Orang Miskin di Negara Kaya

feli6

Di Norwegia seringkali penampilan bisa menipu kita, apalagi pendatang yang belum banyak tahu situasi dan kebiasaan setempat. Beberapa kali saya melihat orang yang berpenampilan rapi ternyata sibuk mengais2x tong sampah mencari sisa2x botol bekas. Kali lain saat pagi2x berjalan di sekitar Central Station di Oslo saya dan hubby melihat seorang bapak berjas dan berdasi rapi lengkap dengan kopernya yang nampak seperti eksekutif kantor penting keluar dari sebuah tenda kecil di pinggir stasiun. Nampaknya ia baru saja bermalam di tenda kecil ala kadarnya itu. Saya sempat bertanya2x dalam hati, apa yang bapak itu lakukan? Apakah ia gelandangan? Apakah ia tidak mampu bayar sewa kamar hotel atau hostel?…Entahlah.

Menjelang musim panas biasanya polisi dan dewan kota sudah dipusingkan dengan urusan gelandangan, peminta2x dan pelaku kriminal musiman (menjamur saat musim panas, berkurang saat musim dingin). Melihat gelandangan di Oslo pun sering membuat saya terheran2x karena jika diperhatikan dengan seksama dari segi penampilan tak jarang mereka memakai jaket2x yang layak pakai, memiliki handphone, merokok (sementara harga rokok di sini lumayan mahal) dll.

Sebaliknya, tak jarang orang yang berpenampilan biasa2x saja dengan celana jeans dan tas punggung ke kantor bisa jadi adalah eksekutif sebuah perusahaan. Karena secara umum dress code kantor di sini cenderung fleksibel dan casual (kecuali sektor2x tertentu seperti perbankan, hukum dll yang memang harus rapi) maka banyak pekerja baru berpakaian resmi hanya kalau ada meeting2x atau bertemu klien penting saja. Banyak dari orang2x penting ini juga memakai transportasi publik seperti bus, tram, subway yang lebih praktis.

Jika melihat sekilas dari penampilan saja memang sulit mengetahui siapa orang yang sebenarnya miskin di negara kaya ini. Imej tentang Norwegia biasanya selalu yang bagus2x. Sebagai salah satu negara dengan GDP per kapita dan Global Peace Index tertinggi, negara dengan penduduk paling bahagia, negara dengan Human Development Index tertinggi, negara paling nyaman untuk ibu dan anak, negara dengan hasil Global Gender Inequality Index untuk kesetaraan gender terbaik, salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah dari hasil Corruption Perception Index dll.

Fasilitas yang diberikan negara pun lumayan lebih baik dibandingkan negara2x lain pada umumnya di Eropa seperti pengobatan dan biaya rumah sakit gratis di institusi pemerintah, sekolah gratis hingga universitas, tunjangan sosial bagi yang tidak bekerja, tunjangan anak dan sebagainya, jatah cuti melahirkan untuk ibu dan ayah dengan gaji dibayar 100% hingga 59 minggu atau gaji dibayar 80% untuk 49 minggu. Intinya: rakyat Norwegia terbiasa dengan standar pelayanan yang baik dari negara maupun sektor swasta. Saat terjadi krisis Euro pun mata uang Norwegian Kroner (NOK) cenderung stabil dan kuat.

Batas garis kemiskinan
Jika memakai definisi miskin dari EU maka untuk tahun 2011 (data terakhir yang bisa ditemui) batas garis kemiskinan di Norwegia bagi orang yang tinggal sendiri tanpa tanggungan adalah pendapatan setahun sebesar 181.000 NOK (sekitar Rp. 341.000.000). Sementara jika memakai definisi dari OECD maka batas garis kemiskinan adalah pendapatan setahun sebesar 126.000 NOK (sekitar Rp. 237.500.000). Catatan: jangan kaget dulu dengan jumlah dalam rupiah di atas ya… :) Continue reading

Ribetnya Protokoler Pejabat… di Indonesia :)

felicia2

Protokoler: aturan atau panduan tertentu sebagai etika berdiplomasi

Beberapa kali pekerjaan memaksa ups…membuat saya harus mengikuti sejumlah acara dengan protokoler karena adanya keterlibatan pejabat resmi atau orang penting mulai dari setingkat gubernur, menteri atau kepala negara. Jika iseng2x diperhatikan, ada sejumlah hal menarik saat membandingkan protokoler acara yang dihadiri oleh pejabat di Indonesia dan di Norwegia.

Dalam salah satu acara yang dihadiri pejabat setingkat menteri di Norwegia misalnya tidak ada pengamanan berlebihan apalagi gerombolan body guard bertampang seram. Yang ada si menteri Norwegia akan didampingi 2-3 orang staff ahli termasuk sekretarisnya. Setelah si menteri selesai memberikan pidato pembukaan untuk suatu acara, biasanya akan disusul dengan sejumlah high-level meeting (jika ini adalah kunjungan bilateral atau multilateral dari negara lain). Sementara acara berlanjut, biasanya sejumlah staff menteri Norwegia bersangkutan akan mengikuti acara hingga tuntas dan memastikan si menteri tadi akan mendapatkan update terbaru acara.

Foto: Barisan pengawal saat keluarga kerajaan Norwegia (Prince Håkon, Mette Marit, Princess Inggrid Alexandra) datang berkunjung ke kantor kami di Oslo tahun lalu. Susana di luar (dan di dalam) terlihat adem ayem tanpa sesuatu yang istimewa berlebihan.

felicia1

Protokoler yang agak sedikit heboh barangkali saat ada kunjungan resmi dari anggota kerajaan atau kepala negara lain. Seheboh2xnya protokoler di sini pun tetap lebih sederhana dibandingkan dengan barisan pengawal dan protokoler pejabat di Indonesia. Tidak ada raungan mobil pengawal menderu2x non-stop sepanjang jalan, apalagi blokir-memblokir lalu-lintas (mungkin juga karena jarang macet di sini ya :D).

Saat keluarga putra mahkota Norwegia mengunjungi kantor kami misalnya, hanya ada satu-dua orang petugas berseragam mendampingi mereka. Bisa jadi juga ada pengawal berpakaian sipil membaur dengan wartawan dan pengunjung lain (who knows?).

Foto: Audiens di…. pantry kantor yang merangkap ruang makan bersama
felicia4

Bagaimana dengan protokoler di Indonesia?….

Sudah jadi rahasia umum, biasanya kalau ada pejabat lewat di jalan2x di Indonesia maka akan ada kemacetan (atau semakin menambah kemacetan). Barisan pembuka jalan untuk rombongan si orang penting sayangnya sering bertindak arogan, membentak2x pengendara supaya minggir, bahkan menghentikan kendaraan sampai rombongan si pejabat lewat. Meski sering tidak jelas apakah si orang penting tadi sedang mengejar waktu untuk rapat yang memang urgent…. atau sekedar menjenguk isteri muda… (ehm, kalau ini sih berdasarkan pengalaman tinggal tidak jauh dari rumah isteri muda salah satu (mungkin sudah mantan?) pejabat di Jakarta)

Foto: Kunjungan putra mahkota Norwegia (dan isteri) ke Jakarta. Meskipun protokoler lumayan ketat namun tidak berlebihan dan tetap ada ruang untuk beraudiens dengan pengunjung. Entah kenapa yang terlihat over-acting selalu pihak protokoler dari Indonesia ya?

felicia9

Continue reading

Cowok Norwegia Itu….

felice

Cukup sering saya mendapat pertanyaan tentang cowok Norwegia oleh pembaca blog. Untuk menjawab rasa penasaran itu berikut adalah pendapat saya pribadi tentang cowok Norwegia, hasil survey kecil2xan, tanya2x dengan cowok2x Norwegia sendiri, pengamatan dan pengalaman keseharian yang saya alami di sini.

COWOK NORWEGIA ITU:

1. MENCINTAI ALAM… banget.
Norwegia adalah salah satu negara tercantik di dunia karena alamnya. Pengakuan bukan hanya datang dari orang Norwegia sendiri, tetapi dari turis2x manca negara yang pernah berkunjung ke sini. Alam pegunungan yang cantik, berpadu dengan fjord (lautan yang menjorok jauh ke daratan), hutan2x yang terjaga dengan baik dan hamparan lautan yang biru berkilauan di musim panas.

Foto: Sejak kecil hiking ke hutan adalah hal yang biasa dan menjadi aktivitas favorit keluarga.
feli-5

Akses terhadap laut, hutan dan gunung yang dekat membuat aktivitas di alam terbuka bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bahkan selepas jam kantor di hari biasa. Pilihan aktivitas luar ruangan pun tak terbatas mulai dari hiking, skiing, rock climbing, jogging, swimming, sledging, sailing, paragliding, water-skiing dll…dll…

Karenanya jangan heran jika cowok Norwegia tergila2x dengan olahraga di luar ruangan. Mereka pun SANGAT BANGGA dengan beberapa tokoh pioneer, ‘Sang Penjelajah’ seperti Thor Heyerdahl (yang terkenal dengan penjelajahan Kon Tiki-nya), Fridtjof Nansen (salah satu manusia pertama yang menjelajah Kutub Utara), Roald Amundsen (orang pertama yang mencapai Kutub Selatan) dll yang berasal dari Norwegia.

Foto: Kolega satu ruangan yang bersiap2x mendaki gunung jumat sore pulang kantor :D
feli-3

Tingkat ke-cool-an seorang cowok dalam pergaulan biasanya ditentukan dengan seberapa sering dan ekstrim aktivitas luar ruangan yang mereka lakukan. Semakin tinggi tingkat kesulitan dan ke-ekstriman- suatu aktivitas biasanya akan mendatangkan decak kagum dari cowok2x lain… Sungguh spesies mahluk yang aneh :D

Meski ada, namun orang gemuk berlebihan bisa dibilang jarang di Norwegia. Stamina fisik para manula (laki2x dan perempuan) di Norwegia pun terbilang mengagumkan. Hiking ke gunung untuk manula berusia 70 tahun lebih atau skiing 30 km saat winter buat mereka yang berumur lebih dari 65 tahun adalah hal yang biasa (termasuk bapak mertua di sini). Ini salah satu alasan mengapa mereka rata2x tetap ‘AWET TUA’, kebalikan dengan rata2x orang Asia yang kebanyakan ‘AWET MUDA’ dan menurun drastis kesehatannya setelah berusia 50 tahunan.

Foto: Salah satu tempat menemukan cowok2x yang sedang berkumpul adalah lokasi aktivitas olahraga luar ruangan

feli-7

Saat saya tanya ke sejumlah cowok Norwegia yang saya kenal, apa kriteria cantik buat mereka untuk seorang cewek? Jawabannya bisa ditebak: urutan pertama adalah: sporty dan gaya hidup sehat.

2. BIASA DENGAN PEREMPUAN YANG MANDIRI
Sebagai salah satu negara dengan tingkat kesetaraan jender tertinggi di dunia maka kedudukan perempuan dan laki2x dianggap sejajar dalam hampir segala aspek di ranah publik maupun domestik di Norwegia. Bukan hal yang aneh jika kita melihat pasangan yang terlihat mesra di antrian kasir ternyata membayar belanjaan mereka masing2x. Saat berpacaran pun cowok Norwegia (kata mereka sendiri loh) menyukai perempuan yang berani mengambil inisiatif dan aktif. Saat kencan misalnya, sebagai perempuan jangan lantas kita berharap si cowok akan membayar bill setiap saat, kecuali jika si cowok memaksa (ini sih namanya rejeki buat si cewek tadi, yah, masa ditolak? :D).

Foto: Laki2x dan perempuan memiliki hak dan tanggung-jawab yang sama…

feli-6

Di rumah pun tidak ada pembatasan tradisional tentang ‘pekerjaan laki2x’ atau ‘pekerjaan perempuan’. Bukan hal yang aneh jika seorang suami mencuci baju, memasak, menjaga anak….. Sebaliknya sebagai perempuan bukan hal yang aneh jika diminta membantu mengecat rumah, memotong rumput, membersihkan salju… sampai mengganti ban dan mendorong mobil mogok (kalau ini pengalaman pribadi, hehe :D)

3. SAYANG ANAK…
Cuti melahirkan di Norwegia untuk orang tua jika ditotal adalah 26 minggu atau 6,5 bulan dengan gaji dibayar penuh 100% atau 36 minggu atau 9 bulan dengan gaji dibayar 80% (pembagian jumlah cuti harus disepakati antar kedua ortu). Dari jatah tadi, sebanyak 14 minggu atau 3,5 bulan (sekarang akan menjadi 10 minggu mulai 1 Juli 2014) harus diambil oleh sang ayah.

Foto: Baby-sitting sang anak :D

feli-2 copy

Continue reading

La Bella Sardinia

felice4 copy

Sardinia dalam bahasa Italia dikenal dengan Sardegna, sementara dalam bahasa setempat dikenal dengan nama Sardigna, adalah pulau terbesar kedua di wilayah Laut Mediterania setelah Sicilia dan sebelum Cyprus. Pulau ini merupakan bagian dari teritori negara Italia dengan kota terbesar Cagliari dan terbagi atas delapan provinsi dengan luas wilayah 23.821 m2 dan bentangan pantai sepanjang 1.848 km.

Foto: Pohon olive yang banyak ditemui di sepanjang Sardinia. Daunnya biasa dipakai sebagai mahkota di komik Asterix :)
felice1 copy

Kesan pertama saat tiba di Sardinia (sekitar bulan Juli) adalah: PANASSS….  Perpaduan antara terik matahari, angin kering dan suhu yang bisa mencapai 40 C di musim panas bisa menjadi siksaan jika mobil dan bungalow yang kita sewa tidak memiliki AC. Botol2x air pun harus selalu tersedia di kendaraan sebelum meluncur ke suatu lokasi. Sepertinya, mobil yang ditinggal terlalu lama di tempat parkir pun bisa berubah menjadi oven karena saking panasnya dan jarangnya pohon2x besar (terutama di tepian pantai) untuk berteduh.

Foto: Hiking melewati struktur bebatuan yang unik dan merupakan salah satu yang tertua di Eropa (bisa mencapai 500 juta tahunan). felice12 copy

Foto: Turis yang sedang kepanasan… asli…panas banget…
felice13 copy

Saya sempat penasaran, mengapa tempat yang panas dan kering seperti Sardinia bisa menjadi destinasi wisata favorit di Eropa, termasuk kalangan jetset dan artis2x papan atas Holywood. Ternyata, jawabannya ada di lengkapnya infrastruktur baik yang utama maupun penunjang, mulai dari bandara internasional, jalan, penginapan, restauran, info wisata dll juga pilihan aktivitas yang lumayan variatif mulai dari wisata sejarah, wisata alam (rock climbing, hiking, pantai), agro wisata (pembuatan olive oil, wine dll), juga kesungguhan pemda setempat untuk mendukung industri wisata di pulau ini.

Foto: Matahari terbenam di Capo Testa…
felice5 copy

Populasi Sardinia diwarnai gelombang emigrasi sejak jaman Paleolitikum hingga jaman modern. Pada tahun 456 M, wilayah ini pernah diduduki oleh bangsa Vandal yang merupakan salah satu suku Germanic timur selama 78 tahun. Saat memasuki Roma setahun sebelumnya, bangsa Vandal melakukan penjarahan dan pengrusakan besar2xan khususnya terhadap barang2x bernilai seni. Karenanya hingga kini, kata ‘VANDALISME‘ yang sering kita dengar memiliki etimologi atau asal kata bangsa Vandal yang diangggap barbar tadi. Selain bangsa Vandal, Sardinia juga pernah antara lain diduduki dan/atau dicoba untuk dikuasai oleh bangsa Spanyol, Romawi, Austria, Perancis, Tunisia, Moor. Continue reading

Musim Panen

feli14

Bulan2x terbaik mengunjungi Norwegia adalah antara bulan Juni-September, selain karena alasan suhu yang lebih bersahabat juga karena alasan pilihan aktivitas yang lebih beragam dan pemandangan yang lebih indah. Di tepi jalan, di halaman rumah, di lembah dan pegunungan akan nampak bunga2x cantik yang bermekaran beraneka rupa dan warna, buah2x lokal juga mudah ditemui dengan harga murah bahkan gratis (kalau dari kebun sendiri) :D

Biasanya buah yang paling banyak ditemui produksi lokal adalah apel, plum, berbagai jenis berries (strawberry, blue berry, red berry dll). Berbagai jenis jamur juga banyak tumbuh di dalam hutan dan siap dipetik di akhir musim panas atau di musim gugur. Aktivitas memetik beragam berries liar dan jamur di hutan ini adalah ajang sosial rutin yang biasa dilakukan antara sesama teman hang out ataupun sesama anggota keluarga. Selain menciptakan keakraban, ada kepuasan berbeda memakan bahan makanan organik hasil panen sendiri.

Foto: Alat seperti ‘sisir’untuk memetik blue berry dan red berry

feli3 copy

Modal yang diperlukan untuk memetik berries dan jamur adalah kesabaran dan pengetahuan membaca medan. Biasanya buah berries liar suka tumbuh di antara jenis pohon tertentu yang agak terbuka dan terekspos cahaya matahari. Sebaliknya, jamur suka tumbuh di wilayah yang lembab dan gelap. Jika ada aliran air di tengah hutan yang gelap dan lembab, dijamin akan ditemukan banyak jamur. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di postingan jadul ini

Foto: Hasil yang diperoleh dalam 30 menit :D

feli1 copy 3

Setelah lebih dari setengah jam biasanya keluhan yang dirasakan adalah pegal2x di pinggang karena terlalu banyak merunduk. Tapi memetik berries tidak terlalu sulit, setelah 1 jam bagi seorang pemula biasanya sudah bisa memenuhi satu ketel penuh (volume sekitar 5-6 liter)

Foto: Anggota tim pemetik buah berry :bapak mertua, ibu mertua, hubby dan menantu yang baik hati dan tidak sombong (ehm :D)

feli5 Continue reading

Me + Him = It’s complicated :)

Yang namanya pasangan pasti ada perbedaan, mulai dari beda karakter dan sifat sebagai individu, beda kultur, beda kebiasaan, beda latar belakang dll. Untuk pasangan campuran (beda warga negara) perbedaan ini semakin mencolok dan sedikit banyak berpengaruh dalam keseharian. Hal ini menjadi biang kerok sumber beberapa kehebohan yang terjadi dalam keseharian.

ME: tomboy, anak rumahan, nggak suka diatur2x, berantakan, kalem, jawa banget aslinya.

feli-3_edited-1

HIM: suka aktivitas alam terbuka, aktif, disiplin dan tegas (kadang suka ngatur2x), gelisah jika tidak berolahraga outdoor 2-3 kali seminggu, orang norwegia banget :D

feli-2

ME + HIM = IT’S COMPLICATED :D

Pekerjaan Rumah Tangga
Meski dulu sesekali membantu di rumah ortu, sebelum menikah saya tidak diwajibkan mencuci baju sendiri, memasak, bersih2x dll. Waktu itu selalu ada orang lain yang melakukan entah asisten rumah tangga atau menyewa jasa laundry. Sementara T (hubby) memang dibesarkan dengan disiplin yang kuat untuk ikut bersih2x rumah secara rutin. Mencuci pakaian, mencuci piring dan mengepel rumah serta pekerjaan domestik lain adalah hal yang biasa buat laki2x di Norwegia.

Kehebohan terjadi saat saya mendapat tugas mencuci baju pertama kali setelah menikah. Kalau diamati sepertinya proses mencuci baju tidak terlalu sulit, ehm, menurut saya loh…. Hanya memasukan semua baju kotor ke mesin -> Masukan sabun ke tempatnya -> Buka kran air -> Tekan tombol ‘Start’ -> Beres.

Karenanya saya kaget ketika T berteriak memanggil saya dengan nada kesal:
“Feliiiiii…… What the he*l are you doing with our clothes?”…..
Dengan nada polos saya balik bertanya: “Memang kenapa? Sudah kering bukan?” *bangga bisa cuci baju sendiri*

T : “Nih, lihat baju2x wool saya semua mengkerut, jadi lebih kecil. Terus ada yang kena luntur pula. Ini karena kamu mencampur semua bahan begitu saja. Harusnya lihat dong petunjuk pencucian buat tiap2x baju, lihat bahannya apa, suhunya buat mencuci itu berapa, lihat juga warnanya, sabunnya juga musti disesuaikan,lihat jenis yang dibutuhkan dan lihat takaran. Jangan asal campur aduk begini…. Memangnya cucian kamu kira gado2x….”

Me: “Oooops. Sorry….Saya nggak tahu kalau nyuci baju itu harus dipisah2x gitu, kirain bisa dijadikan satu aja…Perasaan di Indonesia semua bahan baju sama…jadi dicampur aja deh ” *sambil garuk2x lantai dan menatap nanar ke sweater2x wool yang tiba2x jadi satu ukuran lebih kecil dan beberapa baju yang kena luntur*

Hubby menyambung: “Ya udah deh, saya yang nyuci baju aja kalau begini….mulai sekarang YOU ARE NOT AUTHORIZED to wash any wool in this family!

Me: Hmmmmm…Ok…..as you said…..Sorry (dengan wajah memelas….padahal….dalam hati : “Yesss…Yesssss…..nggak harus cuci baju…”.. *jingkrak2x* … hehe :D Continue reading

Tantangan Mencari Kerja di Norwegia

felice1

Buat mereka yang baru pindah ke Norwegia pasti bisa merasakan sendiri bahwa mencari kerja sebagai imigran atau pendatang dari negara non Eropa atau non Skandinavia adalah sebuah tantangan tersendiri.

Bahasa
Tantangan pertama adalah bahasa (norsk atau norwegian) yang memakan waktu setidaknya 1-2 tahun semi-intensif untuk dipelajari sebelum bisa dengan pede aktif terlibat dalam percakapan atau diskusi dengan penduduk asli dengan lumayan lancar.

Istilah ‘bahasa adalah jendela dunia’ berdasarkan pengalaman saya adalah benar adanya. Karena sebagian besar berita, pengumuman, informasi di koran, TV, radio, sarana publik disampaikan dalam bahasa norsk maka menguasai setidaknya basic norsk akan sangat membantu supaya kita tidak tertinggal. Meski banyak orang yang bisa berbahasa Inggris di sini, tetapi biasanya informasi sehari2x seperti perubahan jadwal bus atau tram atau pengalihan rute tertulis dalam bahasa norsk.

Dulu, di awal2x masih belum mengusai norsk, saat saya terlibat percakapan atau diskusi dengan keluarga dan kawan2x hubby atau kolega di kantor mereka akan menghormati dengan memakai bahasa Inggris. Tapi….. setelah 15 menit atau saat diskusi mulai menghangat…. maka bahasa norsk kembali mengambil alih. Tentu saja buat mereka akan lebih natural buat menjelaskan sesuatu dalam bahasa ibunya. Jadi, ketimbang merasa asing atau menjadi outsider dalam satu kelompok penduduk lokal, lebih baik kitalah yang coba membaur dan mempelajari bahasa, budaya dan kebiasaan mereka. When in rome…do as the romans… alias dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, mungkin kurang lebih begitu.

Informasi
Knowledge is power…Pengetahuan di sini bukan hanya apa yang didapat dari bangku kuliah. Tetapi juga info sehari2x yang relevan dengan kebutuhan. Buat pencari kerja tantangan yang dihadapi adalah informasi tentang lowongan kerja itu sendiri. Logikanya: bagaimana bisa melamar kerja kalau kita sendiri tidak tahu apa posisi yang lowong, bagaimana bisa melamar dan kemana lamaran bisa diajukan? Nah, sialnya sebagian besar lowongan di website2x yang tersedia kebanyakan adalah dalam bahasa…. Norsk…. Surprise…. Not really

Khusus untuk perusahaan multi-nasional khususnya bidang oil dan engineering sudah banyak yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di kantor mereka, termasuk dalam penulisan info lowongan kerja.

Bersikap proaktif sangat dianjurkan. Rajin2x googling sektor industri atau perusahaan yang kita minati, memantau info lowongan kerja, mengirim email untuk bertanya sangat dianjurkan. Jangan hanya mengandalkan teman orang Indonesia yang dikenal karena si teman mungkin punya keterbatasan waktu atau informasi (ehm, menunjuk diri sendiri…. #korban yang sering ditanya2x)

Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja
Ijasah yang didapat dari Negara asal belum tentu mendapat pengakuan di Norwegia khususnya untuk profesi seperti dokter dan pengacara. Sistem pendidikan kedokteran di negara2x luar EU masih banyak yang belum diakui.

Seorang dokter anak dengan pengalaman 10 tahun asal Ukraina yang saya kenal misalnya terpaksa menjadi pembersih gedung karena ijazah dokter dan pengalaman kerjanya tidak diakui pemerintah Norwegia, ditambah dengan kemampuan bahasa Inggris dan norsk yang bersangkutan juga masih pas2xan.

Kultur
Kultur atau budaya kerja di Indonesia dan di Norwegia jelas berbeda. Untuk sistem manajemen di kantor Norwegia (setidaknya di kantor tempat saya bekerja dan hasil tanya2x di tempat lain) dipengaruhi oleh kultur sosial-demokratis yang kuat dengan aspek equality atau kesetaraan yang kental. Batas antara atasan dan bawahan dalam pergaulan sehari2x pun tidak seperti di Indonesia yang masih sangat hirarkis. Istilah ‘gila hormat’ tidak ada dalam kamus para pemimpin di sini. Karenanya jangan heran jika pengawalan dan protokoler buat orang penting atau pejabat pun biasa2x saja, kecuali jika menyambut tamu kepala negara. Continue reading