kuliner atau makanan setempat aneh2x yang mungkin akan dijumpai selama kunjungan ini. Maklum saja, default setting perut sebagai orang Indonesia –alias mahluk pemakan nasi– masih sulit diubah yang tentu saja bisa membuat kepala pusing tujuh keliling seperti pengalaman ini.

Untunglah kekuatiran itu tidak terbukti, ternyata mencari NASI bukanlah hal yang sulit di Brazil…. Yippie! Nasi dan sayur kacang adalah makanan yang populer dan dianggap sebagai salah satu makanan pokok. Bisa ditemukan di restoran2x cepat saji ala Brazil, biasanya dilengkapi dengan daging, bayam rebus, tapioka dll.

Foto: Mencicipi nasi dan sayur kacang, makanan cepat saji di salah satu lapak bazar, rasanya lebih lezat daripada penampakan makanan…. terutama saat lapar dan lelah berkeliling 😀

felicia-2

Kuliner di Brazil memiliki pengaruh kental dari Eropa dan benua Afrika. Perbedaan tersebut bervariasi di tiap negara bagian, merefleksikan populasi paling dominan yang menempati suatu wilayah.

Sebagai contoh, makanan di daerah Bahia yang didominasi penduduk keturunan Afrika dengan tambahan pengaruh budaya Portugis dan penduduk asli banyak didominasi oleh cabai (dengan berbagai jenisnya) dan makanan berminyak (dari minyak sawit). Sementara di negara2x bagian yang terletak di utara Brazil yang dekat dengan kawasan hutan serta sungai2x air tawar kulinernya didominasi oleh beragam ikan dan singkong (cassava) sebagai makanan pokok.

Foto: Bola2x keju (pães-de-queijo) yang menjadi favorit saya. Sebenarnya adalah dessert, tapi juga menjadi snack yang banyak dijumpai di bakery2x kecil di pinggir jalan bersama dengan salgadinhos seperti pastéis (pastel), coxinhas, rissólis (risoles) dan kibbeh (dari kuliner tanah Arab). Psstttt….ternyata ada loh yang menjual pães-de-queijo di Bandara Soekarno Hatta… sayang saya hanya sempat melihat namanya di daftar menu tanpa sempat icip2x untuk membandingkan rasa.

felicia-1

Foto: Menu sarapan setiap hari di hotel dengan menu wajib: pães-de-queijo dan setangkup pancake plus perpaduan aneh lainnya. Ehm, meski berbadan kecil saya banyak juga makannya ternyata,… baru nyadar 😀

felicia-15

Foto: Manioca pancake versi modern. Rasanya? Lengket seperti lem sagu dengan selai strawberry manis ditengahnya…. Kesimpulan: saya tidak akan makan ini lagi kalau tidak terpaksa 😀

felicia-9

Continue reading