Monthly Archives: March 2010

Tetangga… Oh… Tetangga

Kota Oslo yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa adalah kota terbesar di Norwegia (total populasi negara +/- sekitar 4,5 juta jiwa). Namun, jika dibandingkan dengan Jakarta yang dihuni lebih dari 12 juta jiwa, Oslo mungkin dianggap seperti ‘desa’.

Pertanyaan banyak orang saat pertama kali tiba di sini adalah:

“DIMANAKAH PARA MANUSIA????…. KOK SEPI Sekaleee….???… “

Yah….. musti bagaimana lagi?…. Memang sepi di sini….
Continue reading

Mahalnya Harga Sebuah SIM

Ada beberapa hal yang sebetulnya patut disyukuri oleh mereka yang tinggal di Indonesia. Angkutan umum seperti ojek, becak, andong/delman, tuk-tuk, bajaj dkk adalah jawaban atas tuntutan sarana transportasi. Di Oslo …WOHOOOOO….. saya hanya bisa berkhayal ada pangkalan ojek di dekat tempat tinggal kami supaya tidak perlu repot2x menunggu jadwal bus atau trem dan ada bala bantuan yang siaga kala harus mengejar waktu. Jika tinggal di luar kota atau pedesaan yang sepi…memiliki kendaraan dan ijin mengemudi adalah KEBUTUHAN

Setelah sekian lama tertunda akhirnya saya akan memulai perjuangan untuk mendapat Ijin Mengemudi (driving licence) Norwegia. Meski telah memiliki SIM A Indonesia ( punya SIM-nya saja dulu, belum mobilnya, hehe 😀) saya merasa tidak pede untuk mengendara di sini. Kondisi jalan, peraturan dan cuaca yang berbeda ikut berpengaruh.

Foto: Pusat kota Bergen, salah satu kota terbesar di Norwegia.

Seingat saya, mengikuti sekolah mengemudi dan mendapatkan SIM di Indonesia bukanlah persoalan besar dan tidak mahal… Di sini?… duh…. harga untuk kursus mengemudi mobil jika dikurskan ke rupiah bisa puluhan juta…

“duit semua yeee…. bukan daonnn … sodara2x………. HUHUHUHUHU 😦 … “

Bagi penduduk lokal Norwegia, harga tadi termasuk mahal, apalagi bagi hamba sahaya seperti sayah *gigit jari*.  Ujian teori dan praktek pun tidak main2x, harus benar2x mahir…jangan harap ada suap2xan atau ‘main belakang’… yang ada nanti justru kita diblack-list dan dianggap ‘aneh’ jika coba2x bermain curang. Continue reading

God Påske!

Jika berjalan2x di kawasan pertokoan di Norwegia atau Swedia menjelang Hari Paskah (Easter dalam bahasa Inggris, Påske dalam Norsk) akan nampak atribut dekorasi yang seragam seperti: bulu ayam, telur, ayam, bunga berwarna ungu atau kuning dan jika berjalan ke toko buku akan nampak buku2x thriller atau cerita kriminal yang menjadi tema utama.

Foto: Hiasan bulu ayam di toko cerutu dari Cuba

Continue reading

Anak-anak Super Pede

 

Banyak cerita2x aneh bin ajaib yang saya dengar seputar pengalaman berinteraksi dengan anak. Berikut adalah beberapa diantaranya…

*****

 Papa Saya Pengacara

Suatu siang yang cerah, rombongan yang terdiri dari 5 anak dari sebuah TK di Oslo sedang mengadakan acara outdoor. Acara ‘topptur‘ (mendaki ke puncak bukit) kali ini ditemani oleh seorang guru pembantu, Anna yang berasal dari Jerman dan kini menetap di Oslo. Setelah sekian lama berjalan, kelompok yang dipandu Anna kehilangan jejak. Rombongan berhenti sejenak.

Anak 1 : “Kayaknya kita tersesat deh, iya kan?”
Anna: “Nggak kok, saya lagi berusaha cari jalan. Kita berhenti buat istirahat”, Anna berusaha terlihat tenang sambil melihat peta.
Anak 1 lagi: “Kalau kita tersesat nanti saya panggil papa saya. Dia pengacara. Kamu bakalan dituntut!” *dengan nada bengis*
Anak 2 : “PAPA SAYA POLISI!, nanti kamu bakalan ditangkep masuk penjara” *ikut2xan*
Anak 3: “PAPA SAYA DOKTER…Nanti kamu bakalan disuntik!” *tidak mau kalah*
Anak 1 yang semakin bertingkah : “PAPA SAYA PENGACARA TAUUUUU!!!!!…. NANTI KAMU BAKALAN DITUNTUT KALO KITA TERSESATTTT!!!!…” *sadis* Continue reading

No Spam, Please…

Entah bagaimana, inbox email saya menerima banyak sekali email spam (sampah nggak penting) yang 99% berbau scam (ada unsur penipuan). Setiap hari tak kurang dari 5 email semacam ini masuk ke kolom ‘spam’ …tak jarang satu dua terselip di antara ‘inbox’ email biasa.

Kalau tidak salah ingat, email semacam ini mulai marak di awal tahun 2000-an. Kantor tempat saya bekerja yang bergerak di bidang kemanusiaan mendapat satu-dua email di mailing list yang bernada ‘memelas’ mohon bantuan dengan prolog kisah yang sangat BOMBASTIS dan DRAMATIS seperti kurang lebih: Continue reading

Blogger Kegeeran Bangettt…. :D

Dua hari yang lalu ada komentar masuk ke blog:

“….salam kenal mbak, aku baru baca chic yang mengulas blog mbak. aku mampir ke sini…”

Terus terang saya terkejut karena tidak tahu menahu tentang hal ini…saya bahkan tidak mengetahui kalau ada majalah di Indonesia yang mereview blog2x secara berkala….

Saya melonjak gembira, ternyata tidak percuma capek2x menulis blog…. Masih ada orang yang mau membaca ocehan tulisan2x saya… Langsung info dikirim kepada kawan dan kakak di Jakarta untuk membantu mencari majalah yang bersangkutan. Wanty seorang kawan-yang-baik- hati -dan-tidak- sombong mengatakan bahwa ia sudah membeli majalah Chic terbaru namun tidak ada blog ini di sana.

Pertanyaannya adalah?…. Ada di edisi mana yah?…

Jangan2x ini hanya ulah orang iseng yang mau mengerjai saya…

“…HAHA…. Nggak papa deh…. Biarlah menjadi misteri….” 🙂

Curahan hati seorang blogger yang kegeeran…

(eits….. jangan salah…. Ge-er itu manusiawi loh *membela diri*)

Tersesat…Lagi.

Bersyukurlah mereka yang memiliki kemampuan membaca peta dengan baik dan benar, karena tidak sedikit yang memiliki ‘keterbatasan’ dalam membaca dan memahami peta… ehm, seperti saya…

Keterbatasan skill membaca peta ini seringkali menjadi masalah yang menganggu, khususnya kala harus berada di tempat baru dan asing. Sejak tersesat seorang diri dan terpaksa harus berputar2x di tengah kota Oslo selama 5 jam, juga pengalaman tak mengenakkan ketika tengah malam tersesat di kota Roma , saya bertekat untuk TIDAK LAGI tersesat… ‘Alarm’ pun langsung waspada saat tiba di lokasi baru dan mulai serius memperhatikan tanda2x jalan atau bangunan sebagai pengingat jalur yang dilewati.

Ternyata, nasib berkata lain. Kembali saya mengalami kejadian tak mengenakkan ini, di tengah kota London, menjelang tengah malam buta. Untung kali ini saya tidak sendiri.

Usai pelatihan, Ellen (kolega asal Norwegia berumur akhir 30-an),  ingin pindah lokasi hostel tempat kami menginap sebelumnya yang ada di daerah sekitar stasiun subway Warren’s Street. Menurut Ellen, akomodasi di tempat baru lebih dekat ke lokasi pasar rakyat yang ingin dikunjunginya keesokan hari di daerah Portobello, Notting Hill. Continue reading