Category Archives: people

Awas Copet…!!! (part 1)

Meski dikenal sebagai negara kecil yang aman dan damai serta selalu masuk dalam deretan teratas dalam daftar Global Peace Index (GPI), saat berkunjung ke Norwegia khususnya kota Oslo tetap diperlukan kewaspadaan terhadap mahluk bernama COPET….

Beberapa tahun terakhir ini, khususnya sejak pintu kerjasama Schengen dibuka dan krisis ekonomi Eropa memburuk maka seperti air yang mengalir deras banyak pendatang dari negara2x tetangga mencari peruntungan baik secara halal maupun illegal. Tidak heran jika polisi mencatat peningkatan jumlah signifikan kriminalitas. Tahun 2011 lalu sebanyak 20.624 kasus pencopetan terdaftar di seluruh Norwegia, dengan 15.000 kasus terjadi di Oslo! Ini baru yang terdata, bayangkan berapa jumlah yang tidak dilaporkan ke polisi.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengalami kejadian nyaris dicopet. Untunglah baru nyaris…pengalaman hidup di Jakarta mengajarkan saya untuk mewaspadai trik2x copet yang secara umum hampir sama. Kalau disimpulkan trik copet tersebut antara lain mengandalkan:

PENGALIHAN PERHATIAN (distraction) dan MEMAINKAN PERASAAN KORBAN (compassion).

Metode yang biasa dipakai pencopet ini antara lain:

1. Spesialis kartu ATM.

Umumnya kejahatan terjadi di toko atau kios setelah terlebih dahulu pencopet tadi atau anggota komplotannya berhasil mengetahui kode pin dengan berbagai teknik, entah lewat metode phising, kamera tersembunyi di ATM yang sudah dikerjai atau mengamati dengan diam2x saat korban menggunakan kartunya untuk bertransaksi.      Continue reading

Advertisements

Aksi Teror di Oslo Itu…

“Hello Feli! Are you still in Brazil? Sad day in Norway today…”  

Sebaris pesan SMS singkat  tadi masuk dari kawan dekat asal Pakistan yang bermukim di Oslo. Sejumlah pertanyaan pun langsung memenuhi kepala menebak2x kejadian apa yang mungkin dimaksud kawan tersebut. Apakah cuaca mendung tanpa matahari sejak seminggu terakhir? Apakah ada orang penting atau selebriti meninggal?…  Rasa penasaran membuat saya dan T yang saat itu sedang berada di Rio de Janeiro langsung mengecek berita di internet meski harus dengan ekstra sabar karena koneksi yang sangat amat lambat. Sejurus kemudian terdengar kosa kata yang tidak pernah meluncur dari mulut hubby  sebelumnya….

“HELVETE!!!…”  (keterangan: terjemahan bebas:  ‘kurang lebih” WHAT  THE HELL…” ) disertai mimik wajah terkejut, bingung dan tidak percaya…. yep….  BOM DAN PENEMBAKAN MASSAL DI OSLO.….  angka korban meninggal versi terakhir dari polisi adalah 76 orang dan 4-6 orang masih dinyatakan hilang. Continue reading

Tetangga Juga Manusia

Yang namanya hidup bertetangga memang ada seninya. Perbedaan budaya, adat-kebiasaan dan karakter individual ikut berperan dalam membentuk atmosfir lingkungan tempat kita tinggal.

Saat tinggal di lingkungan apartemen di Oslo misalnya, kami dihadapkan dengan perilaku aneh bin ajaib tetangga yang terkadang membuat pusing tujuh keliling (lihat post: jadul yang satu ini). Karenanya, saat pindah rumah saya pun sudah menyiapkan hati terhadap segala kemungkinan di dunia pertetanggaan ini.

Foto: Lingkungan tetangga baru.

DAN…. benar saja, di suatu pagi memasuki minggu keempat, saya dan hubby dikejutkan oleh tumpukan sampah tepat di pintu masuk halaman rumah kami. Respon pertama saya kurang lebih:

“WHAT THE ….&%¤”%%¤XXX###%%%!!!!??==(&%XX!!!!!!… ” *censored*

Terjemahan: “WHOAAAAA…. Doh, pagi2x kok sudah membuat orang kesal siyyy…. mbok ya kira2x kalau membuang sampah itu ya jangan di pintu masuk halaman rumah orang… Sampah segede2x gajah begitu lohh…haiyyahhhh….PLISSSS dehhhhh…..” *sambil mengelus dada dan siap2x cari pentungan*

Foto: Ilustrasi tempat kejadian perkara, usai kejadian… 😀

Sepanjang hari itu pandangan mata saya tak bisa lepas dari tumpukan sampah di sudut masuk halaman rumah kami. Ada sejumlah pilihan langkah yang dapat diambil: Continue reading

“Saya bukan siapa-siapa…”


Dalam suatu kesempatan saya bertemu dengan Veril (bukan nama sebenarnya), imigran dari Myanmar yang telah 4 tahun tinggal di Norwegia, menikah dengan pria lokal dan memiliki anak balita. Entah bagaimana, di tengah percakapan tercetus kalimat dari Veril yang menyentak: “Saya BENCI tinggal di sini!!!… Saya BENCI Norwegia!!!” 

Pertanyaan saya:  “WHY??? …” Dijawab Veril  dengan lantang: ” Di negara saya…saya ‘SOMEBODY’…. di sini saya ‘NOBODY’… SAYA BUKAN SIAPA-SIAPA…”

“…seperti deja -vu rasanya…”

Ada nada sedih, kecewa, marah di balik ucapan perempuan berumur pertengahan 30-tahunan itu. Saya terdiam membisu. Seperti deja-vu rasanya… Beberapa tahun lalu, saat pertama kali tiba dan memutuskan untuk menetap di Oslo, saya pun pernah merasakan hal yang sama. Continue reading

Wartawan Dadakan

Dua minggu lalu saat menemani T dalam kunjungan kerjanya di Mjölby-Swedia, saya sempat mengalami momen ‘WHAT AM I DOING HERE???…’ alias…. Ngapain yaaaa …saya kok bisa ada di sini???… Entah bagaimana, saya sudah berada di sebuah ruangan kerja yang kosong di lokasi… SIRKUIT BALAP MOBIL

Sementara menunggu T melakukan presentasi di ruangan lain, saya menghabiskan waktu menunggu dengan membaca buku. Sulit sekali berkonsentrasi dengan suara percakapan dan langkah2x kaki hilir mudik manusia di koridor tanpa henti. Setelah 15 menit, konsentrasi pun betul2x buyar karena sesosok mahluk tinggi dan ganteng bin rupawan tiba2x masuk ke ruangan. Nafas saya pun tercekat antara takjub dan tidak percaya karena tiba2x ada Robert Pattinson si ganteng di hadapan mata… (haha, sok dramatis...) Continue reading

Tetangga… Oh… Tetangga

Kota Oslo yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa adalah kota terbesar di Norwegia (total populasi negara +/- sekitar 4,5 juta jiwa). Namun, jika dibandingkan dengan Jakarta yang dihuni lebih dari 12 juta jiwa, Oslo mungkin dianggap seperti ‘desa’.

Pertanyaan banyak orang saat pertama kali tiba di sini adalah:

“DIMANAKAH PARA MANUSIA????…. KOK SEPI Sekaleee….???… “

Yah….. musti bagaimana lagi?…. Memang sepi di sini….
Continue reading

Anak-anak Super Pede

 

Banyak cerita2x aneh bin ajaib yang saya dengar seputar pengalaman berinteraksi dengan anak. Berikut adalah beberapa diantaranya…

*****

 Papa Saya Pengacara

Suatu siang yang cerah, rombongan yang terdiri dari 5 anak dari sebuah TK di Oslo sedang mengadakan acara outdoor. Acara ‘topptur‘ (mendaki ke puncak bukit) kali ini ditemani oleh seorang guru pembantu, Anna yang berasal dari Jerman dan kini menetap di Oslo. Setelah sekian lama berjalan, kelompok yang dipandu Anna kehilangan jejak. Rombongan berhenti sejenak.

Anak 1 : “Kayaknya kita tersesat deh, iya kan?”
Anna: “Nggak kok, saya lagi berusaha cari jalan. Kita berhenti buat istirahat”, Anna berusaha terlihat tenang sambil melihat peta.
Anak 1 lagi: “Kalau kita tersesat nanti saya panggil papa saya. Dia pengacara. Kamu bakalan dituntut!” *dengan nada bengis*
Anak 2 : “PAPA SAYA POLISI!, nanti kamu bakalan ditangkep masuk penjara” *ikut2xan*
Anak 3: “PAPA SAYA DOKTER…Nanti kamu bakalan disuntik!” *tidak mau kalah*
Anak 1 yang semakin bertingkah : “PAPA SAYA PENGACARA TAUUUUU!!!!!…. NANTI KAMU BAKALAN DITUNTUT KALO KITA TERSESATTTT!!!!…” *sadis* Continue reading