Mendadak Rumah… Lagi…

IMG_2823

Permisi….  numpang lewat…..  Duh kasihan banget blog ini sudah lama nggak dikunjungi, saking lamanya sampai saya lupa password seperti biasa… *sambil nyapu2x*  😀

Selama ini kesibukan (hayahhh, sok sibuk haha 😀 ) saya seperti biasa… sibuk ngantor, beres2x rumah, jalan2x (ini bikin sibuk juga loh…) dan….ada satu hal lagi yang mau saya curhatkan  ceritakan di sini, yakni … rumah baru di Jakarta.  Sebelum ada prasangka macam2x, saya mau menginformasikan bahwa tulisan ini bukan bermaksud mau pamer sodara2x, tapi mau share pengalaman saja.

Yup, kalau mau jujur…saya nggak mau punya rumah lagi di Jakarta, selain cicilan rumah di Norwegia belum lunas ( haha… 😀 ) apa masih harus mencicil rumah lagi di Jakarta?… Bisa2x nggak akan bisa liburan lagi selama beberapa puluh tahun ke depan… (sepertinya begitu 😀 ) Continue reading

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Cerita tentang Nama

felicia1

Meski mbah William Shakespeare bilang …‘apalah arti sebuah nama…’ buat saya nama tetap banyak artinya, penting diingat dan ada pengaruhnya. Dari salah satu buku yang pernah saya baca, kata2x paling merdu (ciehhh…) di telinga seseorang untuk didengar adalah…. namanya sendiri.

Coba deh, kalau kita bertemu orang atau mungkin sudah beberapa kali bertemu tapi orang yang bersangkutan tidak ingat nama kita…pasti ada rasa gimanaaaa gitu ya….rasa nggak dianggap penting, rasa kurang dihargai….buntut2xnya jadi bertanya2x kenapa begini? kenapa begitu…dll…dll…. Karena pernah merasakan tidak enaknya, saya mencoba selalu mengingat nama2x orang yang pernah ditemui……yang ehm, tidak selalu berhasil…  *tersipu malu*

Saat jadi anak baru di kantor sekarang (lebih dari 5 tahun yang lalu) kesulitan terbesar bukan menyelesaikan tugas dalam job description atau kontrak kerja tapi…: MENGHAPAL NAMA2x kolega yang rata2x asli Norwegia dengan nama2x aneh bin ajaib. Apalagi kalau dipikir2x orang Norwegia itu termasuk konservatif dan kurang kreatif dalam memberikan nama anak2xnya sehingga banyak nama2x yang rada mirip2x. Di kantor misalnya dari sekitar 55 kolega ada nama2x:

3 orang bernama Siri 
10 orang bernama Anna dan variasinya, yakni: Anna, Anne, Ane, Hanne, Hanna, Ann, Anja, Anya
2 orang memiliki nama dengan pengucapan yang mirip: Gunnel, Gunnhild
4 orang bernama Christine, Christina, Kristin, Kirstin
5 bernama Ellen dan variasinya, yakni: Elin, Ellin, Ellen
2 orang bernama Brita
2 orang bernama Guri dan variasinya: Guri, Gøril
2 orang bernama Maren

Nah, BINGUNG KAN?
Bagaimana solusinya? Kami di kantor cukup memakai akronim seperti: Siri N, Siri D, Siri G dan 2 Ann Kristin di atas menjadi  AKU serta AKB…. 😀

Foto: Suasana di kantor saat menerima kunjungan keluarga putra mahkota Norwegia
felicia4

Nama2x orang Norwegia juga kadang sulit dilafalkan karena lebih banyak konsonan daripada huruf vokal atau memakai tanda baca bahasa planet dalam  norsk seperti: Yngve, Ragnhhild, Sølvi, Øda. Karenanya bukan hal yang aneh jika nama2x khas Norwegia sering salah diucapkan di luar norwegia seperti: Continue reading

Foto Keluarga: Sebuah Perjuangan :)

felice2

Memasuki rumah2x keluarga di Indonesia bukan hal yang aneh jika kita melihat foto2x anggota keluarga baik sendiri atau bersama2x dalam ukuran besar yang dibingkai pigura atau dalam bentuk kanvas seperti lukisan. Momen2x yang direkam dalam foto2x tadi biasanya acara2x resmi atau penting buat keluarga tersebut seperti wisuda, pernikahan, lamaran dsb. Karenanya objek dalam foto tadi kebanyakan orang2x yang sedang tersenyum menghadap kamera dengan balutan baju tradisional, baju wisuda, batik atau baju seragam khusus.

Ada juga foto keluarga yang lebih alternatif seperti di alam terbuka atau di studio dengan berbagai gaya plus properti khusus buat sesi foto bersama. Buat saya, foto2x tadi seakan bisa merekam kehangatan dan keakraban keluarga, rona2x emosi yang terpancar di wajah mereka membuat kita seakan bisa ikut bisa merasakan apa yang dirasakan saat foto diambil. Nah, keluarga besar T (suami) belum pernah sekalipun memiliki foto keluarga dimana para anak, menantu, cucu lengkap semua ada di dalamnya. Sayangnya selain orang dewasa dalam keluarga T memiliki tingkat kenarsisan yang rendah, mengumpulkan 5-6 anak kecil itu bukanlah hal yang mudah.

Kesempatan datang sebulan lalu ketika kami bersama menghadiri upacara pemberian nama (navnedag) dari adik T yang baru memiliki seorang putri di kantor catatan sipil Oslo. Yang kalau dibandingkan mungkin mirip dengan upacara pembaptisan dalam gereja. Dalam acara yang formal ini kebanyakan orang tua dan anggota keluarga datang dengan baju resmi atau bunad (pakaian tradisional Norwegia). Sebuah momen yang pas untuk mengambil foto keluarga besar bukan? 🙂

Foto: Upacara pemberian nama anak di kantor catatan sipil Oslo
felice1

Continue reading