Kisah tentang WC dan Cuci Rambut

WC atau toilet adalah tempat yang betul2x dibutuhkan bagi hajat banyak orang. Tidak percaya? Bayangkan jika saat sedang bertualang di alam bebas –mendaki gunung misalnya–dan tiba2x si ‘panggilan alam’ alias BAB alias Buang Air Besar datang akibat bumbu makanan yang terlalu pedas saat makan siang sebelumnya. Kalau sudah begini, saya kangen dengan toilet di rumah yang nyaman, hangat dan ‘beradab’.

Foto: Toilet di salah satu pulau kecil di Papua. Harus super hati2x saat meniti balok pohon menuju TKP. 

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman pribadi saya menggolongkan WC dalam 3 kategori:

1. WC modern
Biasa ditemui di kota2x besar dan wilayah pemukiman yang sudah mengadaptasi gaya hidup modern. Lengkap dengan toilet duduk maupun jongkok, dengan flush maupun gayung :)

2. WC ‘alamiah’
Adalah WC yang ingin bersifat ke-alam2xan (haha….bahasanya maksa bener yeee…). Di kabin2x orang Norwegia yang ada di gunung misalnya, meski terkesan modern dengan toilet duduk, biasanya juga TANPA AIR sodara2x…. Biasanya ada cukup jarak antara WC dengan bangunan utama kabin agar berbagai jenis bau dari toilet tidak mencemari udara. Proses pembusukan dipercepat dengan siraman BUBUK KAPUR berwarna putih bersama taburan SERBUK KAYU.

Foto: Toilet publik ‘in the middle of nowhere’

Continue reading

Menghargai Privasi

K
erahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: PRIVACY) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri…(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kerahasiaan_pribadi)

PRIVASI atau ruang pribadi adalah hak setiap orang yang harus dihargai. Ini bukan hanya milik selebriti atau orang terkenal saja, tetapi juga dimiliki oleh orang2x ‘biasa’ dan rakyat kebanyakan. Sayangnya, hal ini sering dianggap sebagai sesuatu yang remeh dan tidak penting. Bagi saya hal yang bersifat privasi antara lain saat saat ada yang:

1. Menanyakan pekerjaan yang ujung2xnya pada jumlah GAJI atau penghasilan
“Wah, dek Feli sudah berapa lama kerja di kantor yang sekarang? Enak ya”
“Dulu kuliah dimana? Biaya pribadi atau beasiswa?”
“Gajinya berapa?…Pasti besar ya…Saya penasaran loh…” *ngotot*
“Saya tebak ya….segini bukan (menyebut angka)….”

Karena kesal diganggu terus-menerus dengan pertanyaan tadi, saya menyebutkan angka kasar. Alhasil percakapan ini berakhir dengan Bapak Y yang terhenyak tidak percaya dan saya yang merasa bodoh karena sudah terlalu jujur dan naif.

Lesson-learned: jadi orang jangan terlalu jujur yeee….. Harus bisa berdiplomasi dalam menjawab pertanyaan2x sulit serta menjebak.. Jika dihadapkan dalam situasi serupa, biasanya saya akan bertanya dalam hati kepada yang bersangkutan: “CAN YOU HANDLE THE TRUTH?“….. kalau tidak siap, lebih baik dilupakan saja…. gitu saja kok repotttt……

2. Menanyakan tentang PASANGAN
“Gimana sih rasanya punya pasangan bule? Enak ya?…”
“Mana fotonya T? Kok nggak pernah dipasang di FB atau blog?”

Biasanya saya menjawab dengan kalem sambil tersenyum:

“Biasa saja kok, sama dengan lainnya. T nggak mau mengekspos foto di internet karena alasan privasi”

PLISSSSSS…… GET A LIFE!!!!
(terjemahan: bukan urusan ente tauuuuu….)

3. Menanyakan hal yang terkait dengan STATUS SOSIAL
“Kapan loe jadi ibu? Kok nggak hamil2x sih?”

Ummmmm….memangnya mudah memproduksi anak? Seperti barang cetakan begitu?…. Pesan sehari, ekspress…langsung jadi…pffff...

“Loe jalan2x mulu, banyak uang ya….”

Yang jelas saya jalan2x dengan uang sendiri….bukan dengan uang kamu.

“Enak ya bisa tinggal di LN, punya suami bule…”

Kalo punya suami bule so what?….Saya tetap harus dan ingin mandiri tanpa tergantung suami. Tinggal di LN itu berat dan penuh perjuangan, jatuh bangun hingga nangis darah…. tapi saya nggak mau berkeluh kesah. Semua ini adalah sebuah perjuangan. Jangan dilihat yang enak2xnya saja.

4. Menanyakan hal yang bersifat FISIK
“Fel, loe kok gosong banget sih….”

Well….kalo saya berwarna jingga atau hijau terang pun itu nggak ada urusannya dengan kamu….

“Tomboy banget sih….pake rok napa sekali2x….”

Yeeee…. saya berhak memutuskan baju yang ingin saya pakai. Yang merasakan repotnya pakai rok saat harus mengejar2x bis atau naik turun tangga kan saya…. memangnya kamu mau saya naik gunung dengan rok????

Hal2x di atas menjadi bahan refleksi bagi saya untuk belajar menghormati dan menghargai privasi teman, kolega, saudara, bahkan suami sendiri baik dalam bentuk ucapan langsung, tulisan, status dan foto di FB maupun media internet. Dan kalau ada yang masih usil bertanya2x hal yang bersifat pribadi biasanya saya hanya tersenyum……sementara dalam hati berkata:

…MIND YOUR OWN BUSINESS….

(terjemahan: urusilah ‘dapur’ kamu sendiri, jangan usil dehhh…..)

Aksi Teror di Oslo Itu…

“Hello Feli! Are you still in Brazil? Sad day in Norway today…”  

Sebaris pesan SMS singkat  tadi masuk dari kawan dekat asal Pakistan yang bermukim di Oslo. Sejumlah pertanyaan pun langsung memenuhi kepala menebak2x kejadian apa yang mungkin dimaksud kawan tersebut. Apakah cuaca mendung tanpa matahari sejak seminggu terakhir? Apakah ada orang penting atau selebriti meninggal?…  Rasa penasaran membuat saya dan T yang saat itu sedang berada di Rio de Janeiro langsung mengecek berita di internet meski harus dengan ekstra sabar karena koneksi yang sangat amat lambat. Sejurus kemudian terdengar kosa kata yang tidak pernah meluncur dari mulut hubby  sebelumnya….

“HELVETE!!!…”  (keterangan: terjemahan bebas:  ’kurang lebih” WHAT  THE HELL…” ) disertai mimik wajah terkejut, bingung dan tidak percaya…. yep….  BOM DAN PENEMBAKAN MASSAL DI OSLO.….  angka korban meninggal versi terakhir dari polisi adalah 76 orang dan 4-6 orang masih dinyatakan hilang. Continue reading

Bad Hair Day…

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya ‘Bad Hair Day’…. makna kiasan disini bukan berarti salah potong rambut, rambut kusut atau sejenisnya…tetapi hari dimana semua terasa menyebalkan, sial dan membuat kita merasa sebagai orang paling malang sedunia.

Hari2x menjelang PMS, kurang makan, kurang tidur, lupa minum teh/susu/kopi bisa menjadi pemicu atau faktor yang memperburuk keadaan. Kalau sudah begini, tidak ada jalan lain selain menarik nafas dalam2x, mencoba tenang dan menyadari sesadar2xnya apa yang terjadi sambil berharap bahwa ini adalah hari buruk yang akan cepat berlalu.

Mengapa ini menjadi tema postingan?….
Yepppp…tebakan yang jitu…jawabannya adalah karena hari ini adalah ‘bad hair day’ saya, baik di rumah maupun di kantor, dan menuliskan apa yang dialami hari ini tidak akan merubah apa yang sudah terjadi (hehe, ribettttt….)

Phewww…. My bad hair day…. cepatlah kau berlalu….

 

Si Penakut

Sebagai penjelasan, Si penakut yang dimaksud dalam postingan kali ini adalah ehm….uhukk…uhukkk….  SAYA sendiri….

Saat bertugas di pedalaman, bertemu dengan kelompok pemberontak dan milisi, dibentak2x serta diinterogasi aparat militer, bekerja di daerah konflik aktif dengan desingan meriam dan rentetan tembakan sebagai makanan sehari2x… saya tidak merasa takut…. Ummm….sedikit takut iya….  tapi lebih banyak rasa excited karena adrenalin yang terus berpacu.

Selain orang terdekat, mungkin tidak banyak yang tahu kalau ada sejumlah hal yang saya takutkan seperti: takut akan kegelapan, takut sendiri di rumah dan takut naik pesawat terbang…. Psssttt…saya juga takut naik lift sendirian….

Rasa takut tersebut kini menjadi momok yang harus saya hadapi saat pindah ke rumah baru kami yang terletak di atas bukit. Bagaimana tidak, rumah tua yang dibangun tahun 1930 ini tampak berdiri dengan angkuhnya dari kejauhan. Di kelilingi oleh sejumlah pohon2x besar yang sebagian menutupi atap bagian depan dengan juluran ranting2xnya yang memanjang. Tak pelak lagi, kesan angker nan misterius pasti akan singgah di benak pengunjung rumah…. terutama kawan2x dari Indonesia…

Foto: Pandangan dari dalam rumah di bagian depan

Foto: Pandangan dari dalam rumah di samping kanan

Continue reading