Category Archives: love of my life

Lupa Suami

……KRINGGGGGGG……. *telepon kamar di salah satu hotel di Papua berbunyi*

Resepsionis hotel (R): “Maaf ibu…..”
Saya : “Ya…….”
R: “Ibu, ini ada telepon….”
Saya: “Dari siapa?….”
R: “Dari suaminya ibu….”
Saya: “Hahhh????…Suami????…. ”

“…..SUAMI YANG MANA YAAAAA????!!!!!….

*sambil berpikir keras dan mencoba mengingat2x kembali episode dalam hidup dimana saya berubah status menjadi isteri orang lain.

R:*bingung*….”Ummmmm….katanya sih dari suami ibu….”
Saya: *masih berpikir keras dan bertanya2x siapa yang mengaku2x sebagai ‘suami’ ini?…. nekattttt….*

Suara yang familiar di ujung telepon: “Hello?… Is it you?…. How are you doing there?…Is everything ok?”

…..OPPPPSSS…….

….YA AMPYUNNNNN…..itu kan si T…..!!!!!….

…….Dohhhh…… kalo ini sih bukan orang ngaku2x….tapi memang bener suami asli…. hohoho….*speechless, mati gaya, mati kutu…nggak jelas.com*

Dear T….maaf ya….kalau saya sempat lupa kalau saya mempunyai suami….. Maafkan isterimu yang tidak ber-peri-ke-isteri-an ini… MAAFFFF….MAAFFFFF……*sambil melemparkan batangan coklat*

Terima kasih sudah membuat hari2x saya lebih berwarna…. Terima kasih buat segala cinta dan perhatian yang ada….

Happy anniversary my dear…..

With lots of love….

PS: Nanti kalau giliran kamu yang bertugas ke lapangan, tolong jangan lupa kalau kamu sudah punya isteri ya….. plisssss…..

Lesson-learned:

1. Hidup berpasangan, bagi yang tidak terbiasa memang memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Dulu semasa single, setiap akhir pekan saya bisa dengan bebas memutuskan aktivitas yang akan dilakukan, sekarang harus berdiskusi dan berkompromi. Tidak ada yang protes jika saya tidur larut malam atau begadang saat mengerjakan tugas dari dosen atau menyiapkan diri menjelang ujian. Sekarang lampu yang menyala atau siapa yang harus mengunci pintu pun bisa menjadi ‘bahan diskusi’.

2. Lupa itu manusiawi (haha….pembelaan diri …. :D) . Kejadian ‘lupa suami’ ini terjadi karena suasana saat tugas di lapangan mengingatkan saya dengan masa2x kala masih single fighter…… Yeppppp….harus berhati2x saat berada jauh dari pasangan….. agar tidak mengalami ‘amnesia dadakan’….. yang bisa berakibat fatal.

Advertisements

Kenangan Masa Lalu…

Beberapa waktu lalu saat sedang mencari sebuah dokumen, mata saya tertumbuk pada sebuah kotak  di tumpukan lemari yang tidak pernah saya perhatikan sebelumnya. Saat  dibuka, isi kotak itu berisi sejumlah benda dari masa lalu hubby (suami tercinta). Jrenggggg…. Tarik nafas dulu ye….

Continue reading

Somewhere Out There…

Lirik lagu ‘Somewhere Out There’ yang dibawakan oleh Linda Rondstadt dan James Ingram adalah sebuah penggambaran yang pas tentang perjalanan cinta saya dan T. Ibarat gelombang lautan yang diwarnai pasang-surut, tenang, badai serta hempasan angin; pencarian cinta kami adalah sebuah perjalanan yang panjang. Jalan hidup telah membuat kami harus bertemu dengan orang2x yang salah sebelum akhirnya saling menemukan satu sama lain.

Den Haag, Desember 2003

Duduk di depan jendela kamar lagi untuk kesekian kalinya… Entah mengapa, saya menyukai kegiatan ini. Menikmati pemandangan di luar jendela, melihat manusia lain dengan segala kesibukan masing2x, pelajar dengan tumpukan bukunya, kendaraan berlalu-lalang, keluarga kecil yang tertawa bersama sambil membawa kereta bayi, orang tua dan anjingnya, sepeda yang hilir mudik, pasangan yang saling bergandengan tangan dan beragam aktivitas lainnya. Sejenak, ini membuat saya mampu melupakan rasa gundah yang ada di dalam hati.

Beberapa saat kemudian, semilir angin berhembus dari ujung jendela yang sedikit terbuka. Terkadang tiupan angin menerbangkan tirai putih yang tergerai. Sesekali saya harus membenahi ujung tirai tipis yang tertiup angin dengan hati2x agar tidak merusak tanaman bunga warna-warni yang duduk dengan manis didepan jendela. Perlahan namun pasti sinar mentari semakin meredup, siap beristirahat di peraduannya dan memberikan tugas selanjutnya pada Sang Bulan. Hmmmm,… sungguh suasana yang romantis.

Saya hanya menatap langit dengan kosong. Syair lagu ‘Somewhere Out There’ yang baru saja terdengar di radio beberapa menit lalu terasa masih terngiang-ngiang di telinga ini.

Somewhere out there beneath the pale moonlight
Someone’s thinking of me and loving me tonight

Somewhere out there someone’s saying a prayer
That we’ll find one another in that big somewhere out there

And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star

Dan imajinasi pun langsung berkelana. Membayangkan bahwa di suatu tempat, di luar sana ada seseorang yang memikirkan hal sama seperti yang saya pikirkan saat ini. Seseorang yang juga berharap sama seperti yang saya harapkan. Meski mungkin berada di tempat yang terpisah, namun saya percaya di suatu tempat, diluar sana…
ada seseorang yang juga sedang menatap rembulan dan berharap untuk menemukan cinta sejati yang selama ini dicari.

Somewhere Out There

Written by James Horner, Barry Mann, Cynthia Weil

Somewhere out there beneath the pale moonlight
Someone’s thinking of me and loving me tonight

Somewhere out there someone’s saying a prayer
That we’ll find one another in that big somewhere out there

And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star

And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
It helps to think we’re sleeping underneath the same big sky

Somewhere out there if love can see us through
Then we’ll be together somewhere out there
Out where dreams come true

And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star

And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
It helps to think we’re sleeping underneath the same big sky

Somewhere out there if love can see us through
Then we’ll be together somewhere out there
Out where dreams come true

Jakarta, Februari 2005

Pagi ini saya harus segera bersiap berangkat ke Yogya untuk interview kerja dengan sebuah NGO internasional. Waktu keberangkatan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta tinggal beberapa jam lagi, entah mengapa ada rasa enggan untuk pergi. Ingin rasanya bermalas-malasan lebih lama di atas tempat tidur. Menit demi menit pun berlalu…

Menatap langit2x kamar dengan mata setengah terbuka, berat rasanya untuk segera bangkit dan bersiap-siap. Hhhh… akan saya batalkan saja interview ini. Yah, termasuk membatalkan rencana berlibur beberapa hari usai interview bersama seorang sahabat yang sudah setuju menemani.

“Kamu harus pergi!!!”… entah dari mana asal suara suara yang tiba2x terdengar. Saya terkejut dan langsung melompat berdiri di sisi tempat tidur. Aneh… suara yang tak dikenal tadi serasa menggelegar dari dalam kamar dan setengah berteriak di gendang telinga ini…membuat jantung langsung berdegup kencang. Suara siapakah gerangan?…. Saya mencubit lengan untuk memastikan bahwa saya tidak sedang bermimpi. Ya,ini bukan mimpi. Dengan masih bertanya-tanya dalam hati dan sedikit gemetar saya membuka pintu kamar menuju ruang makan, sepi.

Biarlah kejadian aneh ini tersimpan dalam hati saja. Tak ada gunanya menceritakan pada orang lain di rumah. Mereka akan menganggap saya mengada2x. Hmmm, entah suara apa atau siapa… yang jelas, saya mungkin memang harus pergi. Dan saya pun pergi…

Oslo, September 2008

Sejak pertemuan kami untuk pertama kalinya di Yogyakarta (lihat:
Cintaku di Bandara Adi Sucipto) kami meyakini inilah jawaban dari penantian dan pencarian selama ini. Jika dibuat sebagai novel, mungkin judulnya adalah ‘Sebuah Perjalanan Mencari Cinta’… 🙂

Secara terpisah, sebelumnya kami sempat melanglang buana dari satu tempat ke tempat lain, tinggal di tempat asing yang berbeda, bertemu dengan pasangan2x yang salah, hingga pada akhirnya garis nasib membawa kami untuk bertemu di sebuah ruang tunggu bandara yang sederhana.

Sebelum saling kenal satu sama lain, T sebenarnya pernah datang ke Jakarta pada tahun 2001 lalu saat saya juga sedang bekerja di Jakarta. Selama kunjungan ke Yogyakarta bulan Februari 2005, T yang sedang berlibur juga mengunjungi tempat2x sama yang saya datangi pada waktu nyaris bersamaan. Tetapi kami tidak pernah saling bertemu hingga hari terakhir tiba, sesaat sebelum pesawat membawa kami pulang ke tujuan masing2x.

Dari cerita T saya tahu bahwa sekitar akhir tahun 2003 T yang kala itu menetap di Perancis sedang merasakan kegelisahan yang sama. Saat tanpa sengaja menemukan kembali coretan diary saat memandang bulan, iseng2x saya bertanya pada T sedang ada dimana dan apa yang kira2x ia lakukan atau rasakan di saat yang sama.

Tanpa memahami latar belakang pertanyaan yang diajukan, T menjawab: “Saya mungkin sedang duduk di depan jendela kamar dan memandang bulan…”.

Mendengar jawaban ini saya hanya bisa tertegun sesaat, mencoba mencerna dan berpikir. Mungkinkah di saat yang sama, saat saya sedang duduk memandang bulan dan memanjatkan harapan tentang cinta… T juga melakukan hal yang sama?… Di suatu tempat di luar sana…

And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star

Jalan kehidupan memang seringkali aneh. Banyak hal2x yang tidak bisa dimengerti secara nalar oleh manusia biasa. Apakah ini nasib atau sebuah kebetulan belaka? Entahlah… yang jelas saya percaya bahwa Tuhan memang membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya…

And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
It helps to think we’re sleeping underneath the same big sky

Somewhere out there if love can see us through
Then we’ll be together somewhere out there
Out where dreams come true

Oslo 12 September 2008

Sumber klip lagu: http://www.Youtube.com

Have You Ever Been In Love…

Setelah membuat beberapa tulisan tentang ‘Gay Pride’, di akhir pekan ini, saya ingin mencoba rileks dengan lagu dari Celine Dion (yup, I am a hopeless-pathethic- romantic :D)

Lagu ini pernah menjadi teman setia di saat sedang jatuh cinta (yang berjuta rasanya *kedip-kedip*). Saat itu –di masa2x awal–, dalam sehari mungkin saya bisa memutar ulang lagu yang sama di CD hingga berulang kali…

Video Klip ‘Have You Ever Been In Love’ by Celine Dion from Youtube:

Have you ever been in love

Have you ever been in love
You could touch the moonlight
When your hearts shooting stars
Youre holding heaven in your arms
Have you ever been so in love

Have you ever walked on air
Ever felt like you were dreamin
When you never thought it could
But it really feels that good
Have you ever been so in love

Have you ever been in love
You could touch the moonlight
When your hearts shooting star
Youre holding heaven in your arms
Have you ever been in love, have you…

The time I spent
Waiting for something that was heaven-sent
When you find it dont let go,
I know

Have you ever said a prayer
And found that it was answered
All my hope has been restored
And I aint looking anymore
Have you ever been so in love, have you…

Some place that you aint leavin
Somewhere youre gonna stay
When you finally found the meanin
Have you ever felt this way

The time I spent
Waiting for something that was heaven-sent
When you find it, dont let go,
I know…

Coz have you ever been so in love, so in love
You could touch the moonlight
You can even reach the stars
Doesnt matter near or far
Have you ever been so in love

Have you ever been in love
Have you ever been in love
So in… love…

Thanks dear T,
for your love,
…your patience, caring and the endless support.
I will always be thankful for the day when I found you… 🙂

Oslo, July 2008

Love Changes Everything

Cuaca hari ini mendung, suhu sejak awal minggu pun dingin menusuk berkisar antara 12-14 derajat Celcius. Namun, untuk ‘standar’ mereka yang lama berdiam di negara dingin ini, segala sesuatu di atas 0 derajat Celcius masih tetap dianggap ‘hangat’…

Padahal, secara ‘resmi’ waktu saat ini adalah (masih) musim panas. Sedih juga membayangkan musim ini akan segera berakhir sedikit demi sedikit. Tanggal 23 Juni nanti matahari akan memasuki puncak tertingginya, yang artinya setelah tanggal 23 Juni, matahari akan terbit 5 menit lebih lambat dan terbenam 5 menit lebih cepat (hiks, hiks :(, padahal post tentang Summer is Coming! masih anget-angetnya, hehe…) bisa diintip di Summer is coming!

Berhubung kali ini saya sedang tidak dalam mood untuk menulis tentang hal lain seperti masalah rasisme atau konflik, akhirnya kali ini saya ‘hanya’ menulis tentang…Cinta 🙂

Kali ini, saya ingin sharing lagu dari Sarah Brightman, yang tanpa sengaja dijumpai di Youtube. Beliau adalah salah satu penyanyi favorit saya yang suaranya begitu bening memukau. Sayang sound dalam klip berikut tidak maksimal, tapi setidaknya lumayan untuk didengar 🙂

Love Changes Everything
The Andrew Lloyd Webber Collection (1997)by: Sarah Brightman


Love Changes Everything

Love, love changes everything: hands and faces, earth and sky.
Love, love changes everything: how you live and how you die.
Love can make the summer fly, or a night seem like a lifetime.
Yes, love, love changes everything, now I tremble at your name.
Nothing in the world will ever be the same.

Love, love changes everything: days are longer, words mean more.
Love, love changes everything: pain is deeper than before.
Love will turn your world around, and that world will last forever.
Yes, love, love changes everything, brings you glory, brings you shame.
Nothing in the world will ever be the same.

Off into the world we go, planning futures, shaping years.
Love bursts in and suddenly all our wisdom disappears.
Love makes fools of everyone: all the rules we make are broken.
Yes, love, love changes everything: live or perish, in its flame.
Love will never ever let you be the same.
Love will never ever let you be the same.

…………………..

Lirik lagu yang indah tadi: ‘Cinta Mengubah Segalanya’ rasanya pas sekali untuk saya. “…Love, love changes everything: hands and faces, earth and sky…” Yup, cinta telah mengubah hari2x dan ‘langit’ di atas saya semakin cerah,
Membuat segalanya begitu indah dan bewarna
Membuat saya berani untuk mengambil keputusan tinggal di tempat ini
Membuat saya melupakan kepedihan di masa lalu
Membuat saya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya…

Cinta bisa membuat orang yang bermusuhan kembali berjabat tangan
Menautkan mereka yang berbeda bangsa, warna kulit, bahasa untuk bergandengan
Menyejukkan hati…
Membuang kebencian dan prasangka
Cinta….
Mengubah segalanya
Terima kasih cinta…

Oslo, 18 Juni 2008