Monthly Archives: October 2014

Tentang Pekerjaan

Karena ada beberapa pembaca yang pernah bertanya tentang pekerjaan pemilik blog, maka baiklah saya akan bercerita tentang pekerjaan yang digeluti di negara kulkas (karena dinginnya) ini.

Saya bekerja di sebuah lembaga internasional yang menyalurkan bantuan dana pembangunan luar negeri pemerintah negara tempat saya berdomisili. Saat ini lembaga kami memiliki 100 project yang disupport dari sekitar 15 negara di kawasan Asia-Oceania, Afrika dan Latin America. Karenanya tidak heran jika kami mendapat kesempatan (justru harus) untuk berjalan2x alias melakukan field visit ke lapangan memantau lokasi 2x project tadi. Meski menyalurkan dana pemerintah, lembaga tempat saya bekerja juga berfungsi sebagai watchdog (pengawas) yang mengkritisi kebijakan pemerintah jika dianggap tidak sesuai.

felia

Tanggung jawab yang saya emban sebagai koordinator program untuk Indonesia adalah mulai dari tahapan mapping atau identifikasi awal, actor analysis, situasional analysis, institutional analysis, project preparation, project implementation sampai project monitoring dan evaluasi, tambahan lain adalah mengawal isu gender mainstreaming (mulai dari perencanaan sampai implementasi dan follow-up di lembaga dan project2x tadi) dan riset (tugas favorit! tapi sering tidak ada waktu). Karena pekerjaan inilah, saya tahu urusan dapur dan intrik2x sejumlah organisasi besar dan kecil di tanah air (ehm…ini sih off the record deh… pokoknya seru2x sedap…) sambil sesekali bersentuhan dengan birokrat2x dan pejabat di di kedua negara plus realita lapangan lewat dialog2x dengan penduduk lokal yang dijumpai saat kunjungan langsung ke lokasi tadi.

Berhubung pekerjaan2x sebelumnya dengan sejumlah organisasi lokal dan internasional yang saya lakukan juga bergelut dengan program management cycle maka perjuangan mendapatkan posisi sekarang ummmm…menurut saya loh… relatif mudah meski menurut sejumlah sesama pelamar yang lain proses seleksi dan interview-nya susah…yah mungkin kebetulan saja kualifikasi saya matching dengan yang dicari. Saat itu saya hanya bersaing dengan sekitar 50 pelamar saja dan melewati beberapa proses tes serta interview di Oslo. Sementara posisi2x untuk program lain (buat yang bisa berbahasa spanyol atau perancis atau portugis) di divisi Afrika serta Latin America bisa direbutkan oleh 200-300-an pelamar lebih dengan beragam latar belakang mulai dari fresh graduate hingga S3.

Foto: Di pedalaman Sulawesi dengan para perempuan penambang tradisional…
felia3

Proses melamar kerja
Di Norwegia, peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi jurusan seperti engineering atau computer science relatif lebih mudah dibandingkan jurusan ilmu2x sosial. Biasanya posisi2x menarik untuk jurusan ilmu sosial menuntut pengalaman kerja sekian tahun. Pengalaman kerja di lapangan (baca: negara luar Norwegia) akan sangat dihargai. Karenanya tidak heran jika para fresh graduate jurusan sosial khususnya harus menunggu sekian lama sebelum mendapat pekerjaan yang diinginkan di Norwegia. Tidak sedikit mereka mengawali karirnya sebagai relawan, intern atau staf lepas di organisasi2x di luar Norwegia yang meski tidak dibayar atau dibayar ala kadarnya tetapi akan membuat CV mereka memiliki nilai tambah terkait dengan pengalaman kerja.

Biasanya dalam sesi interview selain calon atasan, calon pimpinan juga ada perwakilan dari semacam labor union (serikat kerja) di kantor untuk memastikan agar proses seleksi berlangsung transparan tanpa unsur KKN, diskriminasi atau unsur2x ketidakadilan lain. O ya, di sini saat mengajukan lamaran juga tidak diwajibkan (tidak boleh malah) mengajukan informasi seperti usia, jenis kelamin, agama juga foto. Ini untuk mencegah diskriminasi berdasarkan hal2x di atas tadi. Umumnya kandidat yang terpilih untuk seleksi interview adalah yang memiliki pengalaman relevan dengan job desk yang akan dikerjakan.

Foto: Pertemuan dengan warga desa di Papua…. 🙂
feli-4

Continue reading

Advertisements