Hidup di Negara Mahal

felia

Gara2x membaca artikel di salah satu surat kabar Norwegia tentang seorang anak muda berumur 25 tahun yang bisa membeli apartemen sendiri dengan disiplin menabung 10.000 NOK per bulan saya terinspirasi menulis postingan ini.

Untuk biaya hidup, Norwegia dikenal sebagai negara dengan salah satu negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia, khususnya untuk turis atau expat.

Komponen pengeluaran rutin per bulan untuk satu orang, single, tanpa anak dan tanpa isteri/suami di Oslo kelas STANDAR (bukan mewah atau berlebihan) kurang lebih:

Catatan: 1 NOK +/ 1700 IDR

1.Akomodasi
Rata2x biaya sewa satu kamar kos (share kamar mandi dan dapur dengan penghuni lain) paling murah adalah sekitar 4000 NOK, kamar se’murah’ ini pun jarang dan susah didapat karena langsung laris dan bersaing dengan sesama calon penyewa lain.

Untuk sewa apartemen satu kamar tidur (kamar mandi dan dapur privat) ukuran 30 M2 paling murah sekitar 11.000 NOK, sedangkan apartemen 2 kamar ukuran 45M2 (kamar mandi dan dapur privat) rata2x adalah 14.000 NOK.

Harga apartemen dan rumah jangan ditanya lagi. Untuk apartemen ukuran 30 M2 yang letaknya di pinggiran Oslo harganya sekitar NOK 1,7 Juta…. Bandingkan dengan harga properti di Jakarta, untuk jumlah yang sama dijamin bisa mendapat rumah mewah di dalam kota.

2.Makanan
Sekali makan di luar untuk satu orang di restoran standar, 1 course (tanpa entree (makanan pembuka) atau dessert (makanan penutup)) alias hanya makanan utama bisa habis sekitar 120-200 NOK. Jadi, untuk sesi makan yang lengkap, entree-main course-dessert- coffe and tea untuk satu orang di restoran yang standar bisa habis minimal 500-700 NOK.

Bukan hal yang aneh jika untuk satu sesi makan malam seseorang harus membayar sekitar 1000 NOK. Karenanya bisa dimengerti mengapa penduduk asli Norwegia jarang makan di luar. Jika bukan karena habis gajian, merayakan hari2x penting (ultah atau anniversary), bertemu seseorang yang spesial atau sekedar menghabiskan uang maka mereka memilih makan di rumah yang meskipun ala kadarnya namun jauh lebih hemat.

3.Transport
Di Oslo dsk berlaku sistem zonasi buat tarnsport. Jika masih berada di zona yang sama dengan Oslo (zona 1) maka ongkos transportasi baik subway, bus, tram adalah 30 NOK. Untuk 2 zone misalnya zone 1 ke zone 2 maka ongkosnya adalah 50 NOK (jika bayar di supir maka harga jadi 70 NOK).

Untuk kartu bulanan satu zone (zone 1 misalnya) adalah 680 NOK, 2 zone (misalnya zone 1 dan zone 2) adalah 1180 NOK.

Untuk yang punya mobil pengeluaran rutin antara lain untuk biaya bensin, biaya asuransi kendaraan, biaya tol, biaya maintenance

4.Komunikasi, telepon, internet, TV. Tergantung individu masing2x, langganan telepon plus internet di hp saya dari salah satu provider utama Norwegia (Telenor) buat satu bulan adalah 200 NOK, untuk telepon ke Indonesia saya biasanya memakai skype atau provider Mycall (dulu namanya Lebara) yang tidak memakai sistem abonement/langganan, biasanya buat 200 NOK bisa saya pakai khusus buat telepon dan sms ke Indonesia untuk 2 bulan (sekali seminggu telepon dan beberapa sms).

5.Rekreasi, entertainment, sosial, biaya makan di luar, konser musik, bioskop, teater dan opera, kado dan buah tangan, travel dll:
Ini kembali ke gaya hidup dan pribadi masing2x juga. Sebagai gambaran, satu buket buket atau karangan bunga standar yang umumnya dibawa jika kita diundang dinner sebagai bagian dari courtesy adalah sekitar 200-300 NOK, harga satu tiket opera buat main scene adalah sekitar 500 NOK (lebih murah buat scene yang kecil namun Level wow dan kelasnya juga beda), tiket bioskop adalah sekitar 100 NOK.

Jadi, total pengeluaran kurang lebih, kasarnya:
– Sewa kamar : 4000-7000 NOK
– Transport: 680 NOK (dibulatkan jadi 700 NOK)
– Makanan (masak sendiri yang layak): 1500 NOK
– Komunikasi, hiburan dll: 1000 NOK
Total: 7000-11.000 NOK per bulan setidaknya dibutuhkan untuk bisa hidup layak di Oslo seorang diri. Buat di kota2 biaya hidup bisa sedikit lebih murah.

Gaji

Untuk standar gaji pekerja biasa seperti penjaga toko, pekerja kantoran untuk entry Level management dengan posisi 100 % MINIMAL adalah 20.000 NOK (netto, setelah dipotong pajak). Jadi buat pengeluaran 10.000 NOK sebulan, menabung 50% secara TEORI memang menungkinkan, secara praktis ini tergantung individu masing2x.

Pajak di Norwegia menerapkan sistem progresif yang artinya semakin tinggi pendapatan maka pajak semakin besar. Buat pekerja fresh graduate di bilang oil and gas biasanya gaji (brutto) per tahun dimulai dari 600-000 -800.000 NOK dengan pajak sekitar 40%.

Buat beasiswa student biasanya mendapat sekitar 9000 NOK per bulan, yang dari hasil tanya2x ini cukup buat bertahan hidup dan bahkan ada sisa buat ditabung atau jalan2x. Keuntungan student adalah biaya yang lebih murah (potongan harga) untuk pemakaian fasilitas publik seperti transportasi, museum, pertunjukan seni dan budaya termasuk operasilitas dormitory (student housing).

Saran saya buat berhemat di Norwegia:

1. Jangan sering2x makan di luar, memasak sendiri bisa menghemat pengeluaran setidaknya 2-3 kali lebih murah.

2. Belajarlah memasak, jangan malas mengikuti resep dan mencoba ide2x dari internet, majalah, buku memasak sebagai sumber inspirasi. Biasanya saya cukup melihat gambar2x masakan. Gambar yang membuat rasa paling lapar, tidak rumit dibuat dan semua (atau hampir semua) bumbu untuk membuatnya saya miliki lengkap di dapur adalah resep yang akan dieksekusi.

3. Be yourself and dare to say ‘No’ buat godaan2x yang bakalan menguras dompet, waktu dan energi baik ajalan menonton terlalu sering, ajakan bar-hopping, shopping atau sekedar jalan2x.

Jangan sering2x nge-dugem, nge-bar atau gaya hidup hura2x yang menguras dompet. Biasanya orang Norwegia memiliki sesi2x khusus saat dugem. Jam 10 malam sampai jam 12 malam dalah sesi warming up yang dimulai dengan kumpul2x di salah satu bar kecil atau rumah satu orang, Selanjutnya jam 12 malam sampai jam 2 pagi meluncur ke bar lain yang lebih ramai dan dianggap cool. Jam 2-4 pagi biasanya yang masih kuat akan terus bertahan (dan rata2x kuat loh…ckckck… saya biasanya sudah ‘tewas’ dari jam 11 malam karena mengantuk meski tanpa alkohol). Harga segelas bir di Norwegia termasuk mahal dan orang2x yang kuat bertahan sampai pagi tadi bisa dipastikan meminum setidaknya 2-3 gelas. Salah satu trik adalah membeli satu gelas minuman yang diminum sedikit demi sedikit jadi orang menganggap kita masih ada sesuatu buat diminum dan tidak perlu sungkan atau merasa tidak enak jika yang lain memesan gelas baru.

4. Cari informasi buat aktivitas atau kegiatan yang bisa diperoleh gratis. Event seperti ‘turist i egen by’ (tourist in own city, ajang tahunan dri pemerintah kota Oslo yang membagi tiket masuk gratis semua museum di Oslo dan transport gratis kemana saja di Oslo dalam satu hari), festival musik gratis, masuk museum gratis, lokasi wisata gratis, kursus zumba dan Spanish gratis dll adalah contohnya.

5. Tinggal di rumah dengan sistem komunal yang terdiri dari beberapa kamar tidur (shared bathroom and kitchen) adalah salah satu solusi berhemat untuk urusan akomodasi. Buat student housing memang lebih murah, namun jumlahnya biasanya terbatas dan diperuntukkan bagi student internasional. Buat pekerja yang tidak berstatus student harus mencari rumah atau kamar sendiri di luar asrama.

6. Buat jalan2x upayakan mencari tiket promo dan trik2x berhemat lain seperti memakai jasa couchsurfing. Jangan mudah tergoda oleh ajakan jalan2x ke sana dan ke sini. Jika ada ajakan jalan2x gratis atau tidak terlalu mahal bisa diperhitungkan asalkan realistis.

7. Identifikasi lokasi makan murah meriah. Di Oslo ada sejumlah kios makanan buat makanan layak (nasi dan lauk di bawah 100 NOK), meski buat saya memasak sendiri di rumah adalah solusi terbaik😀

8. No gengsi. Gaya hidup di Indonesia yang biasa mungkin biasa dengan bantuan baby sitter, tukang kebun, PRT, supir dll adalah sebuah kemewahan buat standar Norwegia. Jadi, siap2x buat bisa mencat rumah sendiri, membersihkan kebun sendiri, merawat anak sendiri dll.

Intinya, hidup di negara mahal memang penuh tantangan namun bukan berarti tidak ada kiat2x buat mensiasati-nya. Hidup jauh dari tanah air pada akhirnya akan membuat kita jadi MANDIRI, TIDAK MANJA dan lebih MENSYUKURI nikmat2x yang didapat di tanah air namun tidak mudah didapat di sini (seperti tukang ojek, makanan yang murah-meriah, jasa salon dan spa), percayalah😀

TABIK

36 thoughts on “Hidup di Negara Mahal

  1. Rizal

    wahh bikin ngiler aja mbak kalo ngliat Negara di luar Indonesia, specially Norway 😁
    tp mhala juga ya, wlopun gaji nya gede klo d rupaiahin hehe…
    salam kenal ya mbak, saya seneng kalo baca info tentang kehidupan di Negara selain Indonesia… 👋👋👋

    Reply
    1. Felicity Post author

      Salam kenal, iya kayaknya enak, padahal sih ada enak nggak enaknya, dimana2x sama, ngga ada tempat tinggal yang sempurna, yang penting gimana kita menyikapinya aja.

      Reply
    2. Felicity Post author

      Salam kenal….. iya Norway termasuk salah satu negara termahal buat hidup…gaji gede tapi pengeluaran sehari2x juga gede….

      Reply
  2. rana

    Hi, mba felicity..🙂
    Aku rana, salam kenal yaa… seneng deh baca postingannya:)
    btw aku mau minta pencerahan niiih tentang di sanaaaa…. boleh ga yaa?🙂
    Semoga selalu sehat yaaa di sana,mba🙂

    Reply
  3. Yati

    Hi, Mbak Feli! Akhirnya ada postingan baru. Mengobati kerinduan. Thanks ya!
    Dari pengalaman saya 2 bulan ini, biaya total benar2 sama seperti yang diperkirakan Mbak, sekitar 8000 nok, kecuali kalo ada pengeluaran tambahan (seperti celana waterproof buat hiking, harga 399 nok, ukuran anak 16 thn🙂 )
    Secara kasar:
    3800 sewa student housing (termasuk laundry)
    2000 groceries untuk makan masak sendiri
    700 tiket bus bulanan
    200 telepon
    Oya, ini buat biaya di Tromsø hehe

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hai…hai….Bagaimana nih kabarnya? Saya baru aja mau nulis email ke kamu loh. Biaya yang gw cantumkan itu hasil survey bebas, pengalaman pribadi dan orang2x yang gw tahu. Mungkin bedanya nggak terlalu jauh yak….Oslo sama Tromsø…. Kurang tahu di Trondheim atau Stavanger, kalau beda mungkin nggak jauh juga…. Wishing that you are doing fine there….🙂

      Reply
      1. Yati

        I’m doing more than fine. Tusen takk. Hehe. Mau ngirim email tapi takut. Soalnya pasti panjang banget. Banyak banget yang gw alami 2 bulan ini. Mulai dari bergadang nunggu aurora, sopptur, ke peternakan housemate, dll etc… Eittss…lagi di norskkurs nih. Hihi. Vi ses!

        Reply
        1. Felicity Post author

          Wah, kamu sudah sopptur segala, sudah ke peternakan nunggu auroranya dapet nggak? Housematenya moga2x baik yah

          Reply
          1. Felicity Post author

            Lucky you!!!!🙂 Lihat aurora mungkin sudah biasa ya buat the Tromsø-ers…padahal banyak loh yang menempuh perjalanan lebihd ari separuh bumi cuma buat lihat si aurora ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s