Cerita tentang Nama

felicia1

Meski mbah William Shakespeare bilang …‘apalah arti sebuah nama…’ buat saya nama tetap banyak artinya, penting diingat dan ada pengaruhnya. Dari salah satu buku yang pernah saya baca, kata2x paling merdu (ciehhh…) di telinga seseorang untuk didengar adalah…. namanya sendiri.

Coba deh, kalau kita bertemu orang atau mungkin sudah beberapa kali bertemu tapi orang yang bersangkutan tidak ingat nama kita…pasti ada rasa gimanaaaa gitu ya….rasa nggak dianggap penting, rasa kurang dihargai….buntut2xnya jadi bertanya2x kenapa begini? kenapa begitu…dll…dll…. Karena pernah merasakan tidak enaknya, saya mencoba selalu mengingat nama2x orang yang pernah ditemui……yang ehm, tidak selalu berhasil…  *tersipu malu*

Saat jadi anak baru di kantor sekarang (lebih dari 5 tahun yang lalu) kesulitan terbesar bukan menyelesaikan tugas dalam job description atau kontrak kerja tapi…: MENGHAPAL NAMA2x kolega yang rata2x asli Norwegia dengan nama2x aneh bin ajaib. Apalagi kalau dipikir2x orang Norwegia itu termasuk konservatif dan kurang kreatif dalam memberikan nama anak2xnya sehingga banyak nama2x yang rada mirip2x. Di kantor misalnya dari sekitar 55 kolega ada nama2x:

3 orang bernama Siri 
10 orang bernama Anna dan variasinya, yakni: Anna, Anne, Ane, Hanne, Hanna, Ann, Anja, Anya
2 orang memiliki nama dengan pengucapan yang mirip: Gunnel, Gunnhild
4 orang bernama Christine, Christina, Kristin, Kirstin
5 bernama Ellen dan variasinya, yakni: Elin, Ellin, Ellen
2 orang bernama Brita
2 orang bernama Guri dan variasinya: Guri, Gøril
2 orang bernama Maren

Nah, BINGUNG KAN?
Bagaimana solusinya? Kami di kantor cukup memakai akronim seperti: Siri N, Siri D, Siri G dan 2 Ann Kristin di atas menjadi  AKU serta AKB…. 😀

Foto: Suasana di kantor saat menerima kunjungan keluarga putra mahkota Norwegia
felicia4

Nama2x orang Norwegia juga kadang sulit dilafalkan karena lebih banyak konsonan daripada huruf vokal atau memakai tanda baca bahasa planet dalam  norsk seperti: Yngve, Ragnhhild, Sølvi, Øda. Karenanya bukan hal yang aneh jika nama2x khas Norwegia sering salah diucapkan di luar norwegia seperti:

Geir– menjadi Giir atau Gear, orang Papua merubahnya jadi Geri atau Gerry
Torril– menjadi Tolil
Maren– menjadi Maureen
Silje– menjadi Cecilia
Sølvi– menjadi Silvy
Kari– menjadi Carrie
Inga– menjadi Innggrid
Wenche– menjadi Wenchi
Bente– menjadi Benita
Lise– menjadi Liza atau Lisa
Hilde– menjadi Hilda
Kamilla– menjadi Camelia atau Camilla

STATISTIK NAMA
Setiap tahun Biro Pusat Statistik Norwegia mendata nama2x yang menjadi tren. Buat tahun 2014, nama paling popular (urutan terpopuler di atas) per 1000 penduduk adalah:

Anak Perempuan:
1. Nora/Norah
2. Emma
3. Sara/Sarah
4. Sofie/Sophie
5. Emilie
6. Anna
7. Linnea/Linea
8. Thea/Tea
9. Maja/Maia/Maya
10.Sofia/Sophia

Tuh kann…. Nama Sofie, Sophie, Sofia, Sophia pun ada beberapa versi

Anak Laki2x:
1. Lucas/Lukas
2. William– tambahan dari sayanya: ini ada versi lain seperti: Willem, Wilhem
3. Markus/Marcus
4. Emil
5. Oskar/Oscar
6. Matias/Mathias
7. Magnus
8. Phillip/Filip/Fillip
9. Jacob/Jakob
10. Axel/Aksel

Pihak Biro Pusat Statistik Norwegia juga membuat peta penyebaran nama2x tadi di negara ini. Dari hasil analisa mereka juga terlihat mana nama2x yang dulu sempat ‘hilang’ kini kembali lagi, mana nama2x baru, asal tren nama2x tadi dan variasi nama2x di masing2x wilayah. Ckckckck….niat banget yah membuat analisa tren nama-nya…..

Peta penyebaran nama tahun 2014 di Norwegia.navn ssb

NAMA DENGAN CAP KURANG BAIK
Ternyata, di sini ada sejumlah nama yang mempunyai reputasi kurang baik dimana si empunya nama sering dianggap biang kerok, tukang cari masalah dan cari gara2x yakni: RONNY dan TOMMY…

Konon, pemilik nama tersebut banyak yang menjadi pelaku kriminal dan bermasalah dengan hukum. Mitos ini sudah dibantah kebenarannya oleh ahli statistik dan mungkin muncul karena KEBETULAN ada satu-dua Tommy atau Ronny yang mencemarkan para Ronny2x dan Tommy2x lainnya.

NAMA INDONESIA DI LIDAH NORWEGIA
Bagaimana dengan nasib nama2x orang Indonesia di sini?

Karena buat orang Norwegia huruf ‘V’ dilafalkan mirip dengan ‘W’ dalam Bahasa Indonesia, maka nama2x seperti Dwi, Dewi, Devi terdengar nyaris serupa.

Dalam kejadian nyata, salah satu project yang kami support di Indonesia merupakan kolaborasi 3 lembaga yang kontak personnya bernama: DWI, DEWI, dan DEVI …. setiap kali kolega Norwegia saya menyebut satu dari nama ini, saya harus double check “…maksud kamu Dewi di lembaga ‘A’ atau Devi di lembaga ‘B’ atau si Dwi di lembaga ‘C’????….” Sekarang gantian si kawan orang Norwegia yang bingung deh, hehe 😀

Nama seperti Junus dan Yunus buat orang Norwegia dilafalkan nyaris sama karena di sini huruf ‘J’ dilafalkan seperti ‘Y’ dalam bahasa Indonesia, jadi nama seperti:

Jakarta– menjadi Yakarta
Jawa– menjadi Yawa
Jenny– menjadi Yenny
Johan–menjadi Yohan
Takjub–menjadi Takyub
Jokowi–menjadi Yokowi

Mau tahu apa salah satu kata dalam Bahasa Indonesia sulit diucapkan oleh orang2x di sini kebanyakan?…. Jawabannya: NYAMUK…., entah kenapa perpaduan huruf ‘N’ dan ‘Y’ itu sulit dilafalkan di sini…. mungkin sama dengan kita melafalkan nama seperti ‘YNGVE‘ buat orang Indonesia seperti di atas.

Kata seperti ‘MENYAYANGKAN’  itu luar biasa sulit diucapkan buat lidah di sini apalagi dengan cepat dan sering perlu berkali2x diulang sebelum fasih menyebutkannya. Kata ini sering menjadi: MENYIANG-NYIANGKAN atau MENYANG-NYANGKAN….

Kata lain yang sulit adalah: BAMBANG, yang lebih sering menjadi BANG-BANG, atau MBANG-MBANG

HUKUM PEMBERIAN NAMA
Buat urusan nama, pemerintah Norwegia tidak main2x. Ada peraturan yang tegas mengenai pemberian nama di sini yakni:

-Kewajiban memiliki nama: semua harus punya NAMA DEPAN berikut satu atau dua NAMA BELAKANG dan juga, jika ingin NAMA TENGAH. NAMA DEPAN dan NAMA BELAKANG adalah nama yang terdaftar resmi. Itu sebabnya banyak yang terbengong2x saat saya cerita kalau di Indonesia tidak sedikit orang memiliki nama hanya satu suku kata saja dan tidak ada kewajiban memiliki nama keluarga apalagi nama tengah kecuali pada suku tertentu.

-Kewajiban memilih nama buat anak: paling lambat saat anak mencapai usia 6 bulan, orang tua atau mereka yang punya tanggung jawab sebagai orang tua harus menginformasikan nama anak tersebut ke lembaga berwenang. Jika tidak ada informasi nama setelah anak berusia 6 bulan atau sudah mengirimkan informasi nama namun tidak disetujui pihak berwenang maka si anak memakai NAMA BELAKANG dari PIHAK IBU dengan pengecualian

-Nama yang DILINDUNGI: nama yang dipakai oleh 200 orang atau kurang sebagai NAMA BELAKANG tidak boleh dipilih tanpa persetujuan dari 200 orang atau kurang tadi. Pernah seorang teman dari Indonesia misalnya, ingin memberi nama anak yang baru lahir di sini dengan Mohammad Al-Hilmi…. ternyata tidak disetujui oleh pemerintah karena nama Al-Hilmi termasuk nama yang DILINDUNGI (dimiliki oleh 200 orang atau kurang di Norwegia), jika ingin memakai nama ini maka harus ada persetujuan terlebih dahulu dari para Al-Hilmi yang lain. Repot yah?

Yang unik lagi, nama keluarga di Norwegia tidak sedikit yang dipilih dari nama2x yang pernah ada di generasi2x sebelumnya. Keluarga suami misalnya memiliki buku ‘primbon’ berisi sejarah keluarga yang mundur hingga tahun 1700-an ke belakang berisi lengkap silsilah nama2x leluhur dan sejarah singkatnya. Jika ada bayi mau lahir di keluarga biasanya orang tua si bayi akan meminjam ‘primbon’ ini untuk mencari ide nama. Tapi, tidak ada juga larangan jika ortu ingin memberi nama unik dan tidak ada di silsilah keluarga sebelumnya, mungkin hanya akan ditanggapi dengan pertanyaan, wajah heran sambil berpikir kira2x darimana ide nama tadi berasal, hehe.

Jadi…nama pun bisa punya banyak cerita di sini 🙂

 

Referensi:
https://www.ssb.no/befolkning/statistikker/navn
https://lovdata.no/dokument/NL/lov/2002-06-07-19

Advertisements

36 thoughts on “Cerita tentang Nama

  1. deasy

    waduuhh… klo indonesia lg model nama anak panjang2 dan gabungan berbagai bahasa… hehee… eh..iya kak.fely…agak keluar jalur nih… klo di norway musim dingin ada kegiatan ” memberi makan burung liar nga?? ” kan burung2 kecil ga bs migrasi jd ga ada makanan… kasian… jd byk yg kasih mkn gtu… aku baca blog sebelah di jerman ada.. seru tp ceritanya ga details dan sedikit bgt… trs ga bs komen??? sapa tau kak.fely mau berbagi cerita+foto yang banyaaakkk bgtt… hehee

    Reply
    1. Felicity Post author

      Hai Deasy, iya…nama anak2x Indonesia kayaknya keren2x yah…. ada pengaruh dari berbagai belahan dunia soalnya.

      Kalau burung liar suka mampir di depan rumah saya yang disebelah hutan lindung. Saat musim migrasi dalam sehari bisa ada ratusan mungkin ribuan burung mampir di kebun depan rumah. Biasanya ada rumah burung yang isinya padi/jerami kering ditaruh di sekitar rumah buat burung2x liar makan…tapi ini bukan sesuatu yang besar banget di sini, nanti deh kalau saya sempat ambil foto.

      Reply
  2. pipit

    ribet ya soal penamaan 🙂 kalo mertua saya yang namanya cuma “sururi” aja gak pake tambahan apa-apa lagi, kira-kira di norway jadi mr. x aja kali ya?? bukan mr. sururi?

    Reply
    1. Felicity Post author

      Kalau nggak ada nama belakang biasanya dikasih jadi ‘X’ aja atau diulang jadi ‘Sururi Sururi’ . Tergantung petugasnya juga, ada yang diisi ‘XXX’ 🙂

      Sebelumnya ada komentator, Yati, yang nggak punya nama belakang, namanya jadi Ms ‘X’ atau Ms ‘+’ 🙂

      Reply
  3. Binibule.com [Tjetje]

    Dulu ada satu kolega yang namanya Krejsti bacanya Kragsti atau apalah. Gak ada yang bisa akhirnya dipanggil dengan nama lain. Kasihan sih kalau namanya susah gitu. Tapi di Irlandia juga gitu Caoimhe misalnya dibaca Kiva. Dari mana sejarahnya?

    Reply
    1. Felicity Post author

      Kalau versi di sini tulisannya ‘Kjersti’ bacanya kurang lebih (Syersti, huruf ‘e’ seperti pada kata ‘tempe’). Iya ribet yah namanya.

      Mantan bos saya dulu nama belakangnya susah banget, tiap mau tulis nama dia di email atau dokumen harus ada contekan dulu 😀

      Hehe, jauh yak dari Caoimhe ke Kiva 😀 😀 😀

      Reply
  4. Yati

    Hahaha 😀 benar banget mbak. Saya punya teman bernama Oda, dan anjing teman lain bernama Oda juga.
    Yang paling parah ada dosen namanya Gro. Aneh banget. Waktu teman mencatat namanya, saya tanya ke dia ‘Gro itu apa? Sejenis benang wol yah?’ Pas di depan si dosen! Beliau dosen semester depan, makanya belum kenal. Si dosen langsung menjawab kalem ‘Gro adalah orang ini’ sambil menunjuk diri sendiri. Aihhhhh…malunya. Moga2 nilai dari dia aman semester depan.
    Trus nama saya yg ga ada family name, mereka selalu bingung dan ga percaya. Akhirnya saya menjadi miss ‘x’ atau miss ‘+’. :/

    Reply
    1. Felicity Post author

      Wha..ha…ha….. Kamu sudah ngalamin yah… Nama orang dikira benang wool… Btw, Gro itu mungkin variasi dari Guri dan sejenisnya. Moga2x si Gro baik dan ngga pelit nilai yah…

      Baru aja minggu lalu gw nanya bos tentang ‘Ellen’ yang bakalan satu grup ngerjain project bareng dari divisi lain,
      -(gw) Ini Ellen yang mana sih? Ellen, Elen, apa Elin?
      +(boss) si Ellen, anak baru
      -Hah, Bukannya si Ellen sudah keluar berapa bulan lalu?
      +Nggak, yang keluar itu si Elin, yang anak baru ini si Ellen S. Kalo divisi yang lain lagi itu Ellen juga tapi beda, dia Ellen H…
      -???+¤%###%¤&/”””/(??? …yah, baiklah….*ngeloyor sambil garuk2x kepala*

      Btw, Oda sendiri ada yang penulisannya Øda, nggak tahu nama teman kamu sama anjingnya teman itu sama atau beda 🙂

      Susah kalau ngga ada family name di sini. Gw jadinya pakai nama belakang sebagai nama keluarga. Mungkin nanti mereka malah bingung karena nama belakang gw, ortu dan kakak beda2x 😀

      Wah, kamu jadi miss X yah….ada temen gw jadi miss XXX (alias miss triple X :D)

      Reply
      1. Yati

        Hahaha, lega rasanya bukan saya aja yg miss x :p
        Nama puppy teman persis Oda juga. Kayaknya Oda pasaran banget yah. Kalo ‘øda’ jelas kedengaran beda.
        Iya, untungnya dosen sini ga gila hormat dan bawaanya fun aja.
        Trus ada teman org norwegia namanya Paul, bacanya ‘peul’ kayak baca ‘saus’ ala norwegia. Hihihihi 😀 Dianggap nama yg aneh bagi mereka.

        Reply
        1. Felicity Post author

          Haha…iya…kayaknya di sini banyak miss X deh 😀

          Betul, Oda itu nama pasaran, mungkin di Indonesia namanya jadi Ida yah…

          Dosen di sini (juga bos) rata2x asik2x , ngga gila hormat, tenang aja 🙂

          Nama Paul di sini variasinya bisa jadi jadi Pål atau Paal…. kalo dibaca rada mirip2x dan bisa bikin lidah keserimpet. Pål, Paul, Paal… Mending versi perempuannya, Paulina, lebih mudah diucapkannya 😀

          Reply
    1. Felicity Post author

      Bacanya jadi ‘INGVE’ dengan huruf ‘E’ seperti dalam kata ‘cerita’ atau ‘belanja’ . Di sini huruf ‘Y’ dibaca mirip ‘I’ meski pengucapan yang betul mulut musti monyong sedikit 🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s