Monthly Archives: March 2009

Godaan Cinta: "Kalau Kamu Mau…"

Bagi yang pernah merasakan jatuh cinta, pasti pernah pula mengalami godaan cinta, baik sebagai pihak penggoda atau yang digoda. Saat menjalani LDR (long distance relationship alias hubungan jarak jauh) Lund/Oslo- Sri Lanka banyak sekali godaan yang saya hadapi.

Batticaloa, Oktober 2006

Diawali dari obrolan ringan antara Dheva, Kirun, Anis (rekan lokal dari Colombo) Matteo (kolega asal Italia) dan saya di beranda rumah sewaan Matteo yang cukup besar menghadap danau. Sebagai perempuan satu2xnya, tidak tahan asap rokok dan tidak minum bir seperti yang lain, saya mencoba menjaga jarak dan sesekali menjauh untuk menghirup udara segar. Setelah rekan lokal kembali ke kamar, tinggalah saya dan Matteo berdua.

Suara bedebam-bedebum meriam terdengar di kejauhan diikuti getaran kaca2x jendela. Percakapan berlangsung berjam2x dimulai dari masalah pekerjaan, hingga masuk ke topik pasangan masing2x. Status Matteo, -berdasarkan pengakuannya- sedang kosong alias available. Sang pacar memilih untuk memutuskan hubungan saat Matteo memilih berkarir di negeri antah-berantah, mengakhiri profesinya sebagai pengacara muda. Saya sendiri berterus terang sudah memiliki pasangan dan tidak berniat mencari yang lain.

Foto: Pasangan muda-mudi yang sedang berdua di balik payung. Pemandangan yang banyak ditemui di kawasa pantai Galle, Sri Lanka bagian selatan. Ada apa di balik payung?…. Gelapppp ahhh…

Continue reading

Advertisements

Tes…Tes…

TES…TES… Satu…Dua… Tiga…

Setelah sekian lama berencana, akhirnya… bisa juga meng-upload video ke youtube untuk di-share di blog (yihaaaa… *jingkrak2x*)

Berhubung masih pemula, saya minta maaf jika kualitas gambar yang ada belum maksimal. Saya pun masih harus belajar meng-add suara ke video (kalau ada yang tahu trik-nya tolong kasih bocoran info yak… plissss… )

Video: T sedang kerja bakti…

Video di atas diambil dengan kamera digital biasa saat akhir pekan kemarin di kawasan pegunungan, Valdres-Norwegia bersama T dan T senior. Sayang, cuaca yang ada kurang mendukung untuk ber-ski, hujan salju disertai angin membuat kami tak punya banyak pilihan beraktivitas di alam terbuka. Salah satu kegiatan yang memungkinkan dalam cuaca seperti ini adalah membersihkan atap kabin dari salju yang rutin dilakukan setiap musim dingin.

Berat salju bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilo (jika ditotal). Karenanya, atap kabin atau rumah harus dibersihkan agar tidak menanggung beban terlalu berat dan merusak konstruksi. ‘Bonus’ lain dari salju yang berlimpah ini adalah kesempatan untuk bermain2x, salto, meluncur, meloncat dan sejenisnya dari atap. Jika ada anak kecil, gua, boneka salju dan terowongan es pun menjadi hiburan.

Semoga dengan fasilitas tambahan ini, informasi atau kisah yang ditulis dalam postingan bisa lebih ‘hidup’.

Hmmmm, jadi semangat lagi untuk mengabadikan momen2x menarik yang bakal dijumpai. Uhuyyy…!!! 🙂

Nasib Pasangan Bule: An Inconvenient Truth

Catatan: Tema postingan berikut sudah banyak dibahas di berbagai artikel atau blog lain. Kali ini saya hanya ingin menceritakan kisah serupa berdasarkan pengalaman pribadi.
…bagi perempuan yang berjalan bersama bule…ada beberapa pandangan negatif…

Bagi perempuan Indonesia yang sedang berjalan bersama bule entah dalam status berpacaran atau menikah, ada beberapa pandangan negatif yang kerap diekspresikan secara langsung atau tak langsung –khususnya saat berada di tempat2x wisata di tanah air– yang menganggap bahwa si perempuan adalah:

(1). Cewek matre –> mendekati bule karena alasan ekonomis
(2). Ingin memperbaiki keturunan–> mendekati bule karena alasan fisik
(3). Perempuan ‘nggak bener’–> mendekati bule karena alasan ‘cacat’ moral
(4). Perpaduan ketiga hal di atas

Memang harus diakui, ada segelintir kasus yang mencerminkan dan membenarkan pandangan negatif di atas (karena ulah oknum setitik, rusak image perempuan lain sepasaran gitu kali ya, hehe maksa banget kalimatnya…).

Sebaliknya, banyak pula perempuan lokal yang berpasangan dengan bule adalah mereka yang berpendidikan, memiliki profesi bagus di perusahaan bonafid dan tidak peduli warna kulit pasangan saat jatuh cinta atau dijatuhi cinta (ehm, kalau dibilang seperti saya pasti dikira maksa lagi…:D) Continue reading