Monthly Archives: August 2014

Tentang Mencari Teman

berteman

Mencari teman buat imigran atau pendatang baru di suatu negara adalah sebuah tantangan tersendiri. Sebagai mahluk sosial tentu saja mau tidak mau keberadaan manusia lain di sekitar kita dibutuhkan entah sekedar untuk ngobrol, hang-out, bercanda, shopping, nonton dll.

Beruntunglah mereka yang pindah ke negara yang memiliki diaspora atau kumpulan masyarakat yang berasal dari negara yang sama. Buat warga Indonesia pindah ke negara2x populer buat WNI seperti Australia, Amerika, atau Belanda mungkin memiliki peluang lebih besar bertemu sesama WNI daripada yang pindah ke daerah2x ‘nun jauh di sana’ seperti Pantai Gading (Ivory Coast), Alaska, Antartika…dll. Di Norwegia sendiri jumlah total WNI masih sekitar 600-an orang, sementara Immigran asal Thailand dan Filipina sudah mencapai puluhan ribu orang…..  jauh banget kan? 🙂

Suatu saat Nicole yang berasal dari Australia curhat:

Nicole: “Feli, saya nggak akan memperpanjang kontrak kerja nanti. Mending balik ke Australia aja atau kerja di Indonesia lagi”

Me: “Kenapa? Bukannya posisi kerja dan gaji kamu itu bagus banget di sini?”

Nicole: “Iya, secara finansial nggak ada masalah…. Tapi secara sosial…susah banget cari teman di sini….Kalaupun ada teman biasanya kita jarang ketemu. Ya kayak kamu ini yang mobile banget…Sementara saya juga sama, harus sering travelling karena pekerjaan…”

Mendengar jawaban Nicole perasaan saya campur aduk, antara sedih karena sudah menjadi teman yang sering menghilang dari peredaran di satu sisi juga paham kondisi Nicole.

Di awal2x pindah ke Oslo saya berpikir bahwa bertemu sesama WNI akan membuat saya bertambah teman. Ternyata pengalaman membuktikan bahwa kesamaan asal negara bukan jaminan bahwa kita akan langsung bisa berteman akrab. Perlu ada ‘chemistry’ yang bisa membuat kita merasa ‘klik’ dengan seseorang. Bayangkan situasi berikut ini:

1. Hobi beda
Si A hobi naik gunung X si B hobi shopping dan alergi dengan kegiatan alam terbuka

2. Minat beda
Si C tertarik isu sosial-politik terbaru X si D lebih tertarik masalah perawatan anak, diaper, susu bayi dll

3. Latar belakang pekerjaan atau pendidikan beda…banget
Si E seorang insinyur teknik astro-fisika (ini apa ya?…. bingung kan? saya juga 😀 ) dan agak serius dan ‘nerdy’ X si F yang anak gaul, suka ke diskotik, selalu memperhatikan penampilan dan mengikuti trend terbaru

4. Pergaulan sosial beda dll
Si G yang dari keluarga berada, gaya hidup mahal dan high maintenance girl X si F yang simpel, dari keluarga sederhana, anak perpustakaan dan relijius

Meski ada istilah ‘OPPOSITE ATTRACTS’ alias orang yang berbeda dengan kita justeru akan lebih menarik karena kita jadi penasaran dan ada unsur saling melengkapi, dalam kenyataannya perbedaan yang terlalu besar bisa akan merepotkan. Ibarat si A mau jalan ke arah kanan sementara si B maunya ke arah kiri…. nggak bakal ketemu deh…. Continue reading

Advertisements