Monthly Archives: April 2012

Terjebak di Elevator

Terjebak di elevator atau lift adalah satu hal yang paling saya takutkan. Tangga adalah pilihan utama saat harus menaiki gedung bertingkat. Bukan hanya demi alasan lebih sehat…tapi juga karena takut naik lift (hehe… :D). Tetapi, malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih (lebayyy…), pagi ini dalam perjalanan menuju kesebuah rapat penting hal yang paling saya takutkan terjadi: yep, TERJEBAK di dalam lift, seorang diri pula…huhuhu 😦

MENIT2x PERTAMA. Masih tenang dan percaya bahwa pertolongan akan datang.

Sepi.

LIMA MENIT berikutnya. Mulai gedor2x pintu lift dan berharap ada orang yang mendengar di luar sana. Pintu lift yang transparan memungkinkan saya melihat ke luar. Posisi lift saat itu 1/3 di lantai 2 dan sisanya menggantung di lantai 1 yang saya tuju.

MENIT SELANJUTNYA. Mulai berpikir dan mencerna situasi, membayangkan skenario terburuk bahwa saya akan terjebak di lift selama seharian sampai jam pulang kantor atau bahkan sampai Senin pagi. Saya coba menghubungi nomor telepon kantor dan teringat bahwa hari Jumat ini kantor sepi karena ada pelatihan di luar kota dan resepsionis tidak ada di tempat.

Dan, HP pun menjadi andalan. Tapi, SIAPA yang harus dihubungi? Pemadam kebakaran? Ambulan? Polisi? Penjaga gedung? Hubby yang di luar kota? Keluarga di Indonesia?

Dalam kepala ini adegan film2x TV saat ada orang yang yang terjebak di lift langsung berseliweran. Memori pelajaran yang didapat saat security training pun saya coba ingat2x lagi…Tapi…security training saya kan untuk keadaan emergency di daerah bencana dan konflik, tidak ada sesi pelatihan jika terjebak di lift di pusat kota….  *WHAAAA….Jaka sembung bawa golok…..*

*tarik nafas dalam2x, berdoa khusyuk, berpikir keras*

Alhasil, setelah beberapa saat saya berhasil memaksa otak menyusun daftar realistis orang2x yang bisa diandalkan untuk bisa menolong. Prioritas pertama pasti orang yang SAAT ITU BERADA DI DEKAT lokasi … (ah, Feli…kamu sungguh cerdas!!! 😀 …)

Telepon pertama, Geir, kolega satu unit yang ada ruangan lantai 5.

Tidak ada jawaban.

Saya coba kontak nomor yang sama dan lagi2x hanya terdengar nada tunggu

*galau dan kuatir*

Setelah sekian lama menggedor2x pintu dari dalam, nampak sekelebat bayangan manusia di luar sana. AHA!!!, tukang pos. Dia berdiri di luar dan berteriak: “Coba pencet alarm dan nomor2x emergency yang tertempel di dinding!”

Alarm saya pencet. TETTT…TEETTTT…TET,TET,TEEETTTTTTT!!!!!!….

Lalu?

Ternyata alarm dalam lift tadi adalah tombol untuk menarik perhatian orang agar ada yang datang. Lah, ini kan sudah ada yang datang, si tukang pos tadi…tapi dia tidak bisa berbuat apa2x.

…..BAGOOOSSSSSS….

Continue reading

Advertisements

Awas Copet…!!! (part 1)

Meski dikenal sebagai negara kecil yang aman dan damai serta selalu masuk dalam deretan teratas dalam daftar Global Peace Index (GPI), saat berkunjung ke Norwegia khususnya kota Oslo tetap diperlukan kewaspadaan terhadap mahluk bernama COPET….

Beberapa tahun terakhir ini, khususnya sejak pintu kerjasama Schengen dibuka dan krisis ekonomi Eropa memburuk maka seperti air yang mengalir deras banyak pendatang dari negara2x tetangga mencari peruntungan baik secara halal maupun illegal. Tidak heran jika polisi mencatat peningkatan jumlah signifikan kriminalitas. Tahun 2011 lalu sebanyak 20.624 kasus pencopetan terdaftar di seluruh Norwegia, dengan 15.000 kasus terjadi di Oslo! Ini baru yang terdata, bayangkan berapa jumlah yang tidak dilaporkan ke polisi.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengalami kejadian nyaris dicopet. Untunglah baru nyaris…pengalaman hidup di Jakarta mengajarkan saya untuk mewaspadai trik2x copet yang secara umum hampir sama. Kalau disimpulkan trik copet tersebut antara lain mengandalkan:

PENGALIHAN PERHATIAN (distraction) dan MEMAINKAN PERASAAN KORBAN (compassion).

Metode yang biasa dipakai pencopet ini antara lain:

1. Spesialis kartu ATM.

Umumnya kejahatan terjadi di toko atau kios setelah terlebih dahulu pencopet tadi atau anggota komplotannya berhasil mengetahui kode pin dengan berbagai teknik, entah lewat metode phising, kamera tersembunyi di ATM yang sudah dikerjai atau mengamati dengan diam2x saat korban menggunakan kartunya untuk bertransaksi.      Continue reading

Tragedi Kondangan



Masih banyak kisah tertinggal dari kunjungan ke Brazil tahun 2010 lalu. Salah satunya adalah TRAGEDI KONDANGAN yang terjadi di pernikahan Josi dan Fernando

Menurut penjelasan yang kami terima dalam undangan yang dikirim via email, pernikahan akan diawali dengan pemberkatan di salah satu gereja Katolik di pusat kota Salvador sekitar jam 3 sore. Seperti layaknya persiapan sebelum kondangan maka check list seperti baju, sepatu, aksesoris, kamera untuk dokumentasi dan undangan semuanya lengkap….NYARIS lengkap. Didalam taksi kami baru menyadari bahwa ada satu benda penting terlupakan: yep, PETA….sodara2x….. Continue reading